Sebenarnya apakah makhluk yang bernama wanita itu ? Mengapa mereka terlihat begitu spesial di mata pria. Makhluk yang memiliki stamina yang luar biasa untuk terus berlari lari dalam pikiran pria, makhluk seterang bintang, seindah pelangi, sewangi embun pagi..
Siapakah mereka..
Makhluk yang dilahirkan dengan beban tanggung jawab yang lebih berat dari pria, kesucian. Ya, kesucian, sejak kali pertamanya tubuhnya mengenal dunia, hingga ia disanding oleh seorang pria, kesucian adalah harga mati untuk terus melekat dalam diri seorang wanita.
Tetapi...
Waktu kian bergulir, ratusan lembar kalender silih berganti, dan zaman kian tak tahu malu.Seperti permukaan tanah di Ibukota Jakarta, gaun wanita kini semakin mengikis, mulai dari penuh hingga mata kaki, kian naik ke lutut bahkan hingga pangkal paha, tidak aneh bila 10-20 tahun lagi mungkin hanya akan menjadi sebatas pinggang.
Wanita itu bagi gua adalah makhluk yang hebat, makhluk yang bisa menciptakan sayap untuk pria terbang, makhluk yang dapat menciptakan lukisan terindah saat mereka tersenyum, makhluk yang bisa mengalahkan berjuta keindahan dunia hanya dengan tatapan matanya.
Wanita itu, gak suka dipaksa berbicara, wanita itu gak suka dengan kata kata 'jadi maunya apa ?'. Kebanyakan wanita pasti ingin dimengerti, bukan sebagian, semua wanita ingin dimengerti. Tanpa harus diminta, wanita ingin diperhatikan, wanita butuh kesetiaan dan pembuktian, gak usah muluk muluk, gak usah beliin cincin berlian atau baju dari desaigner terkenal, cukup mulai dari hal hal yang kecil,seperti mendengarkan ia bercerita, menjadi tumpuan bahu saat ia menangis, ataupun menjadi pnyebab dia tertawa, yang penting, wanita ingin diperlakukan istimewa, terutama oleh orang yang ia sayanginya.
Terkadang wanita jtga butuh gombal, walau dia tahu, itu terlalu berlebihan, tetapi dia sebenarnya senang, karena dengan begitu, ia merasa berarti, dan memiliki nilai lebih, contoh gombalan klasik punya gua bakalan gua bocorin sedikit
'aku sayang kamu'
'gombal'
'beneran'
'iya deh percaya, seberapa besar sayang kamu ke aku ?'
'seujung kuku jari'
'ih, sekecil itu ?'
'iya, karena itu udah mewakili semua'
'cuma segitu ? Gak sebesar gunung ? Ataupun seluas laut, aku kecewa'
'kenapa ?'
'karena rasa sayang kamu ke aku kecil'
'bukan masalah besar atau kecilnya, toh gunung juga nantinya meletus dan bisa melukaimu, atau lautpun mengamuk dan menenggelamkanmu, aku gak mau, yang aku mau cuma seujung kuku jari, karena sebesar apapun tantangannya, kuku akan tetap tumbuh terus'.
Tapi wanita juga makhluk yang susah diterka, unik dan banyak kepribadian yang membuatnya berbeda dengan wanita yang lainnya, terkadang.
Gua pernah kenal seorang wanita yang doyan banget ngomong 'ada deeh', semua pertanyaan dia jawab ada deeh, terkadang gua ngeri sendiri ngebayanginnya, kalau kalau dia mati dan ditanyai malaikat di alam kubur
'ya manusia, siapakah tuhanmu'
'ADA DEEH'
Habislah lidahnya dibakar bara timah
tapi apapun wujud dan kepribadiannya, wanita tetaplah wanita, yang butuh pria untuk menjaganya, butuh pria untuk menemaninya, butuh pria yang mau mengucapkan selamat malam saat wanita akan pergi tidur
Kamis, 11 November 2010
PERFILMAN INDONESIA
Gila, tadi pertandingan voli kelas gua beneran seru, menegangkan dan MENGGAIRAHKAN (oke yang ini engga).
Gimana engga coba,pertandingan yang disajikan sore tadi beneran bikin jantung gua deg degan, berdegup kencang dan akhirnya divonis ambeien.
-set 1 =menang
-set 2 =kalah
-set 3 =kalah
-set 4 =menang
-set 5 =menang
dan pertandingan di perseru dengan komentator yang entah berantah berasal darimana berhasil membuat pertandingan memanas dengan komentar komentar nistanya
'YA,YUSAQ DENGAN NOMOR 44NYA MEMUKUL BOLA, YA APA YANG TERJADI BUNG, TERNYATA NOMORNYA TETAP EMPAT-EMPAT,SUNGGUH SPEKTAKULER BUNG'
'YA PERTANDINGAN MULAI MASUK WAKTU SOLAT MAGHRIB TERNYA BUNG, APAKAH ADZAN MAGHRIB AKAN DITUNDA,KITA SAKSIKAN SAJA BUNG'.
Tapi gak apalah, yang kaya gitu yang justru bikin pertandingan nambah seru, dan menurut gua, nonton pertandingan voli gak kalah seru sama film Transformer. Tapi jangan juga ngarepin tau tau ada yang berubah jadi bubble bee, soalnya paling banter, yang anatominya kayak kendaraan tuh cuma gua, itu juga mirip bajaj.
Ngomong-ngomong film, gua lagi prihatin nih sama dunia perfilman sekarang, coba deh lo bayangin, film film yang beredar sekarang tuh gak ada bagus bagusnya, pokoknya gitu gitu aja, cuma dikuasain oleh 2 genre:
1:HOROR
nah lo, pasti pada tau kan, setannya indonesia tuh banyak banget macemnya, ada kuntilanak,genderuwo,pocong,jin,tuyul,sundel bolong,wewe gombel,suster ngesot dan apalah lagi, bosen gak sih ? Judulnya juga bersequel semua
KUNTILANAK 1,
KUNTILANAK 2,
KUNTILANAK 3,
POCONG 1,
POCONG 2,
POCONG 3,
tapi makin kesini makin kreatif dan jadi
KUNTIKANAK KERAMAS,
POCONG PERAWAN,
SETAN DISCO KARAWANG.
Jadi jangan aneh aja, kalo 5 sampe 10 taun lagi judulnya bisa jadi
KUNTILANAK BERKALUNG SORBAN,
POCONG MENCARI CINTA,atau
GENDERUWO IN LOVE.
2.SEKS
Pada sadar gak sih, film sekarang tuh pada maksain munculin unsur seks di dalam produksi filmnya. Dulu saat seks dianggap tabu, dan baru akan dimasukkan bila benar benar mendesak, sekarang, di desak untuk di masuk-masukkan, dipaksain masukin unsur SEKS, betapa hancurnya perfilman sekarang.
Dan coba anda bayangkan, bila nomor 1 dan 2 digabungkan, Film horor dengan genre seks, mungkin judulnya bakalan lebih ngawur, kayak:
POCONG XXX,
MENCULIK KUNTILANAK,
GENDERUWO XL,
KUBURAN LAUTAN ASMARA
Gak banget !
Oh iya, ada tambahan, sekarang tayangan tv juga nambah ancur, di dominasi oleh sinetron dan film pembodohan seperti yang ditayangin di Indo**ar.
Bayangin, parahnya waktu itu gua(g) nanya ama murid gua waktu pesantren(mgwp):
g: ade, kalo udah besar mau jadi apa ?
Mgwp: ustadz kak
g: wah hebat, kenapa emangnya de mau jadi ustad ?
Mgwp: biar bisa berubah jadi naga kayak di film film
gua: ...
Parah kan ?.
Oh iya, kartun yang beredar juga gak kalah ancurnya.
Pernah nonton tsubasa ? Pernahkah lo ngerasa aneh saat 1 pertandingan berlangsung berminggu minggu, terus, bisa salto beberapa jam di udara sambil flashback masa lalu, terus lari dari gawang ke gawang satunya serasa garut-jakarta ? Ditambah komentar konyol komentatornya
'APAKAH MEIWA AKAN MENANG ?'
'APAKAH NANKATSU BISA MENYUSUL ?'
'APAKAH ANAK IBU CACINGAN' (loh).
Gimana rakyatnya mau maju, kalo disuguhinnya beginian terus, padahal menurut penelitian, pelajaran yang paling sering ditangkap dan dipelajari anak dan masyarakat adalah dari media massa, kalo media massa lebig mementingkan keuntungan daripada kualitas, kapan negeri ini mau maju bung ?
Gimana engga coba,pertandingan yang disajikan sore tadi beneran bikin jantung gua deg degan, berdegup kencang dan akhirnya divonis ambeien.
-set 1 =menang
-set 2 =kalah
-set 3 =kalah
-set 4 =menang
-set 5 =menang
dan pertandingan di perseru dengan komentator yang entah berantah berasal darimana berhasil membuat pertandingan memanas dengan komentar komentar nistanya
'YA,YUSAQ DENGAN NOMOR 44NYA MEMUKUL BOLA, YA APA YANG TERJADI BUNG, TERNYATA NOMORNYA TETAP EMPAT-EMPAT,SUNGGUH SPEKTAKULER BUNG'
'YA PERTANDINGAN MULAI MASUK WAKTU SOLAT MAGHRIB TERNYA BUNG, APAKAH ADZAN MAGHRIB AKAN DITUNDA,KITA SAKSIKAN SAJA BUNG'.
Tapi gak apalah, yang kaya gitu yang justru bikin pertandingan nambah seru, dan menurut gua, nonton pertandingan voli gak kalah seru sama film Transformer. Tapi jangan juga ngarepin tau tau ada yang berubah jadi bubble bee, soalnya paling banter, yang anatominya kayak kendaraan tuh cuma gua, itu juga mirip bajaj.
Ngomong-ngomong film, gua lagi prihatin nih sama dunia perfilman sekarang, coba deh lo bayangin, film film yang beredar sekarang tuh gak ada bagus bagusnya, pokoknya gitu gitu aja, cuma dikuasain oleh 2 genre:
1:HOROR
nah lo, pasti pada tau kan, setannya indonesia tuh banyak banget macemnya, ada kuntilanak,genderuwo,pocong,jin,tuyul,sundel bolong,wewe gombel,suster ngesot dan apalah lagi, bosen gak sih ? Judulnya juga bersequel semua
KUNTILANAK 1,
KUNTILANAK 2,
KUNTILANAK 3,
POCONG 1,
POCONG 2,
POCONG 3,
tapi makin kesini makin kreatif dan jadi
KUNTIKANAK KERAMAS,
POCONG PERAWAN,
SETAN DISCO KARAWANG.
Jadi jangan aneh aja, kalo 5 sampe 10 taun lagi judulnya bisa jadi
KUNTILANAK BERKALUNG SORBAN,
POCONG MENCARI CINTA,atau
GENDERUWO IN LOVE.
2.SEKS
Pada sadar gak sih, film sekarang tuh pada maksain munculin unsur seks di dalam produksi filmnya. Dulu saat seks dianggap tabu, dan baru akan dimasukkan bila benar benar mendesak, sekarang, di desak untuk di masuk-masukkan, dipaksain masukin unsur SEKS, betapa hancurnya perfilman sekarang.
Dan coba anda bayangkan, bila nomor 1 dan 2 digabungkan, Film horor dengan genre seks, mungkin judulnya bakalan lebih ngawur, kayak:
POCONG XXX,
MENCULIK KUNTILANAK,
GENDERUWO XL,
KUBURAN LAUTAN ASMARA
Gak banget !
Oh iya, ada tambahan, sekarang tayangan tv juga nambah ancur, di dominasi oleh sinetron dan film pembodohan seperti yang ditayangin di Indo**ar.
Bayangin, parahnya waktu itu gua(g) nanya ama murid gua waktu pesantren(mgwp):
g: ade, kalo udah besar mau jadi apa ?
Mgwp: ustadz kak
g: wah hebat, kenapa emangnya de mau jadi ustad ?
Mgwp: biar bisa berubah jadi naga kayak di film film
gua: ...
Parah kan ?.
Oh iya, kartun yang beredar juga gak kalah ancurnya.
Pernah nonton tsubasa ? Pernahkah lo ngerasa aneh saat 1 pertandingan berlangsung berminggu minggu, terus, bisa salto beberapa jam di udara sambil flashback masa lalu, terus lari dari gawang ke gawang satunya serasa garut-jakarta ? Ditambah komentar konyol komentatornya
'APAKAH MEIWA AKAN MENANG ?'
'APAKAH NANKATSU BISA MENYUSUL ?'
'APAKAH ANAK IBU CACINGAN' (loh).
Gimana rakyatnya mau maju, kalo disuguhinnya beginian terus, padahal menurut penelitian, pelajaran yang paling sering ditangkap dan dipelajari anak dan masyarakat adalah dari media massa, kalo media massa lebig mementingkan keuntungan daripada kualitas, kapan negeri ini mau maju bung ?
SELAMAT DATANG !
Yuhuu, hebat hebat hebat, semua stasiun televisi menggembar gemborkan kedatangan obama sebagai penyelamat ekonomi negara, sebagai harapan negara dan cahaya negara.
Inget gak ? Dulu 1939 jepang juga nawarin harapan tinggi ke indonesia,harapan untuk merdeka. Segala pujian dilontarkan ke jepang, saudara tua, penyelamat asia atau cahaya pelita. Cih, tau apa yang terjadi abis itu ? Dia manfaatin keluguan bangsa indonesia doang buat nguras tenaga dan alam indonesia demi kepentingan perang.
Sadar dong kawan !. Amerika masih terpuruk krisis global semenjak 2008 kemaren, dan satu satunya alasan Obama datang tuh bukan faktor emosional karena udah numpang di indonesia selama 4 tahun. Bukan !,jangan lugu kawan, sadar dong kawan, dia mau meraup kekayaan lagi dari indonesia melalui peranjangan kontrak exxon,freeport dan segala bidang lainnya,malah gua gak bakalan berdecak aneh, kalau dalang dari pemindah tanganan KRAKATAU STEEL yang jadi kebanggaan Soekarno-hatta itu adalah Obama itu sendiri.
Aaah, kenapa sih, kepalsuan sekarang beredar dimana-mana, besok sekolah gua LAGI-LAGI mesti memakai topeng demi penilaian kelas SBI yang biasa kita kenal sebagai SEKOLAH BERTARIF INTERNASIONAL.
Tadi lucu deh, guru guru tampangnya pada misuh manggil para perwakilan kelas dan mewanti wanti
'nanti kalo ada orang dari direktorat, skbm mesti ngomong pake bahasa inggris !, kalau udah keluar, udah gppa pake bahasa indonesia lagi'.
Tolol, siswa yang diajak ngomong malah pada manggut manggut setuju doang, korban keluguan yang ditawarkan televisi televisi.
Gimana enggak, sekarang orang pertelevisian malah banyakin sinetron cinta cintaan, malah gua curiga film CINTA FITRI udah takken kontrak sampe RIBUAN SEQUEL.
Pers juga gitu, Julia perez sama Dewi persik berantem aja digembar gembor, sadar woi, lumpur sidoarjo semburannya makin parah dari perut bumi, sadar woi, debu merapi sekarang udah ngotorin lantai dipan lo !. Inget surat al zazalah tepatnya ayat ke-2 'DAN BUMI TELAH MENGELUARKAN BEBAN BEBAN BERAT YANG DIKANDUNGNYA' dan itulah tanda dari akhir kehidupan manusia, bukan sekedar julia perez atau dewi persik, bukan sekedar satu sekolahan atau satu negara adidaya, tapi KEHIDUPAN MANUSIA, sadar bung !
Inget gak ? Dulu 1939 jepang juga nawarin harapan tinggi ke indonesia,harapan untuk merdeka. Segala pujian dilontarkan ke jepang, saudara tua, penyelamat asia atau cahaya pelita. Cih, tau apa yang terjadi abis itu ? Dia manfaatin keluguan bangsa indonesia doang buat nguras tenaga dan alam indonesia demi kepentingan perang.
Sadar dong kawan !. Amerika masih terpuruk krisis global semenjak 2008 kemaren, dan satu satunya alasan Obama datang tuh bukan faktor emosional karena udah numpang di indonesia selama 4 tahun. Bukan !,jangan lugu kawan, sadar dong kawan, dia mau meraup kekayaan lagi dari indonesia melalui peranjangan kontrak exxon,freeport dan segala bidang lainnya,malah gua gak bakalan berdecak aneh, kalau dalang dari pemindah tanganan KRAKATAU STEEL yang jadi kebanggaan Soekarno-hatta itu adalah Obama itu sendiri.
Aaah, kenapa sih, kepalsuan sekarang beredar dimana-mana, besok sekolah gua LAGI-LAGI mesti memakai topeng demi penilaian kelas SBI yang biasa kita kenal sebagai SEKOLAH BERTARIF INTERNASIONAL.
Tadi lucu deh, guru guru tampangnya pada misuh manggil para perwakilan kelas dan mewanti wanti
'nanti kalo ada orang dari direktorat, skbm mesti ngomong pake bahasa inggris !, kalau udah keluar, udah gppa pake bahasa indonesia lagi'.
Tolol, siswa yang diajak ngomong malah pada manggut manggut setuju doang, korban keluguan yang ditawarkan televisi televisi.
Gimana enggak, sekarang orang pertelevisian malah banyakin sinetron cinta cintaan, malah gua curiga film CINTA FITRI udah takken kontrak sampe RIBUAN SEQUEL.
Pers juga gitu, Julia perez sama Dewi persik berantem aja digembar gembor, sadar woi, lumpur sidoarjo semburannya makin parah dari perut bumi, sadar woi, debu merapi sekarang udah ngotorin lantai dipan lo !. Inget surat al zazalah tepatnya ayat ke-2 'DAN BUMI TELAH MENGELUARKAN BEBAN BEBAN BERAT YANG DIKANDUNGNYA' dan itulah tanda dari akhir kehidupan manusia, bukan sekedar julia perez atau dewi persik, bukan sekedar satu sekolahan atau satu negara adidaya, tapi KEHIDUPAN MANUSIA, sadar bung !
SI BOY
emakin hari, simfoni jalanan terdengar semakin riuh. Lalu lalang kendaraan bermotor makin padat memenuhi muka jalan, cukup ironis bukan ? Saat orang orang ribut bahwa zaman sedang pailit, makin kesini makin susah aja,tapi intensitas kendaraan malah makin padat.
Tapi emang gak bisa dipungkiri, semua orang emang butuh kendaraan, yang tadinya barang tersier sekarang udah jadi primer.
Gua adalah salah satu pengguna kendaraan, motor tepatnya.Motor gua adalah Honda blade versi repsol yang ngebuat gua pede bawa ngebut layaknya stonner, walaupun orang ngeliatnya lebih mirip TRENGGILING-BERSERAGAM-BAWA-MOTOR.
Tapi motor emang udah jadi kebutuhan hidup gua yang amat mendasar, gua dan motor udah jadi soulmate yang tidak terbantahkan lagi. Sampe dengan jeniusnya akhirnya gua namain motor gua 'SI BOY'.
SI BOY adalah temen yang paling tau gua, paling 'ada' buat gua. Kalau gua lagi terpuruk,kalau kondisi keluarga buruk atau bosan dengan lingkungan yang penuh hiruk pikuk, SI BOY dengan setia nemenin gua menyapa angin malam,menerobos ratusan menit hingga rembulan gagah tegak merajai malam, dan gua tiduran di atas SI BOY mendengarkan nyanyian malam sambil memandang lukisan tuhan yang tersaji di langit.
SI BOY gitu gitu udah punya puluhan pengalaman goncengin cewek cakep, dia itu saksi terulangnya mitologi 'beauty and the beast',entah berapa banyak pastinya, gua gak terlalu inget, Achie,Arin,Sheila,Vita,Karina,Citra.Ririn,Olin,Vani,Dita,Ayu,Dias,Icha, dan Dinny. mereka adalah nama nama yang udah nikmatin adrenalin kora kora versi motor. Cuma segitu yang gua inget dan menyadari 'ternyata gua laku juga'.
Saking sayangnya gua sama SI BOY, Ampir tiap hari dia gua mandiin, terkadang gua bela belain gua gak mandi demi SI BOY mandi (emang aja males), dan gua sempet juga sampe nyisain nasi goreng gua terus gua taro di depan SI BOY persis yang lalu dikomentari oleh komentar nista Ibu dan Kakak gua, Adit:
I:Liat deh dit, si dika ngapain tuh
A:aah, kayak baru kenal dika aja, bentar lagi juga dijilatin tuh knalpot motor
NISTA !
Tapi emang segitunya gua sama SI BOY, Kadang kadang dia juga emang gua ajak ngbrol, walaupun jawabannya adalah jawaban yang gua mau, sekilas percakapan gua, dengan SI BOY yang gua mau (SBygm)
G:boy
SBygm: ape bos
G:gua jelek gak sih ?
SBygm:kagak lah bos, malah kata gua tampang lo tuh agak mirip sama afgan syahreza atau Vino G bastian di film catatan akhir sekolah
G: ah yang boneng lo ? Sekeren itukah gua ?
