Maaf, catatan ini bukan untuk menyombongkan, tapi mengingatkan tentang seberapa juara kalian.
Kenapa bukan untuk kesombongan ? Ya karena gak ada satupun dari gua yang bisa disombongkan, gak satupun pernah ada alasan buat gua jalan dengan dada busung ke depan.
Bila aku tak jauh mengenal kalian, jangan anggap aku sombong kawan, aku hanya malu bersanding dengan kalian.
Aku yang isunya terbodoh satu angkatan, aku yang sukses banyak menjadi bulan-bulanan nilai di putih abu abukan.
Sumpah aku malu kawan, tapi ini bukan tanpa penjelasan. Mungkin bila sedikit perkenan kawan untuk aku cerita, aku akan ceritakan.
Tahu setiap manusia memiliki jalan yang sama ? Sama sama tanah merah yang membentang ke depan.
Nah beda aku dengan kalian, saat orangtua kalian mengaspal jalan kalian dengan emas ratusan juta, orangtuaku malah menjatuhkan karang sebesar raksasa di muka jalanku.
Sehingga saat kalian jalan datar, aku mesti berusaha lebih jauh agar dapat maju ke depan, disaat kalian tidur, aku masih berusaha melompat jauh ke depan, tapi aku tetap tak beranjak di tempat.
Aku meringis jatuh kesakitan karena terjatuh atas keinginanku melewati karang itu, kalian masih tertidur, aku bersimbah luka memukul karang itu, kamu masih tidur kawan
Itulah aku kawan. Seseorang yang tidak pernah diandalkan.
Tidak ada yang pernah menanyai pelajaran untuk kupecahkan, bahkan bisikkan yang terdengar nyaring sering menyenggol ulu hatiku
'dia mah suram'
'palingan gedenya cuma tukang jaga warnet'
itulah tentang saya. Tapi saya ingin berdiri kawan, ingin kalian tahu tentang seberapa saya tidak mau menjadi seonggok daging yang hanya bisa berjalan, saya belajar kawan. Hingga larut dijemput nirmala saya terjaga kawan.
Hingga simpul kata beasiswa saya dapatkan, ini mungkin tidak berarti apa apa untuk anda sekalian, tapi tidak untuk saya.
Ini titik balik saya membuat mentari berpihak di kehidupan saya.
Ini titik balik kalian untuk berbicara di tiap kalbu kalian.
Seorang dhika saja bisa, kenapa kalian tidak kawan ?
Berusahalah, semoga JPPAU,SNMPTN, atau apapun yang kalian inginkan nantinya bisa membuat kalian menyimpulkan senyum kemenangan,
amin
kawan, aku senang, batu karang itu sekarang bisa kuhancurkan
***
Kawan, biarkan aku bercerita lebih tentang seberapa kehidupan memaksa aku terlena kesedihan.
Aku hanya pelajar yang sampai sekarang tidak bisa membeli buku paket seharga enam lembaran soekarno hatta, selama kelas tiga, bukan fasilitas yang kupunya, hanya derita demi derita yang kehidupan pinta.
Aku merengek ke kehidupan untuk setidaknya biarkan aku bimbel untuk masa depan, gak perlu prigama gak perlu inten, cukup guru yang bisa mengenalkan aku dengan angka angka yang kini jauh dariku dari kata mengerti.
Seberapa jenuh aku pergi Senen-bekasi menggunakan uang bermain gameku untuk berjualan jam khas anak muda, tapi ujungnya sia-sia, hanya mampu membeli dua buku sukses Lulus test SNMPTN.
Aku.. Aku malu kawan, saat aku dan teman teman pergi ke ruang panitia karena ketidakpemilikan kartu peserta, bu Een membentakku keras, karena SPPku menunggak 4 bulan, ingin aku menangis kawan. Tapi tak bisa, disana mungkin ada kawan kawan yang siap menertawaiku.
Lama aku mengesampingkan keinginanku. Di toko buku, puluhan novel membuat aku senang hanya dengan menyentuhnya saja, karena dayaku tak pernah sampai membelinya.
Aku hanya bisa meminjam, dan menghabiskan membaca ke tiga ratus halamannya dalam satu malam, karena bila tidak, denda dua ribu pasti memberatiku.
Kawan ini aku, aku ingin kalian tahu seberapa potensi kalian lebih besar untuk berhasil, jangan siakan itu
aku suka sama blogg nya kk :)
BalasHapus