SBygm : iye bos, beneran dah
G : aah, lo emang soulmate gua BOY
SBygm: nyoi bos.
Dan gua gak berani ngebayangin bagaimana percakapan aslinya kalau beneran SI BOY punya jiwa (berikut percakapan yang hanya naskah SI BOY yang diatas saja yang di edit)
G: BOY
SB: Apaan celengan semar ?
G: gua jelek gak sih ?
SB: BANGET, MUKA LO TUH KAYAK TAPIR KELINDES, GIGI LO PANJANG PANJANG KAYA PAGER KEMANG, POSTUR MUKA LO GAK JAUH BEDA SAMA PISPOT WC
G: Ah yang boneng lo ? Sekeren itukah gua ?
SB:BIJI LO MLETAK! GIGI LO TUH BONENG, GIGI DIBILANG KAYAK PAGER KEMANG DIBILANG KEREN
G: aah, lo emang soulmate gua BOY
SB: NAJIS LO.
N-I-S-T-A
Tapi gimanapun juga, gua akan ngerawat SI BOY, ngerawat barang yang udah dihadiahkan oleh kakak gua sebagai apresiasi kebanggaan dia karena adeknya masuk SMAN 1 BEKASI. Gua bakal jaga dia kak, gua bakal jaga SI BOY.
Tapi emang gak bisa dipungkiri, semua orang emang butuh kendaraan, yang tadinya barang tersier sekarang udah jadi primer.
Gua adalah salah satu pengguna kendaraan, motor tepatnya.Motor gua adalah Honda blade versi repsol yang ngebuat gua pede bawa ngebut layaknya stonner, walaupun orang ngeliatnya lebih mirip TRENGGILING-BERSERAGAM-BAWA-MOTOR.
Tapi motor emang udah jadi kebutuhan hidup gua yang amat mendasar, gua dan motor udah jadi soulmate yang tidak terbantahkan lagi. Sampe dengan jeniusnya akhirnya gua namain motor gua 'SI BOY'.
SI BOY adalah temen yang paling tau gua, paling 'ada' buat gua. Kalau gua lagi terpuruk,kalau kondisi keluarga buruk atau bosan dengan lingkungan yang penuh hiruk pikuk, SI BOY dengan setia nemenin gua menyapa angin malam,menerobos ratusan menit hingga rembulan gagah tegak merajai malam, dan gua tiduran di atas SI BOY mendengarkan nyanyian malam sambil memandang lukisan tuhan yang tersaji di langit.
SI BOY gitu gitu udah punya puluhan pengalaman goncengin cewek cakep, dia itu saksi terulangnya mitologi 'beauty and the beast',entah berapa banyak pastinya, gua gak terlalu inget, Achie,Arin,Sheila,Vita,Karina,Citra.Ririn,Olin,Vani,Dita,Ayu,Dias,Icha, dan Dinny. mereka adalah nama nama yang udah nikmatin adrenalin kora kora versi motor. Cuma segitu yang gua inget dan menyadari 'ternyata gua laku juga'.
Saking sayangnya gua sama SI BOY, Ampir tiap hari dia gua mandiin, terkadang gua bela belain gua gak mandi demi SI BOY mandi (emang aja males), dan gua sempet juga sampe nyisain nasi goreng gua terus gua taro di depan SI BOY persis yang lalu dikomentari oleh komentar nista Ibu dan Kakak gua, Adit:
I:Liat deh dit, si dika ngapain tuh
A:aah, kayak baru kenal dika aja, bentar lagi juga dijilatin tuh knalpot motor
NISTA !
Tapi emang segitunya gua sama SI BOY, Kadang kadang dia juga emang gua ajak ngbrol, walaupun jawabannya adalah jawaban yang gua mau, sekilas percakapan gua, dengan SI BOY yang gua mau (SBygm)
G:boy
SBygm: ape bos
G:gua jelek gak sih ?
SBygm:kagak lah bos, malah kata gua tampang lo tuh agak mirip sama afgan syahreza atau Vino G bastian di film catatan akhir sekolah
G: ah yang boneng lo ? Sekeren itukah gua ?
SBygm : iye bos, beneran dah
G : aah, lo emang soulmate gua BOY
SBygm: nyoi bos.
Dan gua gak berani ngebayangin bagaimana percakapan aslinya kalau beneran SI BOY punya jiwa (berikut percakapan yang hanya naskah SI BOY yang diatas saja yang di edit)
G: BOY
SB: Apaan celengan semar ?
G: gua jelek gak sih ?
SB: BANGET, MUKA LO TUH KAYAK TAPIR KELINDES, GIGI LO PANJANG PANJANG KAYA PAGER KEMANG, POSTUR MUKA LO GAK JAUH BEDA SAMA PISPOT WC
G: Ah yang boneng lo ? Sekeren itukah gua ?
SB:BIJI LO MLETAK! GIGI LO TUH BONENG, GIGI DIBILANG KAYAK PAGER KEMANG DIBILANG KEREN
G: aah, lo emang soulmate gua BOY
SB: NAJIS LO.
N-I-S-T-A
Tapi gimanapun juga, gua akan ngerawat SI BOY, ngerawat barang yang udah dihadiahkan oleh kakak gua sebagai apresiasi kebanggaan dia karena adeknya masuk SMAN 1 BEKASI. Gua bakal jaga dia kak, gua bakal jaga SI BOY.
Selasa, 02 November 2010
Jangan menangis Ibu Efita !
01/11/2010
1 November 2010,tepatnya hari senin.
6:55
anak-anak Sma gua udah sibuk berkumpul di tengah lapangan buat upacara, ada yang tengah berdiri tegap, ada yang saling bertukar petualangan libur sabtu minggu, ada yang sibuk mengawasi kami dengan tongkat yang siap dipecutkan bila kami tidak mau berbaris rapi.
08:04
Sebuah insiden terjadi, lebih dari setengah rim siswi terkena rajia kerudung. Ini peristiwa pertama kali dalam sejarah gua sekolah di Sma selama 2 tahun lebih,dengan alih-alih siswi yang terkena rajia adalah siwi yang memakai kerudung tipis, mencari kesalahan. Kepala sekolah dengan hebatnya beramanat 'Bapak kecewa dengan kalian, karena kalian bukan siswa yang disiplin'.
Cih, kemana peribahasa " rakyat hebat, dipimpin oleh pemimpin yang hebat, dan rakyat lemah, dipimpin pula oleh pemimpin yang lemah", benarkan ? Kalau dia berasa benar, kenapa dia tidak mendidik kami menjadi benar ? Atau apakah jawabannya dia sudah mendidik kami, tapi gagal ?
Lalu apakah ada kegunaan dari empat lembaran soekarno hatta yang mesti rutin di bayar tiap bulannya ? Allahuallam
09:16
'Mana bu efita, mana bu efita' desak kata hati gua, gua ngerasa aneh, bu Efita yang gak prnah telat, bu efita sang guru sejarah, bu efita guru favorit gua.
Anak anak kelas guapun senang, karena akhirnya ada waktu untuk belajar fisika, untuk persiapan ulangan fisika jam pelajaran selanjutnya.
'kreeet'
pintu terbuka, tampak dimulut pintu itu sosok guru yang dari tadi gua tunggu tunggu, berlatar silau sinar matahari dia masuk, wajah yang kaya akan nasionalis, wajah seorang pendidik, wajah wanita yang kepayahan, hah ? Kepayahan ? Ya, aneh memang, hari ini tampangnya tidak se-semangat biasanya, padahal biasanya kumandangnya tak kalah kharismanya dngan pattimura saat akan digantung. Pandangannya mengelilingi kelas, mendapati muridnya yang sedang asik diskusi fisika saat pelajaran sejarah, kemudian kembali jalan perlahan, sepertinya hal itu telah dngan mudah dikalahkan dengan masalah yang menyita pikirannya sekarang.
'Bebas, semua bebas mau ngapain aja' statement lantang dari Bu Efita, yang sepersekian detik ngebuat semua pasang mata menghakimi ucapannya,'bener ada yang gak beres' dalam hati gua.
Usut mengusut, akhirnya terbongkarlah masalah apa yang kini membuat guru favorit gua marah, kecewa dan sedih. Buku bukunya,rangkumannya, daftar nilainya lenyap dari mejanya pagi ini.
Semakin di usut, akhirnya terkuak, hal ini dimulai pada hari jumat lalu, saat ada tim penilaian UKS sekolah atau semacamnya lah, yang menentukan, apakah sekolah terjamin kesehatan dan kebersihannya atau enggak, dan itulah yang jadi pnyebab, penyebab yang membuat para tukang bersih bersih 'halal' menyingkirkan benda benda yang mengacak di atas meja, tidak ditaruh di file atau laci = disingkirkan !. Mungkin itu komando atasan, malah malah, ada yang lebih lucu, sekolah mendadak sibuk,mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari mewanti wanti murid agar bertingkah semanis mungkin sampai menyembunyikan, BACA ! M-E-N-Y-E-M-B-U-N-Y-I-K-A-N,makanan ber-msg dan saus, untuk hari itu. Sekolah mengajarkan untuk berbohong !. Untuk pandai pandai bertopeng dalam situasi penilaian, dasar SBL, Sekolah Bagus Luarnya.
Cermat-cermat aku mengawasi bu Efita, dasar lingkar matanya memerah, benih air matanya mulai menghiasi sudut dalam matanya, ya tuhanku, Tangannya malah tergetar hebat, dan lagi, bibir bawahnya habis digigitinya, siapa tak kecewa ? Rangkuman yang telah ia tulis tangan selama dia mengabdi, buku buku yang ia beli dengan jerih payahnya untuk pendidikan, nilai nilai yang ia dapatkan dari apa yang kami lakukan, disingkirkan ! Mungkin banyak tmen tmen gua yang gak nyadar soal ini, gara gara sibuk sama fisika, tapi bu efita, jangan menangis, ibu tetap kebanggaan, semangat ibu tetap jadi motivasi buat saya bu, kembalilah mendidik bu, telinga ini haus akan proklamir yang bisa ibu kasih.
(ini adalah note paling kontroversial yang pernah gua bikin, kalo abis gua tulis ini terus keadaan gua lenyap begitu aja,berarti petrus udah nemuin gua)
note : Jangan lebay please
1 November 2010,tepatnya hari senin.
6:55
anak-anak Sma gua udah sibuk berkumpul di tengah lapangan buat upacara, ada yang tengah berdiri tegap, ada yang saling bertukar petualangan libur sabtu minggu, ada yang sibuk mengawasi kami dengan tongkat yang siap dipecutkan bila kami tidak mau berbaris rapi.
08:04
Sebuah insiden terjadi, lebih dari setengah rim siswi terkena rajia kerudung. Ini peristiwa pertama kali dalam sejarah gua sekolah di Sma selama 2 tahun lebih,dengan alih-alih siswi yang terkena rajia adalah siwi yang memakai kerudung tipis, mencari kesalahan. Kepala sekolah dengan hebatnya beramanat 'Bapak kecewa dengan kalian, karena kalian bukan siswa yang disiplin'.
Cih, kemana peribahasa " rakyat hebat, dipimpin oleh pemimpin yang hebat, dan rakyat lemah, dipimpin pula oleh pemimpin yang lemah", benarkan ? Kalau dia berasa benar, kenapa dia tidak mendidik kami menjadi benar ? Atau apakah jawabannya dia sudah mendidik kami, tapi gagal ?
Lalu apakah ada kegunaan dari empat lembaran soekarno hatta yang mesti rutin di bayar tiap bulannya ? Allahuallam
09:16
'Mana bu efita, mana bu efita' desak kata hati gua, gua ngerasa aneh, bu Efita yang gak prnah telat, bu efita sang guru sejarah, bu efita guru favorit gua.
Anak anak kelas guapun senang, karena akhirnya ada waktu untuk belajar fisika, untuk persiapan ulangan fisika jam pelajaran selanjutnya.
'kreeet'
pintu terbuka, tampak dimulut pintu itu sosok guru yang dari tadi gua tunggu tunggu, berlatar silau sinar matahari dia masuk, wajah yang kaya akan nasionalis, wajah seorang pendidik, wajah wanita yang kepayahan, hah ? Kepayahan ? Ya, aneh memang, hari ini tampangnya tidak se-semangat biasanya, padahal biasanya kumandangnya tak kalah kharismanya dngan pattimura saat akan digantung. Pandangannya mengelilingi kelas, mendapati muridnya yang sedang asik diskusi fisika saat pelajaran sejarah, kemudian kembali jalan perlahan, sepertinya hal itu telah dngan mudah dikalahkan dengan masalah yang menyita pikirannya sekarang.
'Bebas, semua bebas mau ngapain aja' statement lantang dari Bu Efita, yang sepersekian detik ngebuat semua pasang mata menghakimi ucapannya,'bener ada yang gak beres' dalam hati gua.
Usut mengusut, akhirnya terbongkarlah masalah apa yang kini membuat guru favorit gua marah, kecewa dan sedih. Buku bukunya,rangkumannya, daftar nilainya lenyap dari mejanya pagi ini.
Semakin di usut, akhirnya terkuak, hal ini dimulai pada hari jumat lalu, saat ada tim penilaian UKS sekolah atau semacamnya lah, yang menentukan, apakah sekolah terjamin kesehatan dan kebersihannya atau enggak, dan itulah yang jadi pnyebab, penyebab yang membuat para tukang bersih bersih 'halal' menyingkirkan benda benda yang mengacak di atas meja, tidak ditaruh di file atau laci = disingkirkan !. Mungkin itu komando atasan, malah malah, ada yang lebih lucu, sekolah mendadak sibuk,mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari mewanti wanti murid agar bertingkah semanis mungkin sampai menyembunyikan, BACA ! M-E-N-Y-E-M-B-U-N-Y-I-K-A-N,makanan ber-msg dan saus, untuk hari itu. Sekolah mengajarkan untuk berbohong !. Untuk pandai pandai bertopeng dalam situasi penilaian, dasar SBL, Sekolah Bagus Luarnya.
Cermat-cermat aku mengawasi bu Efita, dasar lingkar matanya memerah, benih air matanya mulai menghiasi sudut dalam matanya, ya tuhanku, Tangannya malah tergetar hebat, dan lagi, bibir bawahnya habis digigitinya, siapa tak kecewa ? Rangkuman yang telah ia tulis tangan selama dia mengabdi, buku buku yang ia beli dengan jerih payahnya untuk pendidikan, nilai nilai yang ia dapatkan dari apa yang kami lakukan, disingkirkan ! Mungkin banyak tmen tmen gua yang gak nyadar soal ini, gara gara sibuk sama fisika, tapi bu efita, jangan menangis, ibu tetap kebanggaan, semangat ibu tetap jadi motivasi buat saya bu, kembalilah mendidik bu, telinga ini haus akan proklamir yang bisa ibu kasih.
(ini adalah note paling kontroversial yang pernah gua bikin, kalo abis gua tulis ini terus keadaan gua lenyap begitu aja,berarti petrus udah nemuin gua)
note : Jangan lebay please
Senin, 01 November 2010
ANSOS (anti-sosial)
Tidak sedikit, dari siswa-siswi SMA 1 BEKASI yang menilai pergaulan itu adalah nomor sekian,yang selalu tereja di otaknya hanya pendidikan pendidikan dan pendidikan.
Sepenting itukah pendidikan ? Jawabannya adalah iya, pendidikan adalah modal utama untuk kami bisa menyentuh dinding dinding tinggi pendidikan universitas.
Tapi, pendidikan ada juga bukan untuk dijadikan sebuah alasan untuk menjadi seorang penganut anti-sosial, semua juga meyakini toh ? Masa paling indah itu adalah masa sma,dan gak usah muna,karena gua tau, yang indah itu pasti bukan tentang limit ataupun ekonomi makro, tapi tentang sesuatu yang gak bisa dihitung secara matematis maupun dijabarkan secara teoritis, yang gua kenal dengan sebutan pertemanan.
Hayo, siapa yang tidak tahu makna tentang teman ? Tempat kita berbagi mulai dari canda tawa, hingga emosi melara, mulai dari perasaan biasa saja hingga timbul cinta.
Atau juga, mungkin salah satu dari kalian ada yang menitinya dari sebuah pertemanan yang ditakdirkan dibawah satu meja, bertukar pikiran dan merasa sejalan, saling menggenggam tangan, mungkin sampai sekarang, berdua menyusuri tapak tapak lantai sekolah, atau bergerombol dan berbagi tawa bersama.
Saat rintikan reda membasahi kursi kayu panjang yang tergeletak di pinggir lapangan voli, saat spektrum warna pelangi tersemat diantara senja yang mulai berani mengintip. Aku memandang penuh ke arah tengah sekolah, melihat lalu lalang para putih abu abu, wajah wajah yang amat gua kenal, suasana yang begitu menyenangkan, dan gua tahu, suasana seperti ini gak akan gua dapati lagi tahun depan, wajah wajah menyenangkan itu mungkin telah menyebar nusantara, 3 tahun ini amat tidak terasa, segala fase yang telah terjadi, tersimpan manis di sudut memori otak, ingat ! Di sudut, seperti hiasan guci atau vas bunga dalam rumah. Terlalu indah untuk dijadikan hiasan, bila kenangan ini ternilai harga, rupiah hasil 5 benua yang dijualpun tak sudi gua tukar dengan kenangan ini. Ini terlalu indah bung !
Jadi, masih inginkah kalian menutup diri wahai kawan ? Walau mesti gua akuin, terkadang, ada saat saat gua jenuh atau merasa tidak cocok dengan lingkungan sekitar,tapi itulah perbedaan, perbedaan yang membuat warna dalam kehidupan, bukan monoton hitam, perbedaan yang membuat kita kaya, perbedaan yang membuat kita saling melengkapi, jangan menjadi 'manusia yang orang lain inginkan' tapi jadilah diri lo sendiri, karena dengan itulah lo bisa nunjukin kelebihan lo
Sepenting itukah pendidikan ? Jawabannya adalah iya, pendidikan adalah modal utama untuk kami bisa menyentuh dinding dinding tinggi pendidikan universitas.
Tapi, pendidikan ada juga bukan untuk dijadikan sebuah alasan untuk menjadi seorang penganut anti-sosial, semua juga meyakini toh ? Masa paling indah itu adalah masa sma,dan gak usah muna,karena gua tau, yang indah itu pasti bukan tentang limit ataupun ekonomi makro, tapi tentang sesuatu yang gak bisa dihitung secara matematis maupun dijabarkan secara teoritis, yang gua kenal dengan sebutan pertemanan.
Hayo, siapa yang tidak tahu makna tentang teman ? Tempat kita berbagi mulai dari canda tawa, hingga emosi melara, mulai dari perasaan biasa saja hingga timbul cinta.
Atau juga, mungkin salah satu dari kalian ada yang menitinya dari sebuah pertemanan yang ditakdirkan dibawah satu meja, bertukar pikiran dan merasa sejalan, saling menggenggam tangan, mungkin sampai sekarang, berdua menyusuri tapak tapak lantai sekolah, atau bergerombol dan berbagi tawa bersama.
Saat rintikan reda membasahi kursi kayu panjang yang tergeletak di pinggir lapangan voli, saat spektrum warna pelangi tersemat diantara senja yang mulai berani mengintip. Aku memandang penuh ke arah tengah sekolah, melihat lalu lalang para putih abu abu, wajah wajah yang amat gua kenal, suasana yang begitu menyenangkan, dan gua tahu, suasana seperti ini gak akan gua dapati lagi tahun depan, wajah wajah menyenangkan itu mungkin telah menyebar nusantara, 3 tahun ini amat tidak terasa, segala fase yang telah terjadi, tersimpan manis di sudut memori otak, ingat ! Di sudut, seperti hiasan guci atau vas bunga dalam rumah. Terlalu indah untuk dijadikan hiasan, bila kenangan ini ternilai harga, rupiah hasil 5 benua yang dijualpun tak sudi gua tukar dengan kenangan ini. Ini terlalu indah bung !
Jadi, masih inginkah kalian menutup diri wahai kawan ? Walau mesti gua akuin, terkadang, ada saat saat gua jenuh atau merasa tidak cocok dengan lingkungan sekitar,tapi itulah perbedaan, perbedaan yang membuat warna dalam kehidupan, bukan monoton hitam, perbedaan yang membuat kita kaya, perbedaan yang membuat kita saling melengkapi, jangan menjadi 'manusia yang orang lain inginkan' tapi jadilah diri lo sendiri, karena dengan itulah lo bisa nunjukin kelebihan lo
BUKU TAHUNAN
Pagi pagi banget, waktu orang-orang lagi terbuai bunga bunga tidurnya, waktu fajar masih angkuh membagi sinarnya, waktu butiran embun masih membanjiri dedaunan, gua udah bangun, nginget hari ini gua bakalan khayang di depan gedung MPR, ralat, maksudnya, hari ini gua akan foto buku tahunan, buat dokumentasi sekaligus kenangan kelas kami, XII IPA 5.
Sumpah, gua amat teramat sangat gak semangat buat hari ini. Foto cui, foto !. Entah kenapa, gua gak terlalu mau mempublikasikan potret muka gua untuk umum, takut-takut, ntar media bisa tau kalo ternyata brad pitt punya kembaran, dan gak lucu aja kalo sampe ada pers conference
'jadi dika beneran adik anda ?'
'APAAA, TAU DARI MANA KALIAN'
JENGGG...JEJEEENG(musik didramatisir sebisa mungkin'
'benar atau tidak ?'
'baik saya akui !, memang dia saudara saya, tapi ini karena kekhilafan ayah saya yang mencabuli anjing sebelah'
JENG...JEJEENG
Terkuaklah misteri muka absurd gua sekarang.
Ngaco !, gua cuma gak bisa ngerasa percaya diri, apalagi mesti disandingin temen temen gua dalam 1 frame, gua cuma takut, gua takut jadi aksen buruk dalam frame trsebut, gua takut wajah gua cuma jadi polusi mata buat yang ngeliat foto tersebut, ujungnya apa ? Celaan. Ya, celaan, celaan yang selalu hilir mudik di kuping gua, celaan yang kayaknya amat melekat dalam diri gua, ya, termasuk celaan panjang yang gua pakai sekarang, Garing.
Tapi beneran, daripada gua dicela, mending gua milih diem, daripada gua malu maluin diri gua sndri, itu namanya dzalim toh ? Dzalim terhadap diri sendiri tepatnya. Gua gak salah toh ?.
Semua teman tampak ceria, berlenggak lenggok dengan lengkap memakai baju-bollywood-yang-lebih-kaya-baju-kondangan-sunatan-kambing.
Tapi mereka tetap pede, semua terpancar di wajah wajah mereka, wajah penggila foto, tipe tipe orang yang punya puluhan album di facebook. Tipe tipe orang yang bakalan makanin tripod kamera kalo frustasi.
Tapi enggak apa, tampang mereka emang pantas buat diabadikan,tampang tampang anak kota kebanyakan.
'yap, scene trakhir ya' kata fotografernya.
'jadi posenya, ntar kalian pose lari ya, hitungan ke 3, angkat kaki kanannya, dan colok mata teman di depannya !, ralat, dan kedepankan tangan kanan. Pura puralah kalian sedang berlari' pandunya.
Aneh, padahal menurut gua, kalau ingin mendapatkan gambar orang berlari, adalah dengan memotret orang yang berlari, bukan orang-orang-yang-pura-pura-berlari. Bukankah itu akan lebih terlihat lebih natural ? Dan menjadi lebih memiliki jiwanya.
Tidak dibuat-buat, seperti dalam kehidupan, tanpa dibuat buat pasti akan lebih baik, tanpa topeng, tanpa kebohongan, tanpa beban.
Sumpah, gua amat teramat sangat gak semangat buat hari ini. Foto cui, foto !. Entah kenapa, gua gak terlalu mau mempublikasikan potret muka gua untuk umum, takut-takut, ntar media bisa tau kalo ternyata brad pitt punya kembaran, dan gak lucu aja kalo sampe ada pers conference
'jadi dika beneran adik anda ?'
'APAAA, TAU DARI MANA KALIAN'
JENGGG...JEJEEENG(musik didramatisir sebisa mungkin'
'benar atau tidak ?'
'baik saya akui !, memang dia saudara saya, tapi ini karena kekhilafan ayah saya yang mencabuli anjing sebelah'
JENG...JEJEENG
Terkuaklah misteri muka absurd gua sekarang.
Ngaco !, gua cuma gak bisa ngerasa percaya diri, apalagi mesti disandingin temen temen gua dalam 1 frame, gua cuma takut, gua takut jadi aksen buruk dalam frame trsebut, gua takut wajah gua cuma jadi polusi mata buat yang ngeliat foto tersebut, ujungnya apa ? Celaan. Ya, celaan, celaan yang selalu hilir mudik di kuping gua, celaan yang kayaknya amat melekat dalam diri gua, ya, termasuk celaan panjang yang gua pakai sekarang, Garing.
Tapi beneran, daripada gua dicela, mending gua milih diem, daripada gua malu maluin diri gua sndri, itu namanya dzalim toh ? Dzalim terhadap diri sendiri tepatnya. Gua gak salah toh ?.
Semua teman tampak ceria, berlenggak lenggok dengan lengkap memakai baju-bollywood-yang-lebih-kaya-baju-kondangan-sunatan-kambing.
Tapi mereka tetap pede, semua terpancar di wajah wajah mereka, wajah penggila foto, tipe tipe orang yang punya puluhan album di facebook. Tipe tipe orang yang bakalan makanin tripod kamera kalo frustasi.
Tapi enggak apa, tampang mereka emang pantas buat diabadikan,tampang tampang anak kota kebanyakan.
'yap, scene trakhir ya' kata fotografernya.
'jadi posenya, ntar kalian pose lari ya, hitungan ke 3, angkat kaki kanannya, dan colok mata teman di depannya !, ralat, dan kedepankan tangan kanan. Pura puralah kalian sedang berlari' pandunya.
Aneh, padahal menurut gua, kalau ingin mendapatkan gambar orang berlari, adalah dengan memotret orang yang berlari, bukan orang-orang-yang-pura-pura-berlari. Bukankah itu akan lebih terlihat lebih natural ? Dan menjadi lebih memiliki jiwanya.
Tidak dibuat-buat, seperti dalam kehidupan, tanpa dibuat buat pasti akan lebih baik, tanpa topeng, tanpa kebohongan, tanpa beban.
Selasa, 26 Oktober 2010
MARS dan VENUS
by Andhika Dwi Putra on Monday, October 25, 2010 at 7:10pm
Kita terlalu mudah memandang manusia secara generalisasi, padahal kita tahu, manusia terbagi menjadi 2 wujud fisik, satu bernama pria, dan satu lagi wanita,
pernah dengar istilah 'Pria dari mars dan wanita dari venus' ?, waktu pertama kali dnger, pikiram gua langsung terbang kemana mana, aah, jadi manusia itu dari mars ? Jadi manusia itu alien ? Jadi ternyata lobang dubur gua bisa berfungsi sebagai alat pernafasan sekunder ? Waw hebat.
Dan wanita dari venus ? Ini lebih hebat, pasti mereka memiliki kemampuan khusus, kemampuan yang amat menakjubkan, ya betul, mereka bisa ngupil pake linggis !
Tapi sayangnya itu salah, stelah gua kaji ternyata, dahulu kala, para Mars mengintip para Venus melalui teleskop, mereka menyadari, ternyata kata indah itu ada adalah untuk diucapkan pada kaum venus, kamu Mars pun jatuh cinta,Mars pun melakukan penjelajahan, untuk pergi ke venus, dengan melalui jalur godaan halang rintang, serangan dimensi galaksi atau lubang hitam akhirnya mereka berlabuh, dan anehnya planet venus menerima mereka dengan dada terbuka(hueh) maksudnya tangan terbuka, inilah intuitif makhluk venus, yang tahu bahwa hari itu pasti tiba, hari dimana degupan kencang di dadanya terus berdetak dengan hebat tatkala mata mereka saling bertemu, yang berikutnya saya sebut, intuisi venus, atau yang sekarang disebut intuisi wanita, cinta tumbuh diantara mereka, dan sekali lagi, mereka baru mengerti tentang arti kata cinta, mengapa kata cinta ada ? Karena itu adalah jalan untuk menggambarkan kisah mereka yang penuh kebahagiaan waktu itu.
Akankah terus bahagia ? Enggak ! Mereka merasa hidup mereka terasa trlalu monoton !, setiap umbaran cinta sekarang dianggap gombal, mulailah terlihat, sifat asli dari para Mars dan para Venus, perbedaan mereka sekarang menciptakan dinding semu diantara mereka, coba bila pria dan wanita dapat menghormati perbedaan trsebut, maka cinta pun pasti sudah bisa tumbuh lebat walau di tempat segersang venus.
Berikut adalah beberapa perbedaannya:
1.wanita butuh perhatian
pria btuh kepercayaan.
'wanita akan merasa istimewa dengan perhatian perhatian sekecil apapun, yang membuat wanita merasa dipedulikan, dan pria butuh dipercayai, bahwa segala sesuatu yang ia telah melakukan yang terbaik, jangan curigai pria'
2.wanita butuh pengertian
pria btuh penerimaan apa adanya
'terkadang wanita tidak butuh solusi, wanita lebih butuh pria mendengarkannya tanpa menghakimi atau memojokkannya walau ia salah, wanita ingin empati dari pria,seangkan pria, ingin mencintai orang tanpa mengubah dirinya sndri, sehingga dia bisa merasa diterima dengan wujud apa adanya'
3.wanita butuh dihormati
pria butuh dihargai
'ketika pria memperlakukan wanita dngan memandang dan mengakui hak, harapan dan kebutuhan, wanita akan merasa dia memiliki nilai, dan merasa harga dirinya dijaga penuh oleh pria, sedangkan pria, dia btuh pnghargaan, agar dia tahu, segala yang diberinya tidak sia sia'
itu bukan secara garis besar, setiap waktu bisa saja menjadi berbanding kebalik dengan kenyataannya.
Terus kenapa mereka bisa putus ? Atau patah hati ?
Nah ini dia,( kok kedngerannya kayak kolom mesum di koran) terkadang entah Mars dan Venus terjebak dengan ego masing masing, mulai dari bosan sampai ingin mencari yang lebih baik dan lebih mengerti dia,
untuk yang ditinggalkan, tentu akan merasa patah hati,dan menutup pintu hatinya rapat rapat, lagh lagi kata kata klise tersemat diantara pnyesalannya 'aah, hatiku sudah hancur berkeping keping, tak mau lagi aku mencinta' enggak banget menurut gua. Padahal, seberkeping kepingnya itu, bila ada kemauan, itu masih bisa disusun, keping keping hati yang rusak itu, bila dihadapi dngan kesabaran dan jiwa besar pasti bisa tersusun lagi, seperti bermain puzle, rasa sakit hati itu timbul karena, disaat anda sedang sayang sayangnya, dan belum bisa menggantikan memori tentangnyalah yang membuat itu jadi perih, coba buka hatimu, bukalah hatimu, makanya kalau sakit hati, banyak banyak dngerin lagu armada yang satu itu minimal 4 jam aja, pasti bisa , bisa kayak otak gua, otak yang udah di vonis dokter kena sipilis stadium lanjut.
Jadi, intinya, bagi kalian kaum Mars atau Venus , jangan sering sering dngerin armada kalau gak mau sipilis tingkat lanjut, eh ralat, jangan terlalu ego dengan diri masing masing, coba mengerti mars/venus pasangan anda, dan bagi anda yang patah hati, marilah bangkit dan nyanyikan buka hatimu :D
pernah dengar istilah 'Pria dari mars dan wanita dari venus' ?, waktu pertama kali dnger, pikiram gua langsung terbang kemana mana, aah, jadi manusia itu dari mars ? Jadi manusia itu alien ? Jadi ternyata lobang dubur gua bisa berfungsi sebagai alat pernafasan sekunder ? Waw hebat.
Dan wanita dari venus ? Ini lebih hebat, pasti mereka memiliki kemampuan khusus, kemampuan yang amat menakjubkan, ya betul, mereka bisa ngupil pake linggis !
Tapi sayangnya itu salah, stelah gua kaji ternyata, dahulu kala, para Mars mengintip para Venus melalui teleskop, mereka menyadari, ternyata kata indah itu ada adalah untuk diucapkan pada kaum venus, kamu Mars pun jatuh cinta,Mars pun melakukan penjelajahan, untuk pergi ke venus, dengan melalui jalur godaan halang rintang, serangan dimensi galaksi atau lubang hitam akhirnya mereka berlabuh, dan anehnya planet venus menerima mereka dengan dada terbuka(hueh) maksudnya tangan terbuka, inilah intuitif makhluk venus, yang tahu bahwa hari itu pasti tiba, hari dimana degupan kencang di dadanya terus berdetak dengan hebat tatkala mata mereka saling bertemu, yang berikutnya saya sebut, intuisi venus, atau yang sekarang disebut intuisi wanita, cinta tumbuh diantara mereka, dan sekali lagi, mereka baru mengerti tentang arti kata cinta, mengapa kata cinta ada ? Karena itu adalah jalan untuk menggambarkan kisah mereka yang penuh kebahagiaan waktu itu.
Akankah terus bahagia ? Enggak ! Mereka merasa hidup mereka terasa trlalu monoton !, setiap umbaran cinta sekarang dianggap gombal, mulailah terlihat, sifat asli dari para Mars dan para Venus, perbedaan mereka sekarang menciptakan dinding semu diantara mereka, coba bila pria dan wanita dapat menghormati perbedaan trsebut, maka cinta pun pasti sudah bisa tumbuh lebat walau di tempat segersang venus.
Berikut adalah beberapa perbedaannya:
1.wanita butuh perhatian
pria btuh kepercayaan.
'wanita akan merasa istimewa dengan perhatian perhatian sekecil apapun, yang membuat wanita merasa dipedulikan, dan pria butuh dipercayai, bahwa segala sesuatu yang ia telah melakukan yang terbaik, jangan curigai pria'
2.wanita butuh pengertian
pria btuh penerimaan apa adanya
'terkadang wanita tidak butuh solusi, wanita lebih butuh pria mendengarkannya tanpa menghakimi atau memojokkannya walau ia salah, wanita ingin empati dari pria,seangkan pria, ingin mencintai orang tanpa mengubah dirinya sndri, sehingga dia bisa merasa diterima dengan wujud apa adanya'
3.wanita butuh dihormati
pria butuh dihargai
'ketika pria memperlakukan wanita dngan memandang dan mengakui hak, harapan dan kebutuhan, wanita akan merasa dia memiliki nilai, dan merasa harga dirinya dijaga penuh oleh pria, sedangkan pria, dia btuh pnghargaan, agar dia tahu, segala yang diberinya tidak sia sia'
itu bukan secara garis besar, setiap waktu bisa saja menjadi berbanding kebalik dengan kenyataannya.
Terus kenapa mereka bisa putus ? Atau patah hati ?
Nah ini dia,( kok kedngerannya kayak kolom mesum di koran) terkadang entah Mars dan Venus terjebak dengan ego masing masing, mulai dari bosan sampai ingin mencari yang lebih baik dan lebih mengerti dia,
untuk yang ditinggalkan, tentu akan merasa patah hati,dan menutup pintu hatinya rapat rapat, lagh lagi kata kata klise tersemat diantara pnyesalannya 'aah, hatiku sudah hancur berkeping keping, tak mau lagi aku mencinta' enggak banget menurut gua. Padahal, seberkeping kepingnya itu, bila ada kemauan, itu masih bisa disusun, keping keping hati yang rusak itu, bila dihadapi dngan kesabaran dan jiwa besar pasti bisa tersusun lagi, seperti bermain puzle, rasa sakit hati itu timbul karena, disaat anda sedang sayang sayangnya, dan belum bisa menggantikan memori tentangnyalah yang membuat itu jadi perih, coba buka hatimu, bukalah hatimu, makanya kalau sakit hati, banyak banyak dngerin lagu armada yang satu itu minimal 4 jam aja, pasti bisa , bisa kayak otak gua, otak yang udah di vonis dokter kena sipilis stadium lanjut.
Jadi, intinya, bagi kalian kaum Mars atau Venus , jangan sering sering dngerin armada kalau gak mau sipilis tingkat lanjut, eh ralat, jangan terlalu ego dengan diri masing masing, coba mengerti mars/venus pasangan anda, dan bagi anda yang patah hati, marilah bangkit dan nyanyikan buka hatimu :D
Senin, 25 Oktober 2010
Curhatan anak kelas 3 SMA : Jelek
Entah kenapa, remaja itu selalu memiliki kaitan erat sama yang namanya cinta, banyak cerita, dari cinta pertama, hingga cinta yang berlabuh ke pelaminan.
Tapi terkadang ada juga beberapa yang terjebak dalam siklus: suka-jadian-bertengkar-putus-suka-jadian-bertengkar-putus, lucu bila mengingat siklus trsebut. awal awal pacaran, kata kata klise 'slamanya' 'hanya kamu' 'abadi' atau ' i love u' menjadi andalan pengantar tidur kekasih melewati pesan singkat.
Lalu pertengkaran tak terelakkan, mereka bersemangat membela kesalahan mereka masing masing, saling menganggap kesalahan yang dilakukan itu lumrah. Dan siklus berakhir di kata 'putus', kata yang ngebuat beberapa orang ngeakhirin hidupnya di tambang yang tergantung kuat di balok rumah, atau nadi yang putus digores kaca.
Menurut survey, mereka yang memiliki keberuntungan dari segi fisik dan finansial lah, yang akan menang dari seleksi wanita wanita kota kebanyakan.
Bagaimana dengan aku ? Wajah di bawah standar edar, mungkin bila sekolah menjadikan kualitas wajah sebagai salah satu pertimbangan naik kelas, aku pasti kini sudah frustasi karena tidak naik naik kelas. Kenapa aku percaya kalau aku jelek ?
Ada 2 kisah tentang itu:
pertama, saat dulu motorku rusak, terpaksa aku harus naik umum, baik pergi maupun pulang.
Setelah bel pulang berbunyi, entah kenapa aku gak bergairah untuk berlama lama disekolah, jadi kuputuskan untuk segera pulang, dengan umum tentunya. Aku duduk di bangku depan, satu menit, 2 menit, hingga 10 menit, angkutan umum ini masih mangkal, perlahan angkutan penuh oleh kami para putih abu abu. Kuintip di spion tengah, ada 3 gadis tengah menggosip seru, sama sekali tidak ada niatan menguping, tapi suara mereka memaksa aku ikut mendengarkan, mereka asik membicarakan erick, teman sebangkuku, wah ternyata erick cukup tenar juga di kancah 3 adik kelas ini
A:kak erick kalo diliatin manis juga yah
b: ih masa ? Biasa aja ah, maksud lo kak erick yang suka bareng kak dice kan'
a: iya yang suka bareng sama kak dice
c: hah ? Kak dice, kak dice yang mana sih ? Kayaknya pernah dnger
A:itu loh, yang TONGGOS
B: iya yang GENDUT
C: jelek ?
B:BANGET
A:IYALAH
aih nista, sejelek-itukah-aku ? Hebat skali cepatnya wanita mengganti status orang dalam pmbicaraan, status aku yang tadinya sebagai teman erick 5 menit kemudian bisa jadi seperti mutasi beruang kutub dan berang berang.
Nah, pengalaman kedua, walau bukan dengan kata kata, tapi ini beberapa kali lipat lebih menyakitkan.
Tidak pede bergaul dengan tatap wajah, aku putusin buat punya facebook. Entah kenapa dengan facebook aku menjadi memiliki sebuah ekspetasi, ekspetasi besar, ekspetasi yang ngebuat aku foto berjam jam demi mendapat hasil jepretan yang nyerempet kata bagus, dan itu berhasil. Satu foto yang langsung gua taruh dan pampang di fb, kok cakep ya ? Aku jadi bingung.
Efek dari foto ini jadi besar banget, banyak cewek yang tergaet dengan foto-yang-dihasilkan-berjam-jam, salah satunya cantik, manis dan humoris, kami terlalu cepat akrab, terlalu hebat perkenalan kami hanya melewati facebook, tapi aku merasa sperti sudah klop dengan acha.
'dik, ketemuan yuk'
'ayu aja'
obrolan singkat di chat facebook lah yang jadi awal petaka.
Di mall kami janjian bertemu, dia menanti di depan stand J.CO, aku tahu itu dia, karena sesuai dengan code dress yang ia beri, mukanya penuh pengharapan dengan sesekali melirik mencari teman tampan di facebook. Aku menyapa,
'Icha yah ?'
'iya, siapa yah ?'
'dika'
'kok ?'
dia diam, muka airnya jelas kini berubah, tatapannya mengadili tubuhku yang tak sesuai harapannya, terpancar wajah tak percaya dan kesal.
'sori dik, gua ada keperluan, gua duluan'
walau aku tau itu hanya alasan, tapi
aku memilih diam dan mengangguk.
aku terus menatapnya, hingga sosoknya menjadi titik dan akhirnya menghilang. Petir mengutukku menjadi batu, pikiranku waktu itu belum bisa menerima hal secepat itu.
Aku terdiam hebat, galau. Hingga aku akhirnya memutuskan menerobos berlari menembus hujan, tapi tak lama aku kembali, sempat sempatnya aku lupa, waktu itu motorku masih ada di parkiran.
Itulah, ekspetasi, ekspetasi karena pngen lebih dihargain dan dapat perlakuan layak, ekspetasi yang berharap acha akan mengangguk saat kukatakan 'maukah jadi pendampingku' yang ngebuat akhirnya aku patah hati
coba bila ekspetasiku adalah hanya untuk melihat atau paling mentok berbicara dngannya, pasti bukan sakit hati yang kudapat, tapi kepuasan.
Tapi terkadang ada juga beberapa yang terjebak dalam siklus: suka-jadian-bertengkar-putus-suka-jadian-bertengkar-putus, lucu bila mengingat siklus trsebut. awal awal pacaran, kata kata klise 'slamanya' 'hanya kamu' 'abadi' atau ' i love u' menjadi andalan pengantar tidur kekasih melewati pesan singkat.
Lalu pertengkaran tak terelakkan, mereka bersemangat membela kesalahan mereka masing masing, saling menganggap kesalahan yang dilakukan itu lumrah. Dan siklus berakhir di kata 'putus', kata yang ngebuat beberapa orang ngeakhirin hidupnya di tambang yang tergantung kuat di balok rumah, atau nadi yang putus digores kaca.
Menurut survey, mereka yang memiliki keberuntungan dari segi fisik dan finansial lah, yang akan menang dari seleksi wanita wanita kota kebanyakan.
Bagaimana dengan aku ? Wajah di bawah standar edar, mungkin bila sekolah menjadikan kualitas wajah sebagai salah satu pertimbangan naik kelas, aku pasti kini sudah frustasi karena tidak naik naik kelas. Kenapa aku percaya kalau aku jelek ?
Ada 2 kisah tentang itu:
pertama, saat dulu motorku rusak, terpaksa aku harus naik umum, baik pergi maupun pulang.
Setelah bel pulang berbunyi, entah kenapa aku gak bergairah untuk berlama lama disekolah, jadi kuputuskan untuk segera pulang, dengan umum tentunya. Aku duduk di bangku depan, satu menit, 2 menit, hingga 10 menit, angkutan umum ini masih mangkal, perlahan angkutan penuh oleh kami para putih abu abu. Kuintip di spion tengah, ada 3 gadis tengah menggosip seru, sama sekali tidak ada niatan menguping, tapi suara mereka memaksa aku ikut mendengarkan, mereka asik membicarakan erick, teman sebangkuku, wah ternyata erick cukup tenar juga di kancah 3 adik kelas ini
A:kak erick kalo diliatin manis juga yah
b: ih masa ? Biasa aja ah, maksud lo kak erick yang suka bareng kak dice kan'
a: iya yang suka bareng sama kak dice
c: hah ? Kak dice, kak dice yang mana sih ? Kayaknya pernah dnger
A:itu loh, yang TONGGOS
B: iya yang GENDUT
C: jelek ?
B:BANGET
A:IYALAH
aih nista, sejelek-itukah-aku ? Hebat skali cepatnya wanita mengganti status orang dalam pmbicaraan, status aku yang tadinya sebagai teman erick 5 menit kemudian bisa jadi seperti mutasi beruang kutub dan berang berang.
Nah, pengalaman kedua, walau bukan dengan kata kata, tapi ini beberapa kali lipat lebih menyakitkan.
Tidak pede bergaul dengan tatap wajah, aku putusin buat punya facebook. Entah kenapa dengan facebook aku menjadi memiliki sebuah ekspetasi, ekspetasi besar, ekspetasi yang ngebuat aku foto berjam jam demi mendapat hasil jepretan yang nyerempet kata bagus, dan itu berhasil. Satu foto yang langsung gua taruh dan pampang di fb, kok cakep ya ? Aku jadi bingung.
Efek dari foto ini jadi besar banget, banyak cewek yang tergaet dengan foto-yang-dihasilkan-berjam-jam, salah satunya cantik, manis dan humoris, kami terlalu cepat akrab, terlalu hebat perkenalan kami hanya melewati facebook, tapi aku merasa sperti sudah klop dengan acha.
'dik, ketemuan yuk'
'ayu aja'
obrolan singkat di chat facebook lah yang jadi awal petaka.
Di mall kami janjian bertemu, dia menanti di depan stand J.CO, aku tahu itu dia, karena sesuai dengan code dress yang ia beri, mukanya penuh pengharapan dengan sesekali melirik mencari teman tampan di facebook. Aku menyapa,
'Icha yah ?'
'iya, siapa yah ?'
'dika'
'kok ?'
dia diam, muka airnya jelas kini berubah, tatapannya mengadili tubuhku yang tak sesuai harapannya, terpancar wajah tak percaya dan kesal.
'sori dik, gua ada keperluan, gua duluan'
walau aku tau itu hanya alasan, tapi
aku memilih diam dan mengangguk.
aku terus menatapnya, hingga sosoknya menjadi titik dan akhirnya menghilang. Petir mengutukku menjadi batu, pikiranku waktu itu belum bisa menerima hal secepat itu.
Aku terdiam hebat, galau. Hingga aku akhirnya memutuskan menerobos berlari menembus hujan, tapi tak lama aku kembali, sempat sempatnya aku lupa, waktu itu motorku masih ada di parkiran.
Itulah, ekspetasi, ekspetasi karena pngen lebih dihargain dan dapat perlakuan layak, ekspetasi yang berharap acha akan mengangguk saat kukatakan 'maukah jadi pendampingku' yang ngebuat akhirnya aku patah hati
coba bila ekspetasiku adalah hanya untuk melihat atau paling mentok berbicara dngannya, pasti bukan sakit hati yang kudapat, tapi kepuasan.
Curhatan anak kelas 3 SMA: Pelajaran
Setiap detik, setiap malam, setiap minggu, pikiranku selalu diatas namakan oleh pelajaran, bukan hanya aku, ibu dan ayahku mungkin begitu, akan jadi apa anaknya nanti, saat sebayanya sibuk mempelajari aksioma, aku sibuk mencuri waktu untuk bermain game, ibuku seperti sudah kepayahan dengan sikapku, terkadang dia menangis, padahal jelas, matanya sudah terlalu lembab oleh perihal lainnya yang membantu detak jantung ibuku melemah.
Oh ibu bapak guruku tercinta, berhentilah kalian bercerita dengan bahasa yang tidak kupahami : Aksioma, mendel, relativitas, pertidaksamaan,glikolisis ataupun metabolisme, tak satupun menyentuh otakku.
Hitung dan hitung, aaah, hal kecilpun harus dihitung. Sangat berlawanan dengan pemikir realis macamku, orang orang sedang susah mencari berapa grativasi saat melihat bolpoin terjatuh, dan aku tertawa kecil, lucu, semua orang mengabaikan hal kecil, benda jatuh kan semestinya diambil, bukan dihitung, aku juga memiliki kisah lucu tentang itu.
A:lihat buku jatuh
b: oh ya ?
C: mari kita hitung, apa yang mesti kita cari sekarang
a: berapa elevasinya
c: oh ya betul
a: cari massa buku
c: iya, lalu ?
a: tentukan berapa gravitasinya
c: ah iya iya, lalu ?
B: cari berapa gadingnya ?
c: ah iya
a: ...
C: eh ?
B pun diarak keliling sekolah.
Tapi aku harus mengakui, secara akademis aku amat kurang dari cukup, pelajaran sastra yang aku sukai pun, aku masih mesti ikut perbaikan nilai, orang terbodoh di kelas, aku sedikit terhibur oleh kata budeku, 'gak apa toh dik ? Lebih baik jadi yang terjelek dari yang terbaik, daripada terbaik dari yang terjelek,
lebih baik menjadi yang terbaik dari yang terbaik lah, ibuku menimpali gemas pendapat bude,
terderai tawa alami dahulu, yang tak lagi, aku, ibu, atau budeku rasakan, nanti akan kutulis tentang bude dan keceriaanya yang juga sudah lama hilang, keep reading
Oh ibu bapak guruku tercinta, berhentilah kalian bercerita dengan bahasa yang tidak kupahami : Aksioma, mendel, relativitas, pertidaksamaan,glikolisis ataupun metabolisme, tak satupun menyentuh otakku.
Hitung dan hitung, aaah, hal kecilpun harus dihitung. Sangat berlawanan dengan pemikir realis macamku, orang orang sedang susah mencari berapa grativasi saat melihat bolpoin terjatuh, dan aku tertawa kecil, lucu, semua orang mengabaikan hal kecil, benda jatuh kan semestinya diambil, bukan dihitung, aku juga memiliki kisah lucu tentang itu.
A:lihat buku jatuh
b: oh ya ?
C: mari kita hitung, apa yang mesti kita cari sekarang
a: berapa elevasinya
c: oh ya betul
a: cari massa buku
c: iya, lalu ?
a: tentukan berapa gravitasinya
c: ah iya iya, lalu ?
B: cari berapa gadingnya ?
c: ah iya
a: ...
C: eh ?
B pun diarak keliling sekolah.
Tapi aku harus mengakui, secara akademis aku amat kurang dari cukup, pelajaran sastra yang aku sukai pun, aku masih mesti ikut perbaikan nilai, orang terbodoh di kelas, aku sedikit terhibur oleh kata budeku, 'gak apa toh dik ? Lebih baik jadi yang terjelek dari yang terbaik, daripada terbaik dari yang terjelek,
lebih baik menjadi yang terbaik dari yang terbaik lah, ibuku menimpali gemas pendapat bude,
terderai tawa alami dahulu, yang tak lagi, aku, ibu, atau budeku rasakan, nanti akan kutulis tentang bude dan keceriaanya yang juga sudah lama hilang, keep reading
Curhatan anak kelas 3 SMA : Demokrasi
Dibawah deraian hujan, aku bernyanyi nyanyi dengan kata verbal.
Aku pelajar 3 sma, memiliki sahabat yang biasa disebut 'kesunyian', entah kenapa, dia slalu hadir untukku, disaat aku sendiri, hanya kesunyian yang menghiburku dengan diamnya.
Hebat, klise , kampungan, bermacam ragam komentar orang akanku, mereka berpikir aku trlalu lemah, hanya karena berpikir, pria yang suka menulis itu sangat jauh dari jantan. Aneh bukan ? Mereka lebih mempunyai waktu untuk mencela daripada berkarya, tak apalah, toh dengan mereka mengomentari aku, aku tahu mereka peduli denganku, aku berpengaruh dengan kehidupan mereka, dan aku ? Ada tidaknya mereka tidak mempengaruhiku, ingat, aku seorang realis, bukan idealis, jangan paksa aku hidup sejalan dengan norma nilai yang berkembang, karena aku hanya ingin jalan dalam konsep hidupku sendiri. Satu pandanganku yang sama akan orang kebanyakan, pendidikan itu penting, pendidikan adalah harga mati untuk cerah masa depan, jadi disinilah aku, diantara mereka yang berbakat menjadi kepala negara sampai pengacara. Satu guru teladanku, Ibu efita namanya, dia pendidik, bukan pengajar, dia mendidik rasa nasionalis kami, ada garuda merah putih hidup dalam hati kami bung !.
Ibu efita amat pandai dalam mencermat setiap kata yang akan terurai dari mulutnya, hebat.
Seperti benih benih yang disirami air, kami pun tahu betapa mencintanya kami akan negeri ini, dan tindakan apa yang mungkin untuk kita lakukan, sedang guru lain diluar sana mungkin sedang sibuk menyiram benih itu dengan bensin, menggebu memang, tapi tidak pada tempatnya, hanya pikiran anarkis nantinya yang ada
'BAKAR'
'TURUN KE JALANAN'
'GEBRAK GERBANG DPR'
Memalukan pendemostran sekarang, Mengatasnamakan demokrasi seperti freepass membajak bis atau saling melempar batu dengan aparat, huh demokrasi, ironis bung , mereka bahkan hanya mngerti dari kata demos, sedangkan kratos mereka abaikan, ini berbukti dengan beberapa demonstran yang berlantang suara menjawab pertanyaan pers tentang apa motivasi mereka
'Hanya ikut ikutan saja'
'lumayan, sangunya bisa untuk mengepulkan dapur'.
Alangkah lucunya negeri ini, mereka berteriak tanpa tahu apa artinya, yang penting 4-5 lembaran imam bonjol bisa mengisi kantung mereka.
Maaf bila ini salah, aku hanya pelajar biasa, ingin bersuara, bukan dengan aksi menjemur diri atau menyiksa diri, tetapi dengan menulis sama seperti idolaku, Chairil anwar, siapa tidak kenal ? Manusia cerdas penggugah rasa nasioanalisme
Aku pelajar 3 sma, memiliki sahabat yang biasa disebut 'kesunyian', entah kenapa, dia slalu hadir untukku, disaat aku sendiri, hanya kesunyian yang menghiburku dengan diamnya.
Hebat, klise , kampungan, bermacam ragam komentar orang akanku, mereka berpikir aku trlalu lemah, hanya karena berpikir, pria yang suka menulis itu sangat jauh dari jantan. Aneh bukan ? Mereka lebih mempunyai waktu untuk mencela daripada berkarya, tak apalah, toh dengan mereka mengomentari aku, aku tahu mereka peduli denganku, aku berpengaruh dengan kehidupan mereka, dan aku ? Ada tidaknya mereka tidak mempengaruhiku, ingat, aku seorang realis, bukan idealis, jangan paksa aku hidup sejalan dengan norma nilai yang berkembang, karena aku hanya ingin jalan dalam konsep hidupku sendiri. Satu pandanganku yang sama akan orang kebanyakan, pendidikan itu penting, pendidikan adalah harga mati untuk cerah masa depan, jadi disinilah aku, diantara mereka yang berbakat menjadi kepala negara sampai pengacara. Satu guru teladanku, Ibu efita namanya, dia pendidik, bukan pengajar, dia mendidik rasa nasionalis kami, ada garuda merah putih hidup dalam hati kami bung !.
Ibu efita amat pandai dalam mencermat setiap kata yang akan terurai dari mulutnya, hebat.
Seperti benih benih yang disirami air, kami pun tahu betapa mencintanya kami akan negeri ini, dan tindakan apa yang mungkin untuk kita lakukan, sedang guru lain diluar sana mungkin sedang sibuk menyiram benih itu dengan bensin, menggebu memang, tapi tidak pada tempatnya, hanya pikiran anarkis nantinya yang ada
'BAKAR'
'TURUN KE JALANAN'
'GEBRAK GERBANG DPR'
Memalukan pendemostran sekarang, Mengatasnamakan demokrasi seperti freepass membajak bis atau saling melempar batu dengan aparat, huh demokrasi, ironis bung , mereka bahkan hanya mngerti dari kata demos, sedangkan kratos mereka abaikan, ini berbukti dengan beberapa demonstran yang berlantang suara menjawab pertanyaan pers tentang apa motivasi mereka
'Hanya ikut ikutan saja'
'lumayan, sangunya bisa untuk mengepulkan dapur'.
Alangkah lucunya negeri ini, mereka berteriak tanpa tahu apa artinya, yang penting 4-5 lembaran imam bonjol bisa mengisi kantung mereka.
Maaf bila ini salah, aku hanya pelajar biasa, ingin bersuara, bukan dengan aksi menjemur diri atau menyiksa diri, tetapi dengan menulis sama seperti idolaku, Chairil anwar, siapa tidak kenal ? Manusia cerdas penggugah rasa nasioanalisme
SIDE STORY D.I.C.K (kong)
'SETIAP BUTIR DALAM DASAR NEGARA PANCASILA ITU SUDAH MEWAKILKAN PRIBADI ORANG INDONESIA' Terang Ibu Maryam, yang dikenal sebagai guru tergalak di SMA 3, Tempat kong mencuri ilmu dahulu.
'ADA APA ?' Gerah Ibu Maryam melihat Kong mengangkat tangannya.Untuk sementara kong telah jadi pusat perhatian kelasnya X.3, bila ingin mencari sensasi, kong telah salah memilih guru yang tepat, pikir teman sekelasnya.
'maaf bu,menurut saya, masih ada sebuah lubang besar, yang bisa membuat kita terjatuh dalam presepsi yang rancu, tepatnya pada butir pertama, ketuhanan yang maha esa, seperti yang kita ketahui, negara kita memiliki beragam agama, bukan berpacu pada islam saja, negara seperti tidak menghormati makna dari bhineka tunggal ika itu sendiri, terlalu menganak emaskan agama islam, bukan bermaksud untuk memancing SARA,saya hanya sedikit meragukan kesempurnaan atau kesinkronan dari pancasila'.
Ibu Maryam terdiam sendiri, serasa diadili oleh pernyataan kontroversial yang sudah lama disembunyikan negara, seisi kelas terdiam terhenyak, yang tak lama menjadi gerakan membisik antar teman satu meja membenarkan pendapat Kong,
Bu Maryam semakin menelan ludah, baru kali ini dia merasa terpojok, benih keringatnya mulai membanjiri wajahnya.
Untung, bel pergantian jam berbunyi, untuk sementara Ibu maryam dapat bernafas lega, walau dia sekarang merasa menjadi murid yang memiliki peer untuk menjawab pertanyaan tersebut minggu depan.
Gara gara hal itu, hasilnya luar biasa, saat istirahat pertama Kong langsung dielu elukan dan dikerubuti, jelas dia sudah mampu membuat guru ter-killernya harus menjilat ludah sendiri. Teman temannya menaruh hormat.
Jauh di ujung kelas yang sama, ada wajah yang ikut tersenyum, Rida namanya, sosok yang telah lama mencuri mimpi mimpi indah kong tiap malam, gara gara kejadian tadi, bohong saja bila si Rida itu tak melihatnya, tapi kong lebih memilih kehormatannya ketimbang mimpi indahnya malam itu, menyisakan siratan keraguan dalam benak Rida 'tuhan, dia tak punya cukup waktu untuk membalas snyumku,apakah aku ini kurang cantik ?'.
Padahal, di atas Tigernya, Kong tengah bersenandu dngan kepala dipenuhi potret Rida, ah senyum dia itu.
***
Rida bercermin sambil sesekali mengucek matanya dan mendapati ternyata wajahnya memang tidak jelek, lalu kenapa Kong tidak acuh ?,Rida dilanda rasa yang tak biasanya, rasa yang datang tanpa seijinnya, dia tertarik dan suka dengan Kong, satu lagi bukti, fisik bukanlah perihal utama.bahkan, pikiran gila Rida pun telah merasa jatuh cinta.
Tapi lagi lagi tentang kehormatan, Kong memang manusia paling memegang tinggi gengsi, walau kenyataan malam itu Kong tidak bisa tidur terbayang senyum manis itu.tapi dia berusaha se normal mungkin saat berpapasan dengan Rida, padahal tangannya bergetar kencang, dan batinya terus berdoa 'Tuhan, beri kekuatan untuk melihat matanya'
Hari makin dimakan waktu, Ini waktunya !, batin Kong.Kong sudah bulat untuk membuang rasa gengsinya untuk hari ini, hari terakhir perpisahan sekolah yang berlokasi di Cisarua, Kong dengan mantap menghampiri Rida saat ia sedang sibuk menyisir jalan sendirian,
beratapkan langit mendung percakapan pun terjadi
'Rida' sapa kong
'eh. Iya ?' Rida tergugup menjawab
'ada sesuatu yang mau gua omongin' lanjut kong
'ngomong apa ?'
'gua suka sama lo, semenjak 3 tahun lalu, dan gua berani taruhan, kalo hari ini gua gak ngomong ini sama lo, pasti itu bakalan nyisain rasa penyesalan yang teramat sangat, mau lo jadi pacar gua ?'
'...' Rida hanya terdiam sambil menunduk, ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, sayangnya ini terlambat, Rida sudah memiliki sebuah pertimbangan
'gua juga suka banget sama lo, tapi Kong, maaf gua gak bisa'
'kenapa da ? Apa fisik gua ?'
'stop bahas fisik, gua gak peduli ama fisik, emang kenapa orang gendut ? Emang orang gendut gak berhak dicintai ? AGAMA KITA BEDA DAV, BEDA'
'...'Gantian sekarang Kong yang terdiam, memorinya seperti flashback ke masa silam, Agama dan agama lagi, lucu sekali, mendapati dirinya tengah menangis di bawah rintikan hujan yang membasahi tanah cisarua.
Kong lagi lagi diterpa sebuah pelajaran, tentang kehidupan, 'kehidupan adalah pendidik, dan selama kita hidup kita akan terus belajar'
kong belajar menerima perbedaan, kong belajar menghormati agama lain,
kong belajar cinta itu gak harus memiliki, tentang kasusnya, cinta rel kereta api, mesti saling mencintai, selamanya tidak akan dapat bersatu, demi tetap berjalannya kereta kehidupan, kong yang kristen, dan rida yang islam
'ADA APA ?' Gerah Ibu Maryam melihat Kong mengangkat tangannya.Untuk sementara kong telah jadi pusat perhatian kelasnya X.3, bila ingin mencari sensasi, kong telah salah memilih guru yang tepat, pikir teman sekelasnya.
'maaf bu,menurut saya, masih ada sebuah lubang besar, yang bisa membuat kita terjatuh dalam presepsi yang rancu, tepatnya pada butir pertama, ketuhanan yang maha esa, seperti yang kita ketahui, negara kita memiliki beragam agama, bukan berpacu pada islam saja, negara seperti tidak menghormati makna dari bhineka tunggal ika itu sendiri, terlalu menganak emaskan agama islam, bukan bermaksud untuk memancing SARA,saya hanya sedikit meragukan kesempurnaan atau kesinkronan dari pancasila'.
Ibu Maryam terdiam sendiri, serasa diadili oleh pernyataan kontroversial yang sudah lama disembunyikan negara, seisi kelas terdiam terhenyak, yang tak lama menjadi gerakan membisik antar teman satu meja membenarkan pendapat Kong,
Bu Maryam semakin menelan ludah, baru kali ini dia merasa terpojok, benih keringatnya mulai membanjiri wajahnya.
Untung, bel pergantian jam berbunyi, untuk sementara Ibu maryam dapat bernafas lega, walau dia sekarang merasa menjadi murid yang memiliki peer untuk menjawab pertanyaan tersebut minggu depan.
Gara gara hal itu, hasilnya luar biasa, saat istirahat pertama Kong langsung dielu elukan dan dikerubuti, jelas dia sudah mampu membuat guru ter-killernya harus menjilat ludah sendiri. Teman temannya menaruh hormat.
Jauh di ujung kelas yang sama, ada wajah yang ikut tersenyum, Rida namanya, sosok yang telah lama mencuri mimpi mimpi indah kong tiap malam, gara gara kejadian tadi, bohong saja bila si Rida itu tak melihatnya, tapi kong lebih memilih kehormatannya ketimbang mimpi indahnya malam itu, menyisakan siratan keraguan dalam benak Rida 'tuhan, dia tak punya cukup waktu untuk membalas snyumku,apakah aku ini kurang cantik ?'.
Padahal, di atas Tigernya, Kong tengah bersenandu dngan kepala dipenuhi potret Rida, ah senyum dia itu.
***
Rida bercermin sambil sesekali mengucek matanya dan mendapati ternyata wajahnya memang tidak jelek, lalu kenapa Kong tidak acuh ?,Rida dilanda rasa yang tak biasanya, rasa yang datang tanpa seijinnya, dia tertarik dan suka dengan Kong, satu lagi bukti, fisik bukanlah perihal utama.bahkan, pikiran gila Rida pun telah merasa jatuh cinta.
Tapi lagi lagi tentang kehormatan, Kong memang manusia paling memegang tinggi gengsi, walau kenyataan malam itu Kong tidak bisa tidur terbayang senyum manis itu.tapi dia berusaha se normal mungkin saat berpapasan dengan Rida, padahal tangannya bergetar kencang, dan batinya terus berdoa 'Tuhan, beri kekuatan untuk melihat matanya'
Hari makin dimakan waktu, Ini waktunya !, batin Kong.Kong sudah bulat untuk membuang rasa gengsinya untuk hari ini, hari terakhir perpisahan sekolah yang berlokasi di Cisarua, Kong dengan mantap menghampiri Rida saat ia sedang sibuk menyisir jalan sendirian,
beratapkan langit mendung percakapan pun terjadi
'Rida' sapa kong
'eh. Iya ?' Rida tergugup menjawab
'ada sesuatu yang mau gua omongin' lanjut kong
'ngomong apa ?'
'gua suka sama lo, semenjak 3 tahun lalu, dan gua berani taruhan, kalo hari ini gua gak ngomong ini sama lo, pasti itu bakalan nyisain rasa penyesalan yang teramat sangat, mau lo jadi pacar gua ?'
'...' Rida hanya terdiam sambil menunduk, ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, sayangnya ini terlambat, Rida sudah memiliki sebuah pertimbangan
'gua juga suka banget sama lo, tapi Kong, maaf gua gak bisa'
'kenapa da ? Apa fisik gua ?'
'stop bahas fisik, gua gak peduli ama fisik, emang kenapa orang gendut ? Emang orang gendut gak berhak dicintai ? AGAMA KITA BEDA DAV, BEDA'
'...'Gantian sekarang Kong yang terdiam, memorinya seperti flashback ke masa silam, Agama dan agama lagi, lucu sekali, mendapati dirinya tengah menangis di bawah rintikan hujan yang membasahi tanah cisarua.
Kong lagi lagi diterpa sebuah pelajaran, tentang kehidupan, 'kehidupan adalah pendidik, dan selama kita hidup kita akan terus belajar'
kong belajar menerima perbedaan, kong belajar menghormati agama lain,
kong belajar cinta itu gak harus memiliki, tentang kasusnya, cinta rel kereta api, mesti saling mencintai, selamanya tidak akan dapat bersatu, demi tetap berjalannya kereta kehidupan, kong yang kristen, dan rida yang islam
D.I.C.K (lanjutan)
Suasana malam ini jadi terasa enggak banget, diem-dieman gini, malesin.Hanya heronya mariah carey yang terdengar di kuping kuping kami.
Suasana diselamatin sama mas mas os yang ganti channel tv jadi berita politik.
'ah gayus lagi, bosen gua' citra membuka percakapan
'gayus udah diamanin blom sih ?' tanya kong
'tauk' jawab gua singkat.
'yang parah mah kemaren kong, anak kecil mati kesamber petir' tambah gua
'trus gimana ? Ketangkep ?' kata indra
'ketangkep ? Maksud lo apaan ?' tanya kong
'petirnya'
'...'
gua makin curiga, kayaknya indra dulu lulus tk aja mesti nyogok.
Tapi gak apalah, gara gara topik tadi akhirnya bisa breaking ice diantara kita,gak sadar juga sih, ternyata kita cekikikan udah sampe larut, saat bulan tengah menggagahi sempurna malamnya, makin banyak aja yang nongkrong di onestop, satu persatu gua liatin koloni demi koloni, diatas meja mereka udah terjajar rapi minuman keras, gua gak abis pkir,
'liat deh tuh ndra' kata gua sambil mata gua ngelirik ke arah koloni berminuman keras
'ih, emang boleh ya,kata nyokap indra kan itu minuman setan ?' jawab indra
'tauk'
'parah emang nih yah dik, kalo mereka minum itu ntar setan minum apa dong ?'
'au ah' jawab gua pasrah, jelas gua udah salah milih temen ngbrol
'SETAN MINUMNYA ES CAPPUCINO NDRA' kata citra sedikit nyindir kong
'maksud lo apa sih ? Sensi banget lo ama gua ? Kenapa ? Numbuh jerawat lo ? Atau lagi dapet ? Dasar CEWEK !'
'APA LO ?' kata citra nyolot
'AGHH,Tau ah, balik yu ndra udah malem' (indra emang biasa pulang bareng sama kong, soalnya indra gak berani pulang sndri, jadi kong balik,indra selalu ngintil, soalnya yang rumahnya searah cuma kong'
'yah elah kong' kata gua
'balik juga gak lo dik ?' tanya kong
'gak, dika disini dulu ama gua !' potong citra
'terserahlah' kong berkata sambil berlalu
'balik dulu yah' ijin indra.
Aah, saat saat kayak gini nih yang paling gua benci, saat dimana lo gak tau mesti ngapain dan dihadapin pilihan serba salah, rasanya gak jauh beda kayak lo disuruh mantengin iklan tory tory 3jam nonstop.
Perlu diketahuin, gua sama citra statusnya adalah mantan, mungkin bisa baca side storynya di 'kekasih gelap', gua sepakat sama dia untuk nyudahin semuanya dan tetap berteman.
Jadi sekarang isinya cuma percakapan gua dan citra.
'dik'
'iya cit ?'
'makasih yah udah mau nemenin gua'
'oke never mind'
'dik'
'ya ?'
hening
citra tiba tiba menatap langit
'when i look at the stars it was so beatiful.
When i look at you ...
I...
I...
I...
I would rather look at the stars again'
'kampret lo cit' gila, gua udah geer aja, jantung gua sampe serasa ambeien dengernya.
'tapi bener dik, bintangnya banyak, langit lagi bagus'
'iya cit, anugerah tuhan'
tiba tiba citra ngeluarin sesuatu dari tasnya
'tuh'
'maksudnya ?' kata gua sambil ngaca di cermin yang dia kasih'
'kutukan tuhan'
'whahahahaha'
kesan awal kenal citra mungkin keliatannya judes banget, tapi kalo udah kenal, citra tuh aslinya asik, dan humoris.
Oh iya, ngomongin humoris, ada yang tau kenapa harus diakhirin is ? Soalnya gua tadi pagi baru ngakak bareng sama temen gua magga, coba bayangin ada tulisan kayak gini 'semoga kita jadi pemuda yang PANCASILAIS apa coba ? Pikiran gua mulai berselancar bebas, mungkin maksudnya adalah mempunyai sifat pancasila, tapi gua jadi ngebayangin:
presiden itu kan bisa dari militer atau sipil, dan menurut pndapat orang banyak tuh...mendingan pilih presiden dari sipil, tapi MILITERIS, kaya bung karno, daripada pilih presiden yang dari militer, tapi SIPILIS kan ?
Sekian dulu ya, ntar di lanjut
Suasana diselamatin sama mas mas os yang ganti channel tv jadi berita politik.
'ah gayus lagi, bosen gua' citra membuka percakapan
'gayus udah diamanin blom sih ?' tanya kong
'tauk' jawab gua singkat.
'yang parah mah kemaren kong, anak kecil mati kesamber petir' tambah gua
'trus gimana ? Ketangkep ?' kata indra
'ketangkep ? Maksud lo apaan ?' tanya kong
'petirnya'
'...'
gua makin curiga, kayaknya indra dulu lulus tk aja mesti nyogok.
Tapi gak apalah, gara gara topik tadi akhirnya bisa breaking ice diantara kita,gak sadar juga sih, ternyata kita cekikikan udah sampe larut, saat bulan tengah menggagahi sempurna malamnya, makin banyak aja yang nongkrong di onestop, satu persatu gua liatin koloni demi koloni, diatas meja mereka udah terjajar rapi minuman keras, gua gak abis pkir,
'liat deh tuh ndra' kata gua sambil mata gua ngelirik ke arah koloni berminuman keras
'ih, emang boleh ya,kata nyokap indra kan itu minuman setan ?' jawab indra
'tauk'
'parah emang nih yah dik, kalo mereka minum itu ntar setan minum apa dong ?'
'au ah' jawab gua pasrah, jelas gua udah salah milih temen ngbrol
'SETAN MINUMNYA ES CAPPUCINO NDRA' kata citra sedikit nyindir kong
'maksud lo apa sih ? Sensi banget lo ama gua ? Kenapa ? Numbuh jerawat lo ? Atau lagi dapet ? Dasar CEWEK !'
'APA LO ?' kata citra nyolot
'AGHH,Tau ah, balik yu ndra udah malem' (indra emang biasa pulang bareng sama kong, soalnya indra gak berani pulang sndri, jadi kong balik,indra selalu ngintil, soalnya yang rumahnya searah cuma kong'
'yah elah kong' kata gua
'balik juga gak lo dik ?' tanya kong
'gak, dika disini dulu ama gua !' potong citra
'terserahlah' kong berkata sambil berlalu
'balik dulu yah' ijin indra.
Aah, saat saat kayak gini nih yang paling gua benci, saat dimana lo gak tau mesti ngapain dan dihadapin pilihan serba salah, rasanya gak jauh beda kayak lo disuruh mantengin iklan tory tory 3jam nonstop.
Perlu diketahuin, gua sama citra statusnya adalah mantan, mungkin bisa baca side storynya di 'kekasih gelap', gua sepakat sama dia untuk nyudahin semuanya dan tetap berteman.
Jadi sekarang isinya cuma percakapan gua dan citra.
'dik'
'iya cit ?'
'makasih yah udah mau nemenin gua'
'oke never mind'
'dik'
'ya ?'
hening
citra tiba tiba menatap langit
'when i look at the stars it was so beatiful.
When i look at you ...
I...
I...
I...
I would rather look at the stars again'
'kampret lo cit' gila, gua udah geer aja, jantung gua sampe serasa ambeien dengernya.
'tapi bener dik, bintangnya banyak, langit lagi bagus'
'iya cit, anugerah tuhan'
tiba tiba citra ngeluarin sesuatu dari tasnya
'tuh'
'maksudnya ?' kata gua sambil ngaca di cermin yang dia kasih'
'kutukan tuhan'
'whahahahaha'
kesan awal kenal citra mungkin keliatannya judes banget, tapi kalo udah kenal, citra tuh aslinya asik, dan humoris.
Oh iya, ngomongin humoris, ada yang tau kenapa harus diakhirin is ? Soalnya gua tadi pagi baru ngakak bareng sama temen gua magga, coba bayangin ada tulisan kayak gini 'semoga kita jadi pemuda yang PANCASILAIS apa coba ? Pikiran gua mulai berselancar bebas, mungkin maksudnya adalah mempunyai sifat pancasila, tapi gua jadi ngebayangin:
presiden itu kan bisa dari militer atau sipil, dan menurut pndapat orang banyak tuh...mendingan pilih presiden dari sipil, tapi MILITERIS, kaya bung karno, daripada pilih presiden yang dari militer, tapi SIPILIS kan ?
Sekian dulu ya, ntar di lanjut
Jumat, 15 Oktober 2010
D.I.C.K
Kumpulan orang orang tolol yang disatuin oleh kebetulan dari inisial nama masing masing.
sebelumnya, gua mau ngasih perkenalan singkat, yang nantinya kalian pasti akan kenal lebih jauh bila membaca
1.gua sendiri a.k.a dika,murid kelas 3 sma 1 bekasi
2.indra, kelas 3 sma juga, putih, rambut ikal, paling lama mikir, paling geek.
3.citra, satu satunya betina tangguh, putih tinggi, tomboy, anak sastra ui
4.kong, nama sebenernya sih davi, tapi nginget bentuk tubuhnya yang gede item, dipanggilah kong, dia anak tekhnik
hal pertama yang terlintas dipikiran kalian pasti tentang 'gimana orang orang tolol ini bisa nyatu ?'
misteri emang. banyak teori teori konspirasi akan hal ini, ada yang bilang, kita bisa cocok karena mitosnya, kita terlahir dari bungkus kwaci yang sama,atau ternyata si kong itu pernah di perkosa truk gandeng yang akhirnya lahirlah kita ber tiga, nista emang.
Tapi yang bnernya adalah, karena tempat kita nongkrong tuh sama, sama sama di kakus, gak ada yang di kompor ataupun mesin cuci(iyee iye gak lucu) yang bener karena tempat kita nongkrong tuh sama sama di onestop.
Sore itu, gua lagi sibuk sibuknya dandan, nginget ntar jam 7 malem, gua pngen satnite'an di os, bareng D.I.C.K
karena saking pengen kerennya, gua ngacak ngacak isi lemari , gak ada yang cocok ah !
'Aneh, kok kayaknya ada yang janggal,' pikir gua, yang waktu itu belom sadar bahwasannya yang gua acak acak waktu itu adalah lemari piring.
Oke man, gua udah siap berangkat nih, buat mastiin kesiapan gua, gua ngaca dulu buat trakhir kalinya
'jaket ?'
'oke'
'baju ?'
'oke'
sekarang giliran muka, eh, ternyata, sekilas muka gua ganteng juga yah, gua coba tatap lebih dalem lagi, dan bergumam sendiri
'eemmph..ganteng juga...emmmph..emmmph..blurph...blurph' 3 menit bertahan mulut gua udah berbusa.
Okelah, gua berangkat
'mah, dika berangkat ya'
'mau kemana kamu ?'
'ngumpul ama temen ?'
'kok dandannya gitu ?'
(kok dandannya gitu ? Apa dandan gua terlalu mewah, atau gua terlalu keliatan gan*@ -*)
'celananya mana ?'
ibu gua nyeletuk sebelum gua berpikir lebih nista.
07:04
Aaargh udah telat nih, si kong dari tadi udah smsin gua terus, karena takut diomelin,jadinya gak gua bales bales, gua akhirnya berangkat dengan honda blade repsol gua.
7:12
akhirnya gua sampe, pada dimana nih anak anak, kok pada engga ada ya,
si kong yang daritadi rajin smsin gua juga kok engga ada, apa iya dia ngajakin maen petak umpet ? Nginget bentuk badan dia, susah banget pasti nemuinnya, bisa aja dia kamuflase sama tong sampah, atau truk kontainer, who knows kan ?
Tapi akhirnya gua nunggu aja di tempat gua biasanya nongkrong, akhirnya satu persatu mulai dateng, indra yang dateng dengan batik kerisnya (astaga dah ni anak), citra yang dateng sambil nenteng laptop, brarti tinggal satu nih, si kong !
08:11
Si kong dateng
'WOI KURAPBABIRAYAPSETANJALANGIBLISINGUSAN' Citra memaki dengan bahasa sastranya
'kemana aja lo ? Sms aja paling rajin' gua nambahin
'sori sori, gua nganterin nyokap dulu tadi, gua sms mau bilang, eh ga lo bales bales'
'udeh ah, lagian kan alesannya masuk akal, nganterin nyokap, bukan transplantasi otak' kata indra
'otak lo tuh yang mesti di operasi kunyuk' bantah citra
'enak aja, otak indra kan udah pas, kalo kata anak sastra mah, otak indra udah proposal'
'proposional kali' jawab gua gregetan.
Kita ini lebih kayak kumpulan orang orang yang menyedihkan, yang ngiri ngeliatin mereka yang berpasang pasangan kalo malam mingguan, mending si kong, duduk bareng citra, lah gua ? Bareng indra.. Ih,sumpah, kalaupun gua mesti homo, gua juga milih milih.
'Cari pacar yuk'
tau tau kong nyeletuk
'hah ? Pacar ? apaan sih ? Aku kok baru dnger, emang dimana yang jualan pacar ?'.kata indra yang dari lahir belom pernah pacaran
Wah gawat nih, otak si indra ternyata lebih kuno dari stupa, yang masih nganggep pacar itu sejenis ager ager yang dijual abang klenengan
'pacar itu pasangan ndra, kekasih lah gitu' terang gua
'ga ah, kita ga terlalu btuh sekarang kong' kata gua
'tul' kata citra nambahin.
'perlu lah, pngen kita gini terus ? Ngiri ngeliat mereka mereka' sambil tangannya sembarang menunjuk, pasangan yang tertunjuk pun bergidik ngeri, persis mirip pasangan mesum yang kegep lagi ngariel sama satpol pp.
'belum kong, mending kita fokus belajar dulu sekarang' kata gua
' apa sih lo dik ? Berantem aja dah'
'ck ah' gua cuma bisa diem
'APAAN SI LO KAMPRET, KALO LO MAU PACARAN SANA PACARAN, JANGAN GABUNG SAMA KITA KITA LAGI'Citra angkat bicara,
hening.
Kong cuma bisa malingin wajah sambil ngisep rokok, gua cuma bisa angkat kaki ke kursi, citra asik nulis di laptop, dan indra ? Dia malah lagi asik maenin resleting celananya. (mau tau lanjutannya ? Keep reading yah ?
sebelumnya, gua mau ngasih perkenalan singkat, yang nantinya kalian pasti akan kenal lebih jauh bila membaca
1.gua sendiri a.k.a dika,murid kelas 3 sma 1 bekasi
2.indra, kelas 3 sma juga, putih, rambut ikal, paling lama mikir, paling geek.
3.citra, satu satunya betina tangguh, putih tinggi, tomboy, anak sastra ui
4.kong, nama sebenernya sih davi, tapi nginget bentuk tubuhnya yang gede item, dipanggilah kong, dia anak tekhnik
hal pertama yang terlintas dipikiran kalian pasti tentang 'gimana orang orang tolol ini bisa nyatu ?'
misteri emang. banyak teori teori konspirasi akan hal ini, ada yang bilang, kita bisa cocok karena mitosnya, kita terlahir dari bungkus kwaci yang sama,atau ternyata si kong itu pernah di perkosa truk gandeng yang akhirnya lahirlah kita ber tiga, nista emang.
Tapi yang bnernya adalah, karena tempat kita nongkrong tuh sama, sama sama di kakus, gak ada yang di kompor ataupun mesin cuci(iyee iye gak lucu) yang bener karena tempat kita nongkrong tuh sama sama di onestop.
Sore itu, gua lagi sibuk sibuknya dandan, nginget ntar jam 7 malem, gua pngen satnite'an di os, bareng D.I.C.K
karena saking pengen kerennya, gua ngacak ngacak isi lemari , gak ada yang cocok ah !
'Aneh, kok kayaknya ada yang janggal,' pikir gua, yang waktu itu belom sadar bahwasannya yang gua acak acak waktu itu adalah lemari piring.
Oke man, gua udah siap berangkat nih, buat mastiin kesiapan gua, gua ngaca dulu buat trakhir kalinya
'jaket ?'
'oke'
'baju ?'
'oke'
sekarang giliran muka, eh, ternyata, sekilas muka gua ganteng juga yah, gua coba tatap lebih dalem lagi, dan bergumam sendiri
'eemmph..ganteng juga...emmmph..emmmph..blurph...blurph' 3 menit bertahan mulut gua udah berbusa.
Okelah, gua berangkat
'mah, dika berangkat ya'
'mau kemana kamu ?'
'ngumpul ama temen ?'
'kok dandannya gitu ?'
(kok dandannya gitu ? Apa dandan gua terlalu mewah, atau gua terlalu keliatan gan*@ -*)
'celananya mana ?'
ibu gua nyeletuk sebelum gua berpikir lebih nista.
07:04
Aaargh udah telat nih, si kong dari tadi udah smsin gua terus, karena takut diomelin,jadinya gak gua bales bales, gua akhirnya berangkat dengan honda blade repsol gua.
7:12
akhirnya gua sampe, pada dimana nih anak anak, kok pada engga ada ya,
si kong yang daritadi rajin smsin gua juga kok engga ada, apa iya dia ngajakin maen petak umpet ? Nginget bentuk badan dia, susah banget pasti nemuinnya, bisa aja dia kamuflase sama tong sampah, atau truk kontainer, who knows kan ?
Tapi akhirnya gua nunggu aja di tempat gua biasanya nongkrong, akhirnya satu persatu mulai dateng, indra yang dateng dengan batik kerisnya (astaga dah ni anak), citra yang dateng sambil nenteng laptop, brarti tinggal satu nih, si kong !
08:11
Si kong dateng
'WOI KURAPBABIRAYAPSETANJALANGIBLISINGUSAN' Citra memaki dengan bahasa sastranya
'kemana aja lo ? Sms aja paling rajin' gua nambahin
'sori sori, gua nganterin nyokap dulu tadi, gua sms mau bilang, eh ga lo bales bales'
'udeh ah, lagian kan alesannya masuk akal, nganterin nyokap, bukan transplantasi otak' kata indra
'otak lo tuh yang mesti di operasi kunyuk' bantah citra
'enak aja, otak indra kan udah pas, kalo kata anak sastra mah, otak indra udah proposal'
'proposional kali' jawab gua gregetan.
Kita ini lebih kayak kumpulan orang orang yang menyedihkan, yang ngiri ngeliatin mereka yang berpasang pasangan kalo malam mingguan, mending si kong, duduk bareng citra, lah gua ? Bareng indra.. Ih,sumpah, kalaupun gua mesti homo, gua juga milih milih.
'Cari pacar yuk'
tau tau kong nyeletuk
'hah ? Pacar ? apaan sih ? Aku kok baru dnger, emang dimana yang jualan pacar ?'.kata indra yang dari lahir belom pernah pacaran
Wah gawat nih, otak si indra ternyata lebih kuno dari stupa, yang masih nganggep pacar itu sejenis ager ager yang dijual abang klenengan
'pacar itu pasangan ndra, kekasih lah gitu' terang gua
'ga ah, kita ga terlalu btuh sekarang kong' kata gua
'tul' kata citra nambahin.
'perlu lah, pngen kita gini terus ? Ngiri ngeliat mereka mereka' sambil tangannya sembarang menunjuk, pasangan yang tertunjuk pun bergidik ngeri, persis mirip pasangan mesum yang kegep lagi ngariel sama satpol pp.
'belum kong, mending kita fokus belajar dulu sekarang' kata gua
' apa sih lo dik ? Berantem aja dah'
'ck ah' gua cuma bisa diem
'APAAN SI LO KAMPRET, KALO LO MAU PACARAN SANA PACARAN, JANGAN GABUNG SAMA KITA KITA LAGI'Citra angkat bicara,
hening.
Kong cuma bisa malingin wajah sambil ngisep rokok, gua cuma bisa angkat kaki ke kursi, citra asik nulis di laptop, dan indra ? Dia malah lagi asik maenin resleting celananya. (mau tau lanjutannya ? Keep reading yah ?
Pacaran ? mau sih, tapi....
Sampai sekarang, gua punya satu pertanyaan dalam hidup gua yang terus ganggu gua, yaitu pertanyaan:
mana yang lebih efisien ? Nyabutin bulu idung pake pacul, atau disiram aja pake hcl
ralat ralat, yang gua maksud adalah pertanyaan gua tentang, siapakah jodoh gua sebenarnya.
Pertanyaan yang cukup menyita pikiran gua buat berhari hari, abis ga lucu aja, kalo kalo nanti nama jodoh gua Agus, atau Susanto, gak deh.
Sebagai manusia normal. Udah anggap aja normal, walau rupa gua kalo ditambah moncong kaya mutasi trenggiling dan curut sawah, gua juga pngen ngerasain punya cewek, yang bisa ngertiin gua, yang bisa dijadiin tempat berbagi, yang bisa gua banggain, yang bisa nyebokin gua setiap hari (yang ini engga.).
Kayaknya ironis aja, disaat di infotaiment marak maraknya artis gunta ganti pasangan, gua cuma bisa nonton ngenes sambil jilatin remot.
Contoh aja, gua ampe bosen liat anang syahrini, dikit dikit kalo di wawancarain nyanyi
'wajar aja dik, namanya juga penyanyi' kata citra yang lagi seru nonton.
Emang gitu yah ? Kayaknya sih menurut gua enggak, gua gak ngebayangin, kalo suatu saat yang diwawancarain tukang sunat, dikit dikit potong, dikit dikit potong, horor !
Gua mesti buat langkah awal buat mengakhiri masa lajang gua, nah, hanya ada satu cara untuk meraihnya, yaitu PACARAN
Kenapa pacaran ?
Karena jelas enggak mungkin gua dapetin pasangan dengan cara ngepet
se yang gua denger curhatan temen temen gua soal pacaran, pacaran itu kata mereka ribet, penuh pengobarnan, apalagi pas malmingan dirumah, nyokap bokap pacar pasti banyak ngewanti wantinya, kalo ngapel harus mandi dululah, pake gamislah, mesti cuci muka pake aer akilah, ribet !
Tapi gua pernah sih, ngerasain suka sama temen satu sekolah gua, namanya bagus hesti, anak ips, dia tuh gimana yah anaknya, manis banget deh pokoknya, gua mulai berani nyapa dia via facebook, tapi kalo di dunia real ? Satu patah katapun ga bisa keluar, gua malah jadi grogi kalo papasan sama dia, entah kenapa bawaannya jadi pngen kencing sambil koprol terus.
Tapi entah kenapa pula, makin kesini, gua makin renggang aja sama dia,malah sekarang gua sama rekali gak ngbrol, bahkan kalo papasan jalan, dia udah ga senyum lagi ke gua, gua bingung, kenapa ? Apa ada yang salah sama muka gua ? (banyak), kalo dibilang masih ngarep, iya gua masih ngarep sama dia, tapi gua cuma bisa jadi pengagumnya aja, yang merasa seneng kalo kebetulan gua bisa jalan di belakang dia,
yang merasa nyaman kalo ngeliat parasnya, yang ngerasa punya sayap kalau dia negor, tepatnya di mimpi gua yang serba jingga
gua merasa salah mengawali langkah, gua terlalu memasang target yang tinggi.
Dan kesalahan itu yang bikin gua belajar, belajar buat mencintai mbok darmi, prt tetangga sebelah
mana yang lebih efisien ? Nyabutin bulu idung pake pacul, atau disiram aja pake hcl
ralat ralat, yang gua maksud adalah pertanyaan gua tentang, siapakah jodoh gua sebenarnya.
Pertanyaan yang cukup menyita pikiran gua buat berhari hari, abis ga lucu aja, kalo kalo nanti nama jodoh gua Agus, atau Susanto, gak deh.
Sebagai manusia normal. Udah anggap aja normal, walau rupa gua kalo ditambah moncong kaya mutasi trenggiling dan curut sawah, gua juga pngen ngerasain punya cewek, yang bisa ngertiin gua, yang bisa dijadiin tempat berbagi, yang bisa gua banggain, yang bisa nyebokin gua setiap hari (yang ini engga.).
Kayaknya ironis aja, disaat di infotaiment marak maraknya artis gunta ganti pasangan, gua cuma bisa nonton ngenes sambil jilatin remot.
Contoh aja, gua ampe bosen liat anang syahrini, dikit dikit kalo di wawancarain nyanyi
'wajar aja dik, namanya juga penyanyi' kata citra yang lagi seru nonton.
Emang gitu yah ? Kayaknya sih menurut gua enggak, gua gak ngebayangin, kalo suatu saat yang diwawancarain tukang sunat, dikit dikit potong, dikit dikit potong, horor !
Gua mesti buat langkah awal buat mengakhiri masa lajang gua, nah, hanya ada satu cara untuk meraihnya, yaitu PACARAN
Kenapa pacaran ?
Karena jelas enggak mungkin gua dapetin pasangan dengan cara ngepet
se yang gua denger curhatan temen temen gua soal pacaran, pacaran itu kata mereka ribet, penuh pengobarnan, apalagi pas malmingan dirumah, nyokap bokap pacar pasti banyak ngewanti wantinya, kalo ngapel harus mandi dululah, pake gamislah, mesti cuci muka pake aer akilah, ribet !
Tapi gua pernah sih, ngerasain suka sama temen satu sekolah gua, namanya bagus hesti, anak ips, dia tuh gimana yah anaknya, manis banget deh pokoknya, gua mulai berani nyapa dia via facebook, tapi kalo di dunia real ? Satu patah katapun ga bisa keluar, gua malah jadi grogi kalo papasan sama dia, entah kenapa bawaannya jadi pngen kencing sambil koprol terus.
Tapi entah kenapa pula, makin kesini, gua makin renggang aja sama dia,malah sekarang gua sama rekali gak ngbrol, bahkan kalo papasan jalan, dia udah ga senyum lagi ke gua, gua bingung, kenapa ? Apa ada yang salah sama muka gua ? (banyak), kalo dibilang masih ngarep, iya gua masih ngarep sama dia, tapi gua cuma bisa jadi pengagumnya aja, yang merasa seneng kalo kebetulan gua bisa jalan di belakang dia,
yang merasa nyaman kalo ngeliat parasnya, yang ngerasa punya sayap kalau dia negor, tepatnya di mimpi gua yang serba jingga
gua merasa salah mengawali langkah, gua terlalu memasang target yang tinggi.
Dan kesalahan itu yang bikin gua belajar, belajar buat mencintai mbok darmi, prt tetangga sebelah
Rabu, 13 Oktober 2010
Kekasih gelap
Enggak ada seorang pun di dunia ini yang mau jadi selingkuhan, atau biasa disebut kekasih gelap. yah, jadi kekasih gelap memang gak enak, tiap hari selalu di guyur oli, biar tetap gelap sepanjang waktu, kekasih gelap juga harus makan sesuatu yang gelap gelap setiap waktu: tinta spidnl item lah, arang lah, sampe daki pun kadang dimakan. Entah ini kekasih gelap atau genderuwo item.
Tapi toh, masa lalu gua sepertinya sama gelapnya dengan kekasih gelap itu sendiri.
Cinta itu buta dan cinta itu aneh !
Orang terlalu gampang mengatas namakan apapun dengan nama 'cinta', kata kata klise yang sukses bikin gua mau muntah kayak: 'cinta kita SEHIDUP SEMATI',
'aku enggak akan mencintai selain kamu,SELAMANYA'
atau apalah sejenisnya, toh selama ini yang gua liat, mereka mereka yang ngomong gitu dan akhirnya putus, dengan mudah menggaet pasangan baru.
Gua juga pernah ngalamin tragedi cinta.
Layaknya seorang remaja, gak lengkap rasanya kalo gak punya tongkrongan,jadi gua coba coba untuk berbaur sama lingkungan gua, nyari lingkungan yang pas sama kita, gak segampang nyari onta dilaut, bayangin tuh gmana susahnya.
Tapi akhirnya, gua dapet juga tongkrongan yang menurut gua asik buat seneng seneng, di central game, yang sebelahnya adalah kantin untuk anak anak muda, dan disinilah semua tragedi itu terjadi.
Cinta itu kayak angin, datang dan pergi tanpa terduga.
Tanpa disadari, gua jadi deket, semakin deket dan terlalu deket dengan seorang cewek yang sering nongkrong sama gua, sebut aja citra, dia itu, tomboy, rambutnya panjang, tinggi dan putih.
Seperti yang gua bilang tadi, gua terlalu deket sama dia, sesuatu yang berbeda mulai muncul.
Gua suka dia !
Ini salah, dia punya cowok, dan level gua dibandingkan cowoknya itu, bagai langit dan andong, kalo dibandingin ama dia, gua jauh kalah telak, tapi gua udah terlanjur suka.
Toh cinta itu buta ? Gua pun buta, atau lebih tepatnya pura pura buta, pura pura enggak melihat kenyataan bahwa dia udah punya kekasih
satu hal tentang cinta: cinta ga bisa ditebak.
Gua suka dia, dan ternyata diapun begitu. Dia sering banget ngasih perhatian yang lebih sama gua.
Dan suatu hari
'emmmh, kayaknya gua bakal ptus deh sama pacar gua' kata citra
'serius cit ?' tanya gua
jujur, ketika gua denger itu, gua seneng, tapi gak fair juga, walaupun gak bisa dipungkiri, gua nunggu nunggu saat ini, saat saat dimana mimpi gua sebentar lagi jadi kenyataan.
Emang gua sering banget mimpiin pacarnya citra kelindes buldozer atau seenggaknya kepalanya nyangkut di dubur gajah ragunan. Makan tuh !
Finally, ternyata mereka bneran ptus, dan dengan ini, perlahan lahan gua jadi semakin deket sama dia, dan intensitas kita smsan jadi smakin sering.
Tapi, gua ngerasa ada hal yang aneh, dia suka banget ngebanding bandingin gua sama mantannya 'eh, waktu sama mantan gua gini loh, ga pernah kayak gini'
gua disini ngerasa gua hadir disini hanya sebagai bayang bayang mantannya. Pantulan dari sesosok tubuh, bukan gua, tap mungkin yang yanti lihat adalah mantannya.
Satu sisi, gua senang dengan kedekatan ini, tapi sayang,satu sisi lainnya gua merasa tersingkir.
Tersingkir dari jati diri gua, disini 'gua' berjalan bukan sebagai 'gua' tapi 'gua' berjalan sebagai bayangan 'dia' tepatnya mantannya.
Bagi gua, mungkin juga bagi citra, mungkin gua cuma sesosok bayangan, ya bayangan, bukan bagian tubuh yang utuh.
Tapi toh, masa lalu gua sepertinya sama gelapnya dengan kekasih gelap itu sendiri.
Cinta itu buta dan cinta itu aneh !
Orang terlalu gampang mengatas namakan apapun dengan nama 'cinta', kata kata klise yang sukses bikin gua mau muntah kayak: 'cinta kita SEHIDUP SEMATI',
'aku enggak akan mencintai selain kamu,SELAMANYA'
atau apalah sejenisnya, toh selama ini yang gua liat, mereka mereka yang ngomong gitu dan akhirnya putus, dengan mudah menggaet pasangan baru.
Gua juga pernah ngalamin tragedi cinta.
Layaknya seorang remaja, gak lengkap rasanya kalo gak punya tongkrongan,jadi gua coba coba untuk berbaur sama lingkungan gua, nyari lingkungan yang pas sama kita, gak segampang nyari onta dilaut, bayangin tuh gmana susahnya.
Tapi akhirnya, gua dapet juga tongkrongan yang menurut gua asik buat seneng seneng, di central game, yang sebelahnya adalah kantin untuk anak anak muda, dan disinilah semua tragedi itu terjadi.
Cinta itu kayak angin, datang dan pergi tanpa terduga.
Tanpa disadari, gua jadi deket, semakin deket dan terlalu deket dengan seorang cewek yang sering nongkrong sama gua, sebut aja citra, dia itu, tomboy, rambutnya panjang, tinggi dan putih.
Seperti yang gua bilang tadi, gua terlalu deket sama dia, sesuatu yang berbeda mulai muncul.
Gua suka dia !
Ini salah, dia punya cowok, dan level gua dibandingkan cowoknya itu, bagai langit dan andong, kalo dibandingin ama dia, gua jauh kalah telak, tapi gua udah terlanjur suka.
Toh cinta itu buta ? Gua pun buta, atau lebih tepatnya pura pura buta, pura pura enggak melihat kenyataan bahwa dia udah punya kekasih
satu hal tentang cinta: cinta ga bisa ditebak.
Gua suka dia, dan ternyata diapun begitu. Dia sering banget ngasih perhatian yang lebih sama gua.
Dan suatu hari
'emmmh, kayaknya gua bakal ptus deh sama pacar gua' kata citra
'serius cit ?' tanya gua
jujur, ketika gua denger itu, gua seneng, tapi gak fair juga, walaupun gak bisa dipungkiri, gua nunggu nunggu saat ini, saat saat dimana mimpi gua sebentar lagi jadi kenyataan.
Emang gua sering banget mimpiin pacarnya citra kelindes buldozer atau seenggaknya kepalanya nyangkut di dubur gajah ragunan. Makan tuh !
Finally, ternyata mereka bneran ptus, dan dengan ini, perlahan lahan gua jadi semakin deket sama dia, dan intensitas kita smsan jadi smakin sering.
Tapi, gua ngerasa ada hal yang aneh, dia suka banget ngebanding bandingin gua sama mantannya 'eh, waktu sama mantan gua gini loh, ga pernah kayak gini'
gua disini ngerasa gua hadir disini hanya sebagai bayang bayang mantannya. Pantulan dari sesosok tubuh, bukan gua, tap mungkin yang yanti lihat adalah mantannya.
Satu sisi, gua senang dengan kedekatan ini, tapi sayang,satu sisi lainnya gua merasa tersingkir.
Tersingkir dari jati diri gua, disini 'gua' berjalan bukan sebagai 'gua' tapi 'gua' berjalan sebagai bayangan 'dia' tepatnya mantannya.
Bagi gua, mungkin juga bagi citra, mungkin gua cuma sesosok bayangan, ya bayangan, bukan bagian tubuh yang utuh.
Selasa, 12 Oktober 2010
Sandal ilang
Disinilah tempat gua ngabisin 1/3 hari gua, kelas XII IPA 5, kenapa harus sandal ilang ? Kenapa gak kolor ilang ? (gak mungkin), gua mulai berani menarik kesimpulan dengan 1 premis,mungkin filosofinya adalah dimanapun yang namanya sendal udah pasti sepasang, dan kami adalah satu sendal yang mencari pasangannya, dan satu lainnya bernama ilmu, seperti yang kita ketahui, hidup manusia tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya ilmu, dan kami disini akan terus mencari ilmu kami masing masing, dan berharap dapat melangkah terus dengan sendal sendal kami untuk terus maju ke universitas yang kami idamkan (amin)
gua kenalin satu persatu yah,
pertama, ada temen gua namanya mugi,entah kenapa dia suka banget duduk didepan, entah agar jelas menyimak, atau emang udah nalurinya, mengingat dari anatominya emang udah kaya kepala gerbong krl,allahu allam, tapi ini anak emang pinter dan berpendidikan agama.
kedua, hasbi, gua rada bingung juga ngegambarin nih anak kayak gmana, tapi, bagi lo yang tau sosok ipin , tinggal lo bayangin aja, gimana mengenaskannya sosok ipin yang overdosis kebanyakan nyemil panadol,
ketiga, gamma, bagi gua nih anak enak buat diajak ngbrol, banyak banget yang gua obrolin, dari pelajaran sampe teori teori konspirasi kalau kepala sekolah tersayang kita ternyata fedhofil atau mang kirun ternyata adalah alien dari mars. Who knows ?
Keempat, rasyid, dia ketua kelas, kelakarnya paling kocak, ada aja kelakuannya yang bikin seisi kelas ketawa.
Kelima, rusak (sori sak, susaah nyari nama samaran buat lo) gua aneh lo sama dia, sebagian temen manggil dia dengan sebutan 'jawa' tapi sebagian orang juga manggil dia 'cina', gua termasuk orang yang manggil dia cina, liat aja badannya, putih terus yang paling jelas dia itu.. Pelit banget melek ! Saking parahnya
Malahan gua ama rasyid pernah curiga dirumahnya dia pasti buka toko elektronik, atau seenggaknya buka counter hp
sebenernya masih banyak lagi hal-hal seru dari ini kelas,
intinya, walau banyak perbedaan, kita tetep satu, enggak menjadikan kelemahan sebagai bahan olokan, tetapi malah saling menutupi kelemahan untuk menjadi sebuah kelebihan, sendal ilang adalah gugusan kami, menjadi bintang bintang yang saling berangkaian, dan berharap akan menjadi gugusan paling terang.
Dan selamanya, walau nantinya terpisah waktu dan ruang, ini tidak akan pernah hilang, berjanjilah, 6-8 tahun ke depan, saat gua jadi penulis (amin) atau saat kalian telah menjadi dokter yang ahli, jaksa yang adil, konsultan yang dipercaya, polisi yang tegas atau peternak yang hebat, tetap ingat dulu kita satu, dan akan terus menjadi satu, sandal ilang
gua kenalin satu persatu yah,
pertama, ada temen gua namanya mugi,entah kenapa dia suka banget duduk didepan, entah agar jelas menyimak, atau emang udah nalurinya, mengingat dari anatominya emang udah kaya kepala gerbong krl,allahu allam, tapi ini anak emang pinter dan berpendidikan agama.
kedua, hasbi, gua rada bingung juga ngegambarin nih anak kayak gmana, tapi, bagi lo yang tau sosok ipin , tinggal lo bayangin aja, gimana mengenaskannya sosok ipin yang overdosis kebanyakan nyemil panadol,
ketiga, gamma, bagi gua nih anak enak buat diajak ngbrol, banyak banget yang gua obrolin, dari pelajaran sampe teori teori konspirasi kalau kepala sekolah tersayang kita ternyata fedhofil atau mang kirun ternyata adalah alien dari mars. Who knows ?
Keempat, rasyid, dia ketua kelas, kelakarnya paling kocak, ada aja kelakuannya yang bikin seisi kelas ketawa.
Kelima, rusak (sori sak, susaah nyari nama samaran buat lo) gua aneh lo sama dia, sebagian temen manggil dia dengan sebutan 'jawa' tapi sebagian orang juga manggil dia 'cina', gua termasuk orang yang manggil dia cina, liat aja badannya, putih terus yang paling jelas dia itu.. Pelit banget melek ! Saking parahnya
Malahan gua ama rasyid pernah curiga dirumahnya dia pasti buka toko elektronik, atau seenggaknya buka counter hp
sebenernya masih banyak lagi hal-hal seru dari ini kelas,
intinya, walau banyak perbedaan, kita tetep satu, enggak menjadikan kelemahan sebagai bahan olokan, tetapi malah saling menutupi kelemahan untuk menjadi sebuah kelebihan, sendal ilang adalah gugusan kami, menjadi bintang bintang yang saling berangkaian, dan berharap akan menjadi gugusan paling terang.
Dan selamanya, walau nantinya terpisah waktu dan ruang, ini tidak akan pernah hilang, berjanjilah, 6-8 tahun ke depan, saat gua jadi penulis (amin) atau saat kalian telah menjadi dokter yang ahli, jaksa yang adil, konsultan yang dipercaya, polisi yang tegas atau peternak yang hebat, tetap ingat dulu kita satu, dan akan terus menjadi satu, sandal ilang
Jumat, 01 Oktober 2010
Lexusers
Lexusers
by Andhika Dwi Putra on Wednesday, September 29, 2010 at 7:56pm
Masa smp bagi gua adalah masa transisi hidup remaja remaja labil, mereka yang baru mengenal fase indahnya cinta tapi sudah berani berbual dengan kata 'cinta sejati' atau beberapa anak 'geek' yang mulai merencanakan untuk menikah dengan salah satu buku fisika atau matematikanya.
Gua sering berpendapat, bahwa sekolah itu ga jauh beda sama kerajaan hindu budha di amerika(ngaco!) di india, hidup berkasta berkasta pun amat terasa di smp 1 bekasi
kasta 1:
kumpulan para geek, yang dikumpulkan dalam 2 kelas unggulan (8.8 dan 8.9) mereka yang maniak menyiksa mata mereka dengan sinus cosinus.
Kasta 2.
Kumpulan para populer yang bermodal bawain lagu potong bebek angsa waktu pensi dan mereka yang hanya modalberonani berorasi didepan hadapan para remaja labil, atau mereka para cheers yang memamerkan celana dalam bermotif captain tsubasa saat latihan.
Kasta 3
kasta mereka yang tidak populer, kasta untuk mereka yang pasrah dan tidak mau berbuat apa apa yang kerjaannya sangat monoton 'bangun.berangkat,belajar.pulang,cuci kaki,tidur,bangun dan gitulah siklusnya'
Kasta 4.
Kasta tempat gua bernaung, kami kumpulan anak anak yang tidak populer yang berusaha mengubah takdir dan menjadi kesatuan dengan nama 'lexusers'
jangan anggap remeh kami para lexusers, kami sebenarnya adalah para kasta 1 dan kasta 2 yang membelot, karena merasa mempunyai visi yang sama.
Tersebutlah kami
gua a.k.a dice( anak kelas 8.8)
raga (anak kelas 8.8)
visna (anak kelas 8.8)
rivas (anak kelas 8.9)
reggy (penggebuk drum dari band paling tenar se-sm1)
kenapa namanya lexusers ? Karena ide reggy yang tadinya ngusulin nama minangkabau lebih terkesan rumah makan padang, dan selain itu menyesuaikan dengan tempat tongkrongan kita 'lexus'
gua masih inget banget, begitu bel pulang dengan wajah wajah tolol, kami berlari sekelompok sahabat dengan muka tersenyum bangga saat dapat menjadi yang terdepan sambil berlarian menatap matahari.
'mas tempat biasa kosong kan ?' tanya reggy yang emang bongsor dan paling kelihatan bakat premannya, emang ada tempat sakral di lexus dengan bernomor komputer 68-72,
game yang terus rutin kami mainkan 'dota' dan kalian tahu ? Gualahlah yang paling tolol dan ga becus, dan satu lagi, mars lexusers adalah lagu dewinya dewa yang direvisi lirik reffnya
'dicee... Si dice cupuu, si dice cupu sampai matii..ouoou dice si dice cupu si dice cupu sampai mati' cih !
Tapi engga apalah, kebersamaan, kebersamaan lah yang begitu hangat gua rasain, dimana yang waktu itu tak lagi kutemukan suasananya dalam rumah, begitu hangat, kebersamaan, berteriak teriak di lantai atas lexus, mendorong dorong kursi beroda, semua kami lakukan, satu alasan kenapa kami enggak pernah mau maen dota aja di rumah masing masing, yaitu 'kebersamaan'
gua selaku empunya nama yang ada di di mars lexusers terus berlatih dan bermain, tidak peduli UN atau apapun. Tapi entah kebetulan atau kadar otak kami yang diatas rata rata, nilai rata rata un kami bisa tergolong tinggi.
Waktu dan waktu lagi, aaah, kami mencoba menggapai cita kami masing masiing, dan sukses membuat kami terpisah pisah di bangku sma. Awalnya kami masih sering berkumpul sejenak bercengkrama atau bermain lagi dota di tempat dulu tempat kami berbagi cerita, lexus.
Bermodal ingin, menjadi lebih hebat dan lebih jago, aku tetep terus berlatih, satu persatu mulai menghilang, entah kemana, raga pensiun, visna pensiun, reggy pensiun dan rivas fokus belajar di sekolah, dan aku masih terus berlatih, sesekali terbayang kami ber5 akan berkumpul lagi, bermain dan menunjukkan, aku tak selemah dulu teman, sumpah aku tak selemah itu, aku rindu saat 4 tahun silam, berlarian menatap matahari, berteriak sesuka hati, menjunjung kebersamaan yang niatnya kami bawa mati, gua rindu kalian teman, gua rindu kalian lexusers.
Sekarang semua sudah sukses di bangku kelas 3 sma
visna dan raga, telah menjadi photographer yang hebat
reggy, telah menjadi drummer band pensi pensi sekolah sma
rivan, menjadi playboy sabuk hitam yang hebat
dan siapa aku ? Aku hanya sosok yang rindukan kalian, dan tulisan ini kupersembahkan untuk masa jaya 4 tahun silam, saat ketidak sengajaan kita bermain di warnet 5 komputer berurutan
Gua sering berpendapat, bahwa sekolah itu ga jauh beda sama kerajaan hindu budha di amerika(ngaco!) di india, hidup berkasta berkasta pun amat terasa di smp 1 bekasi
kasta 1:
kumpulan para geek, yang dikumpulkan dalam 2 kelas unggulan (8.8 dan 8.9) mereka yang maniak menyiksa mata mereka dengan sinus cosinus.
Kasta 2.
Kumpulan para populer yang bermodal bawain lagu potong bebek angsa waktu pensi dan mereka yang hanya modal
Kasta 3
kasta mereka yang tidak populer, kasta untuk mereka yang pasrah dan tidak mau berbuat apa apa yang kerjaannya sangat monoton 'bangun.berangkat,belajar.pulang,cuci kaki,tidur,bangun dan gitulah siklusnya'
Kasta 4.
Kasta tempat gua bernaung, kami kumpulan anak anak yang tidak populer yang berusaha mengubah takdir dan menjadi kesatuan dengan nama 'lexusers'
jangan anggap remeh kami para lexusers, kami sebenarnya adalah para kasta 1 dan kasta 2 yang membelot, karena merasa mempunyai visi yang sama.
Tersebutlah kami
gua a.k.a dice( anak kelas 8.8)
raga (anak kelas 8.8)
visna (anak kelas 8.8)
rivas (anak kelas 8.9)
reggy (penggebuk drum dari band paling tenar se-sm1)
kenapa namanya lexusers ? Karena ide reggy yang tadinya ngusulin nama minangkabau lebih terkesan rumah makan padang, dan selain itu menyesuaikan dengan tempat tongkrongan kita 'lexus'
gua masih inget banget, begitu bel pulang dengan wajah wajah tolol, kami berlari sekelompok sahabat dengan muka tersenyum bangga saat dapat menjadi yang terdepan sambil berlarian menatap matahari.
'mas tempat biasa kosong kan ?' tanya reggy yang emang bongsor dan paling kelihatan bakat premannya, emang ada tempat sakral di lexus dengan bernomor komputer 68-72,
game yang terus rutin kami mainkan 'dota' dan kalian tahu ? Gualahlah yang paling tolol dan ga becus, dan satu lagi, mars lexusers adalah lagu dewinya dewa yang direvisi lirik reffnya
'dicee... Si dice cupuu, si dice cupu sampai matii..ouoou dice si dice cupu si dice cupu sampai mati' cih !
Tapi engga apalah, kebersamaan, kebersamaan lah yang begitu hangat gua rasain, dimana yang waktu itu tak lagi kutemukan suasananya dalam rumah, begitu hangat, kebersamaan, berteriak teriak di lantai atas lexus, mendorong dorong kursi beroda, semua kami lakukan, satu alasan kenapa kami enggak pernah mau maen dota aja di rumah masing masing, yaitu 'kebersamaan'
gua selaku empunya nama yang ada di di mars lexusers terus berlatih dan bermain, tidak peduli UN atau apapun. Tapi entah kebetulan atau kadar otak kami yang diatas rata rata, nilai rata rata un kami bisa tergolong tinggi.
Waktu dan waktu lagi, aaah, kami mencoba menggapai cita kami masing masiing, dan sukses membuat kami terpisah pisah di bangku sma. Awalnya kami masih sering berkumpul sejenak bercengkrama atau bermain lagi dota di tempat dulu tempat kami berbagi cerita, lexus.
Bermodal ingin, menjadi lebih hebat dan lebih jago, aku tetep terus berlatih, satu persatu mulai menghilang, entah kemana, raga pensiun, visna pensiun, reggy pensiun dan rivas fokus belajar di sekolah, dan aku masih terus berlatih, sesekali terbayang kami ber5 akan berkumpul lagi, bermain dan menunjukkan, aku tak selemah dulu teman, sumpah aku tak selemah itu, aku rindu saat 4 tahun silam, berlarian menatap matahari, berteriak sesuka hati, menjunjung kebersamaan yang niatnya kami bawa mati, gua rindu kalian teman, gua rindu kalian lexusers.
Sekarang semua sudah sukses di bangku kelas 3 sma
visna dan raga, telah menjadi photographer yang hebat
reggy, telah menjadi drummer band pensi pensi sekolah sma
rivan, menjadi playboy sabuk hitam yang hebat
dan siapa aku ? Aku hanya sosok yang rindukan kalian, dan tulisan ini kupersembahkan untuk masa jaya 4 tahun silam, saat ketidak sengajaan kita bermain di warnet 5 komputer berurutan
Selasa, 28 September 2010
My Mom (tahukah arti sebenarnya ibu ?)
A mother is the truest friend we have, when trials heavy and sudden, fall upon us, when adversity takes the place of prosperity, when friends who rejoice with us in our sunshine desert us, when trouble thickens around us, still will she cling to us, and endeavor by her kind precepts and counsels to dissipate the clouds of darkness, and cause peace to return to our hearts.
Ibu, bagi gua dia adalah sosok yang teramat berharga, bagai purnama dalam malam, bagai musik dalam kehidupan, bagaicelana dalam dongeng di waktu senja.Hening malam terus memaksa gua buat terus ngebeberin apa apa aja yang ada di memori otak gua, ibu, ibu dan ibu.. ditemani simfoni malam yang terus meminta untuk sedikit lagi gua buka tirani hati dan mengingat tentang seberapa berartinya seorang ibu.
Ibu, adalah satu makhluk yang mengajariku untuk menghadapi masalah dengan senyuman, satu kalimat yang gua hafal betul sampai sekarang adalah 'dengan kamu tersenyum, maka semua masalah akan terasa lebih mudah' kata ibuku sambil mengusap rambutku, yang acap kali gua tolak dengan alasan 'ah ibu, aku kan udah besar, jangan gini ah'.Ibu hanya tersenyum sembari matanya kokoh menatap dika kecil yang tiduran di pangkuannya,indah, indah sekali senyuman ibu, sayang da vinci terlalu cepat bertemu monalisa, bila izrail cukup bersabar menahan umurnya, mungkin senyum ibu gua lah yang sekarang terpajang di dinding agung louvre, sebagai master piece. sangat disayangkan, huh
Angin malam ini terasa terus menebarkan setiap kenangan yang pernah mampir di hidup gua, saat rutin ibuku memotong kuku kuku kecilku, saat ibu mengelus elus rambutku yang selalu aku tolak, saat ibu tersenyum dibalik wajah cantiknya, saat ibu memberi pesan agar aku menjadi anak yang baik, anak yang sholeh, anak yang membanggakan, dan seribu doa lainnya bahkan yang satupun belum pernah aku mencapainya.
Ternyata benar, kejadian kejadian yang terjadi dalam hidup, pasti akam membuat satu pribadi menjadi seorang yang berbeda dari sebelummnya,semakin hari ibuku semakin sibuk dengan segala masalahnya, senyum indah itupun sudah tidak mampu menyembunyikan kerapuhan hatinya, kulit kulit tangannya yang mengendur pun seperti tampak enggan lagi mengelus rambutku, kangen... aku kangen dengan ibu yang dulu, ibu yang tak pernah kudengar tangisannya saat bulan meratui malam, tangis yang seperti memainkan ulu hatiku, sesak, sesaak tuhan, kembalikan ibuku, kembalikan senyumnya.. ibu adalah segalanya tuhaan, toloong aku, jadikanlah aku ya tuhan jauh dari si malas, jadikan aku oh tuhan si semangat belajar, agar sekali lagi aku bisa menikmati karya terindah tuhan itu tersenyum lagi, senyum bahagia, senyum yang membuat hatiku tenang, senyum yang mengusir segala perih yang kini kurasa.
Ibu, bagi gua dia adalah sosok yang teramat berharga, bagai purnama dalam malam, bagai musik dalam kehidupan, bagai
Ibu, adalah satu makhluk yang mengajariku untuk menghadapi masalah dengan senyuman, satu kalimat yang gua hafal betul sampai sekarang adalah 'dengan kamu tersenyum, maka semua masalah akan terasa lebih mudah' kata ibuku sambil mengusap rambutku, yang acap kali gua tolak dengan alasan 'ah ibu, aku kan udah besar, jangan gini ah'.Ibu hanya tersenyum sembari matanya kokoh menatap dika kecil yang tiduran di pangkuannya,indah, indah sekali senyuman ibu, sayang da vinci terlalu cepat bertemu monalisa, bila izrail cukup bersabar menahan umurnya, mungkin senyum ibu gua lah yang sekarang terpajang di dinding agung louvre, sebagai master piece. sangat disayangkan, huh
Angin malam ini terasa terus menebarkan setiap kenangan yang pernah mampir di hidup gua, saat rutin ibuku memotong kuku kuku kecilku, saat ibu mengelus elus rambutku yang selalu aku tolak, saat ibu tersenyum dibalik wajah cantiknya, saat ibu memberi pesan agar aku menjadi anak yang baik, anak yang sholeh, anak yang membanggakan, dan seribu doa lainnya bahkan yang satupun belum pernah aku mencapainya.
Ternyata benar, kejadian kejadian yang terjadi dalam hidup, pasti akam membuat satu pribadi menjadi seorang yang berbeda dari sebelummnya,semakin hari ibuku semakin sibuk dengan segala masalahnya, senyum indah itupun sudah tidak mampu menyembunyikan kerapuhan hatinya, kulit kulit tangannya yang mengendur pun seperti tampak enggan lagi mengelus rambutku, kangen... aku kangen dengan ibu yang dulu, ibu yang tak pernah kudengar tangisannya saat bulan meratui malam, tangis yang seperti memainkan ulu hatiku, sesak, sesaak tuhan, kembalikan ibuku, kembalikan senyumnya.. ibu adalah segalanya tuhaan, toloong aku, jadikanlah aku ya tuhan jauh dari si malas, jadikan aku oh tuhan si semangat belajar, agar sekali lagi aku bisa menikmati karya terindah tuhan itu tersenyum lagi, senyum bahagia, senyum yang membuat hatiku tenang, senyum yang mengusir segala perih yang kini kurasa.
Nenekku dan serangkaian kenangan yang dihidupkan
Hari itu, tepatnya
jumat,24 september 2010
sore itu langit tampak begitu berkabung, jutaan tetes air membasahi bumi,hitam pekat, langit terasa begitu akrab dengan kilatan yang sesekali menyambar.Jauh di bawah sana, tepatnya di Sma 1 bekasi, seperti menolak keadaan cuaca yang dinginnya begitu menembus tulang, tubuhku tengah bermandikan peluh,membalas tepukan demi tepukan bola pingpong yang dikirim lawan mainku.
17:32
ponselku nampak bergetar diatas bangku kayu panjang
tertera jelas itu nomor ponsel ayahku,ah tak usah kuangkat, paling hanya makian karena mendapati lawan beradu mulutnya belum pulang selarut ini,tetapi selanjutnya sebuah pesan masuk
'Dika,nenek sakit,sekarang semua keluarga udah disana,papa mau kesana sama mama'.
Apa ? Nenek sakit?,setelah mengambil motor di tempat parkir, aku memacu honda bladeku, menyapu hujan yang menghalangi laju rodaku, melaju kencang seakan trauma 'diatas 60km/jam' ini tidak pernah ada.
Akhirnya aku tiba di kediaman tanteku yang menampung nenekku tinggal, jalan gatot subroto,kampung dua ratus,alun alun bekasi.karena panik,aku lupa menurunkan penopang motorku dan alhasil motor itu kubiarkan membentur tanah sedangkan pemiliknya tengah berlari menembus kamar nenek.
Itu dia, tubuh kurusnya amat mudah aku kenali,tapi sekarang tampak lebih kurus dan pucat, kaki kakinya dingin dengan dikelilingi tamu tamu yang bergelar 'saudara' nenekku terbaring lemas. Aku menghampirinya dan mencium tangannya, dan dari mata itu, dari kantung mata yang sudah lama tidak berpapasan dengan air mata itu akhirnya berderai juga, tidak banyak kata dari bibir yang memutih itu
19:04
tamu tamu sudah pulang semuanya, dan tak lama orangtuaku datang, aku yang kini tengah duduk di pinggiran tempat tidur nenekku sama sekali tidak menyambut mereka, aku asik membelai rambut nenekku yang sepenuhnya putih,aku memijat mijat dahinya yang berhias kulit yang telah penuh mengendur, tangan kiri nenekku perlahan naik, naik dan kian naik, kini perlahan tangan nenekku telah mengelus elus rambutku daan aaah, ini sama seperti 12 tahun silam, saat hampir setiap hari dia mengelus rambutku, air mataku berderai begitu saja, dan kedua orang tuaku, yang sedari tadi bisupun akhirnya roboh juga pertahanannya, ayahku akhirnya menangis, bayangkan, ayahku menangis !, bertahun tahun aku hidup ini adalah kedua kalinya aku lihat ia menangis.
Kenangan demi kenangan tengah menjalar, datang dan datang lagi, seperti busur yang terus melepas anak panahnya, aku mengingat saat pertama kali aku dan ayahku, seperti semangkuk sup, aku tak pernah bisa hidup tanpa mangkuk ayahku, dan ayahku akan terasa kosong dan hampa bila tidak ada diriku, dulu kami amatlah dekat, dekat sekali, apapun yang ayah lakukan seperti semuanya hanya untukku, kakakku tidak jarang iri dengan kejadian ini, kami dulu teramaat dekat, aku ingat itu, suatu hari kami harus ke ciamis karena ada pernikahan sanak saudara dan bertepatan itu ayahku ada hal penting di kantornya, perpisahan pertama aku dan ayah, baru bis meniti perjalanan, ponsel dika kecil berdering, dan diujung telepon sana suara ayahku bergetar hebat, terisak, menyuruhku menjaga diri, makan dan jangan nakal, aah ayahku menangis.
Dan kenangan yang tak mungkin bisa kujabarkan satu persatu, tentang nenekku
nenekku adalah juru masak terhebat yang pernah aku temui, dika kecil sanggup makan 5-6 kali sehari bila nenek sudah menyempatkan diri ke dapur, oh iya, pernah suatu hari, nenekku sedang menginap dirumah, dini hari sekali dia sudah menenteng belanjaan dari pasar, ketika kutanya, ternyata soto ayamlah menu kita siang ini,karena tidakk hanya ingin menjadi penonton saja, aku bantu bantu nenek masak, entah membantu atau hanya merepotkan.tetapi daging ayam yang kuiris tampak dimasukkan nenekku dengan senyum ramahnya, dan tampak nenek memasukkan sejumput garam, kemudian gula
'kenapa pake gula nek ?'
biar gurih katanya, pikiran cemerlang ku mulai hidup mendebat di otakku,
hmmm bila aku tambah gula lagi pasti bakal terasa gurih sekali, yummy
saat nenek sedang asik menyuci perkakas kotor.
dengan sok tau, hampir 6 rauk tangan kecilku menyendok gula dan mencampur ke dalam soto,
huek manis banget, gak enak
dan ketika jam makan siang ayah, ibu dan nenek terpaksa menikmati 'kolak daging ayam' buatanku, tetapi dengan muka suka cita mereka tetap memakannya, sambil melihat aku yang dengan liciknya memakan indomie rebus bikinan nenek.
Aaah aku teringat itu lagi,
saat 12 tahun yang lalu, dibawah tubuh nenek terbaring lemas, tempat tidur itulah tempat nenekku menina bobokan aku, mengelus elus dahi dan rambutku, sama persis seperti yang sekarang kulakukan, seperti inilah ternyata lingkaran kehidupan, tetapi apakah aku bisa membuat nenek merasa nyaman dan aman sama seperti apa yang aku rasa kala itu ?
Air mataku menetes tumpah di pipinya, nenek terbangun, dan menatapku dalam, nenek tersenyum, mungkinkah itu adalah sebuah jawaban 'iya' ? Entahlah, yang pasti setelah kejadian ini, belum ada pertengkaran didalam rumahku sampai hari ini, 2 hari stlah kjadian itu, ayahku menjadi ayah yang lebih perhatian sekarang, akankah terus begini ? Dan kalau ia tahu, aku bahagia (sekarang)
quote:hidup itu lingkaran pengorbanan untuk mendapati sesuatu, sekecil apapun itu, bisa berarti banyak
dan ternyata dengan 'korban' nenekku yang sakit, aku merasakan sesuatu yang lebih baik datang mendekat
jumat,24 september 2010
sore itu langit tampak begitu berkabung, jutaan tetes air membasahi bumi,hitam pekat, langit terasa begitu akrab dengan kilatan yang sesekali menyambar.Jauh di bawah sana, tepatnya di Sma 1 bekasi, seperti menolak keadaan cuaca yang dinginnya begitu menembus tulang, tubuhku tengah bermandikan peluh,membalas tepukan demi tepukan bola pingpong yang dikirim lawan mainku.
17:32
ponselku nampak bergetar diatas bangku kayu panjang
tertera jelas itu nomor ponsel ayahku,ah tak usah kuangkat, paling hanya makian karena mendapati lawan beradu mulutnya belum pulang selarut ini,tetapi selanjutnya sebuah pesan masuk
'Dika,nenek sakit,sekarang semua keluarga udah disana,papa mau kesana sama mama'.
Apa ? Nenek sakit?,setelah mengambil motor di tempat parkir, aku memacu honda bladeku, menyapu hujan yang menghalangi laju rodaku, melaju kencang seakan trauma 'diatas 60km/jam' ini tidak pernah ada.
Akhirnya aku tiba di kediaman tanteku yang menampung nenekku tinggal, jalan gatot subroto,kampung dua ratus,alun alun bekasi.karena panik,aku lupa menurunkan penopang motorku dan alhasil motor itu kubiarkan membentur tanah sedangkan pemiliknya tengah berlari menembus kamar nenek.
Itu dia, tubuh kurusnya amat mudah aku kenali,tapi sekarang tampak lebih kurus dan pucat, kaki kakinya dingin dengan dikelilingi tamu tamu yang bergelar 'saudara' nenekku terbaring lemas. Aku menghampirinya dan mencium tangannya, dan dari mata itu, dari kantung mata yang sudah lama tidak berpapasan dengan air mata itu akhirnya berderai juga, tidak banyak kata dari bibir yang memutih itu
19:04
tamu tamu sudah pulang semuanya, dan tak lama orangtuaku datang, aku yang kini tengah duduk di pinggiran tempat tidur nenekku sama sekali tidak menyambut mereka, aku asik membelai rambut nenekku yang sepenuhnya putih,aku memijat mijat dahinya yang berhias kulit yang telah penuh mengendur, tangan kiri nenekku perlahan naik, naik dan kian naik, kini perlahan tangan nenekku telah mengelus elus rambutku daan aaah, ini sama seperti 12 tahun silam, saat hampir setiap hari dia mengelus rambutku, air mataku berderai begitu saja, dan kedua orang tuaku, yang sedari tadi bisupun akhirnya roboh juga pertahanannya, ayahku akhirnya menangis, bayangkan, ayahku menangis !, bertahun tahun aku hidup ini adalah kedua kalinya aku lihat ia menangis.
Kenangan demi kenangan tengah menjalar, datang dan datang lagi, seperti busur yang terus melepas anak panahnya, aku mengingat saat pertama kali aku dan ayahku, seperti semangkuk sup, aku tak pernah bisa hidup tanpa mangkuk ayahku, dan ayahku akan terasa kosong dan hampa bila tidak ada diriku, dulu kami amatlah dekat, dekat sekali, apapun yang ayah lakukan seperti semuanya hanya untukku, kakakku tidak jarang iri dengan kejadian ini, kami dulu teramaat dekat, aku ingat itu, suatu hari kami harus ke ciamis karena ada pernikahan sanak saudara dan bertepatan itu ayahku ada hal penting di kantornya, perpisahan pertama aku dan ayah, baru bis meniti perjalanan, ponsel dika kecil berdering, dan diujung telepon sana suara ayahku bergetar hebat, terisak, menyuruhku menjaga diri, makan dan jangan nakal, aah ayahku menangis.
Dan kenangan yang tak mungkin bisa kujabarkan satu persatu, tentang nenekku
nenekku adalah juru masak terhebat yang pernah aku temui, dika kecil sanggup makan 5-6 kali sehari bila nenek sudah menyempatkan diri ke dapur, oh iya, pernah suatu hari, nenekku sedang menginap dirumah, dini hari sekali dia sudah menenteng belanjaan dari pasar, ketika kutanya, ternyata soto ayamlah menu kita siang ini,karena tidakk hanya ingin menjadi penonton saja, aku bantu bantu nenek masak, entah membantu atau hanya merepotkan.tetapi daging ayam yang kuiris tampak dimasukkan nenekku dengan senyum ramahnya, dan tampak nenek memasukkan sejumput garam, kemudian gula
'kenapa pake gula nek ?'
biar gurih katanya, pikiran cemerlang ku mulai hidup mendebat di otakku,
hmmm bila aku tambah gula lagi pasti bakal terasa gurih sekali, yummy
saat nenek sedang asik menyuci perkakas kotor.
dengan sok tau, hampir 6 rauk tangan kecilku menyendok gula dan mencampur ke dalam soto,
huek manis banget, gak enak
dan ketika jam makan siang ayah, ibu dan nenek terpaksa menikmati 'kolak daging ayam' buatanku, tetapi dengan muka suka cita mereka tetap memakannya, sambil melihat aku yang dengan liciknya memakan indomie rebus bikinan nenek.
Aaah aku teringat itu lagi,
saat 12 tahun yang lalu, dibawah tubuh nenek terbaring lemas, tempat tidur itulah tempat nenekku menina bobokan aku, mengelus elus dahi dan rambutku, sama persis seperti yang sekarang kulakukan, seperti inilah ternyata lingkaran kehidupan, tetapi apakah aku bisa membuat nenek merasa nyaman dan aman sama seperti apa yang aku rasa kala itu ?
Air mataku menetes tumpah di pipinya, nenek terbangun, dan menatapku dalam, nenek tersenyum, mungkinkah itu adalah sebuah jawaban 'iya' ? Entahlah, yang pasti setelah kejadian ini, belum ada pertengkaran didalam rumahku sampai hari ini, 2 hari stlah kjadian itu, ayahku menjadi ayah yang lebih perhatian sekarang, akankah terus begini ? Dan kalau ia tahu, aku bahagia (sekarang)
quote:hidup itu lingkaran pengorbanan untuk mendapati sesuatu, sekecil apapun itu, bisa berarti banyak
dan ternyata dengan 'korban' nenekku yang sakit, aku merasakan sesuatu yang lebih baik datang mendekat
1/2 Hope
atuh cinta itu adalah adalah kesalahan terbesar yang sering dilakukan manusia ? Menurut gua enggak, mungkin ini kembali kepada pengharapan dan ekspetasi yang berlebihan tentang makna cinta tersebut.
Tersebutlah dice, makhluk yang tercipta dari perkawinan silang dari sapi dan microwave (yang sempet sempetnya selingkuh sama curut brazil) bersekolah di sma 1, lebay ? Mungkin enggak kalo lo udah liat gimana penampakan gua, sosok yang gemuk, gempal dan gendut, diperparah dengan gigi gua yang juga ikutan gendut.
Jadi bahan cengan ? Udah setiap hari, sampe gua yang notabene si empunya ejekan curut,tikus,babi aer,platypus atau skrotum berjalan pun bisa menerimanya pasrah
akhir akhir ini gua keranjingan bermain tenis meja, jadi bergabunglah gua di ekskul ini, karena ketua ekskulnya temen gua sndri maka dengan seenaknya gua bisa masuk.
Lagi asik asiknya ngeliatin temen temen yang lagi tanding, tiba tiba muncul seorang cewek berkerudung, cewek cantik,berjakun putih dengan gigi rapih dibalik behelnya dan satu kata sempurna,gua yang ngeliatnya cuma bisa diam, sambil sesekali khayang diatas meja ( yang ini enggak), dia lagi asik maenin pulpennya diatas note kecilnya, ternyata dia bendahara di ekskul ini pas dia nengok ke arah gua, wajahnya penuh keheranan, otaknya berpikir keras melihat pemandangan absurd 'sesosok kuda nil berbaju pramuka'
Setelah lama gua terpukau, ternyata ga kerasa udah giliran gua main, kelas 2nya ga ada yang berani, gua bingung nyari musuh, dan satu satunya yang mau cuma si bendahara itu, wiih, dengan bermaksud dianggap jago sama dia, gua pun berusaha maen seserius mungkin, 1 set, 2 set, dan 3 set. Pertandingan pun selesai, sesaat abis maen gua smpet berpikir pngen ngelamar jadi TKI di Zimbabwe, gila aja, gua kalah 3 set tanpa balas, dan nilai gua dibiarin 0, entah apa yang terjadi, antara dia yang kejagoan, atau gua yang kegantengan (yang ini udah pasti bukan ce!) yang pasti dia berhasil bikin lobang idung gua jadi 2, parah ga tuh !
perlahan gua mulai menyukainya, tapi apa daya, perbandingan kita terlalu jauh, dia seperti matahari, dan aku hanyalah seonggok bunga bangkai, satu dari ribuan bunga yang bisa mekar karena kehadirannya, dari seribu bunga yang memiliki nama dan bentuk lebih indah,
atau tepatnya aku hanya seperti seorang ogre, yang aneh dan menakutkan dan lebih pantas sebagai penghias kali bekasi yang keruh, atau aku seperti monster yang amat menakutkan.
Percayalah, suatu saat bila ada kesempatan, monster ini akan menghancurkan segala kesepian dan kesedihanmu,trust me !
Tersebutlah dice, makhluk yang tercipta dari perkawinan silang dari sapi dan microwave (yang sempet sempetnya selingkuh sama curut brazil) bersekolah di sma 1, lebay ? Mungkin enggak kalo lo udah liat gimana penampakan gua, sosok yang gemuk, gempal dan gendut, diperparah dengan gigi gua yang juga ikutan gendut.
Jadi bahan cengan ? Udah setiap hari, sampe gua yang notabene si empunya ejekan curut,tikus,babi aer,platypus atau skrotum berjalan pun bisa menerimanya pasrah
akhir akhir ini gua keranjingan bermain tenis meja, jadi bergabunglah gua di ekskul ini, karena ketua ekskulnya temen gua sndri maka dengan seenaknya gua bisa masuk.
Lagi asik asiknya ngeliatin temen temen yang lagi tanding, tiba tiba muncul seorang cewek berkerudung, cewek cantik,
Setelah lama gua terpukau, ternyata ga kerasa udah giliran gua main, kelas 2nya ga ada yang berani, gua bingung nyari musuh, dan satu satunya yang mau cuma si bendahara itu, wiih, dengan bermaksud dianggap jago sama dia, gua pun berusaha maen seserius mungkin, 1 set, 2 set, dan 3 set. Pertandingan pun selesai, sesaat abis maen gua smpet berpikir pngen ngelamar jadi TKI di Zimbabwe, gila aja, gua kalah 3 set tanpa balas, dan nilai gua dibiarin 0, entah apa yang terjadi, antara dia yang kejagoan, atau gua yang kegantengan (yang ini udah pasti bukan ce!) yang pasti dia berhasil bikin lobang idung gua jadi 2, parah ga tuh !
perlahan gua mulai menyukainya, tapi apa daya, perbandingan kita terlalu jauh, dia seperti matahari, dan aku hanyalah seonggok bunga bangkai, satu dari ribuan bunga yang bisa mekar karena kehadirannya, dari seribu bunga yang memiliki nama dan bentuk lebih indah,
atau tepatnya aku hanya seperti seorang ogre, yang aneh dan menakutkan dan lebih pantas sebagai penghias kali bekasi yang keruh, atau aku seperti monster yang amat menakutkan.
Percayalah, suatu saat bila ada kesempatan, monster ini akan menghancurkan segala kesepian dan kesedihanmu,trust me !
Selasa, 21 September 2010
Pendidikan (SMP)
Kata orang, ketika smp kita harus pintar pintar menentukan sikap, memilih yang mana yang baik dan yang mana yang enggak, memilih yang mana yang cakep dan yang mana yang cuma modal bedak ( oke yang ini ga nyambung)
Berhasil gua bersekolah di Smp terfavorit di Bekasi, sebut saja SLB sederhana (oke ini engga, namanya aja lebih mirip warung padang dari pada sekolah) Dan hiduplah gua Di SMPN 1 Bekasi, huuray, seneng bgt gua keterima disini, selain emang yang deket dari rumah (lagi), disini tuh mayoritasnya adalah lulusan sd bekasi jaya 1, jadi gua ga usah repot repot adaptasi sama lingkungan sekolah.
kelas 7 gua jalanin dengan suksesnya, gua berhasil masuk ke kelas unggulan di smp 1, bayangin unggulan cui, cuma anak anak terpilih aja yang bisa hidup dalam kelas itu, tapi entah kenapa selama gua di kelas 8, semua sikap, pribadi dan segala yang ada di gua berubah, drastis, gua brubah drastis, sekarang dikepala gua numbuh skrotum skrotum kecil (huek engga deh),
Di kelas 8, banyak banget intrik intrik yang terjadi di kehidupan gua, dan parahnya, gua mulai kenal dengan siapa bokap gua,Suatu kali gua pernah minjem hapenya, dan ketika gua baca pesan pesan masuk yang ada di layar monitor communicator bokap gua, SHIT, kata kata sayang yang seharusnya ga ada disitu, kontak yang disamarkan namanya dengan DELTA itulah yang bikin gua shock, marah, bingung, kesel, sedih dan apa yang mesti gua lakuin ?, bayangin seorang anak 14 tahun, yang masih butuh banyak bimbingan, penuh rasa ingin tahu, ganteng (oke yang ini engga), harus tau kenyataan lebih cepat, gua diem, diem dan diem, kayak ada yang berkecamuk di hati gua, gua bayangin gimana seorang ibu yang setia, cuma dijadiin babu dirumahnya sendiri, sedangkan suaminya, asik asikkan sama cewek lain, disinilah gua mulai benci dan rasa sayang gua udah jauh ninggalin bokap gua ( baca post lebih lanjut karena gua lagi ga mood bahas ginian)
Dan seiring dengan berjalannya waktu, mulailah gua jadi anak yang pembangkang sama bokap gua, ribut ? setiap hari gua ribut sama dia, walaupun dia belum tau kalau gua udah tau rahasia dia, dia cukup ngeladenin gua dengan hebat, dan tak ayal jadilah gua seorang anak yang depresi.
seketika gua mulai ga kenal siapa jati diri gua, banyak yang bilang gua berubah, dulu gua yang rajin bulak balik masjid, sekarang mata operator warnet pun bosen karena ngeliat gua setiap hari ngejogrok disitu, baca ! setiap hari, 8-10 jam gua abisin di warnet, gua ngerasa disinilah tempat gua, tempat dimana gua bisa ngelupain kesedihan
Note: jangan berharap lo bisa lari dari sebuah masalah, karena masalah adalah atlet hari yang hebat, seberat apapun masalahnya, hadapin, dan lo bakal tau kalo itu ga seberat apa yang ada dipikiran kita
kelas 9, makin getol gua bulak balik warnet, sekedar ketemu temen temen nge net atau temen temen gua di dunia maya
(entar dilanjut bos mau maghrib)
Berhasil gua bersekolah di Smp terfavorit di Bekasi, sebut saja SLB sederhana (oke ini engga, namanya aja lebih mirip warung padang dari pada sekolah) Dan hiduplah gua Di SMPN 1 Bekasi, huuray, seneng bgt gua keterima disini, selain emang yang deket dari rumah (lagi), disini tuh mayoritasnya adalah lulusan sd bekasi jaya 1, jadi gua ga usah repot repot adaptasi sama lingkungan sekolah.
kelas 7 gua jalanin dengan suksesnya, gua berhasil masuk ke kelas unggulan di smp 1, bayangin unggulan cui, cuma anak anak terpilih aja yang bisa hidup dalam kelas itu, tapi entah kenapa selama gua di kelas 8, semua sikap, pribadi dan segala yang ada di gua berubah, drastis, gua brubah drastis, sekarang dikepala gua numbuh skrotum skrotum kecil (huek engga deh),
Di kelas 8, banyak banget intrik intrik yang terjadi di kehidupan gua, dan parahnya, gua mulai kenal dengan siapa bokap gua,Suatu kali gua pernah minjem hapenya, dan ketika gua baca pesan pesan masuk yang ada di layar monitor communicator bokap gua, SHIT, kata kata sayang yang seharusnya ga ada disitu, kontak yang disamarkan namanya dengan DELTA itulah yang bikin gua shock, marah, bingung, kesel, sedih dan apa yang mesti gua lakuin ?, bayangin seorang anak 14 tahun, yang masih butuh banyak bimbingan, penuh rasa ingin tahu, ganteng (oke yang ini engga), harus tau kenyataan lebih cepat, gua diem, diem dan diem, kayak ada yang berkecamuk di hati gua, gua bayangin gimana seorang ibu yang setia, cuma dijadiin babu dirumahnya sendiri, sedangkan suaminya, asik asikkan sama cewek lain, disinilah gua mulai benci dan rasa sayang gua udah jauh ninggalin bokap gua ( baca post lebih lanjut karena gua lagi ga mood bahas ginian)
Dan seiring dengan berjalannya waktu, mulailah gua jadi anak yang pembangkang sama bokap gua, ribut ? setiap hari gua ribut sama dia, walaupun dia belum tau kalau gua udah tau rahasia dia, dia cukup ngeladenin gua dengan hebat, dan tak ayal jadilah gua seorang anak yang depresi.
seketika gua mulai ga kenal siapa jati diri gua, banyak yang bilang gua berubah, dulu gua yang rajin bulak balik masjid, sekarang mata operator warnet pun bosen karena ngeliat gua setiap hari ngejogrok disitu, baca ! setiap hari, 8-10 jam gua abisin di warnet, gua ngerasa disinilah tempat gua, tempat dimana gua bisa ngelupain kesedihan
Note: jangan berharap lo bisa lari dari sebuah masalah, karena masalah adalah atlet hari yang hebat, seberat apapun masalahnya, hadapin, dan lo bakal tau kalo itu ga seberat apa yang ada dipikiran kita
kelas 9, makin getol gua bulak balik warnet, sekedar ketemu temen temen nge net atau temen temen gua di dunia maya
(entar dilanjut bos mau maghrib)
Minggu, 19 September 2010
Pendidikan (SD)
Pendidikan atau keberuntungan ?
banyak orang bertukar pendapat tentang orang sukses itu adalah si berkependidikan atau mereka yang para cendekiawanlah yang pantas duduk gagah diatas gedung gedung pencakar langit.dan sisi lainnya berkata si beruntunglah yang bisa membuat usaha baksonya menjamur di segala pelosok atau juga kehebatan mereka memutar uangnya di atas meja perjuadian.Overall, gua lebih milih berpihak kepada pendidikan, kenapa ? tanyakan saja kepada rumput yang berdisko, gak gak maksudnya karena bagi gua soal tukang bakso yang kini makin menjamur itu soalna karena mereka mempunyai niat dan ikhtiar semaksimal mungkin, lain ceritanya kalo kalau tau tau dia nemu sepuluh rumah kawasan kemang lengkap dengan segala sertifikat tanah (baca:gak mungkin)
Dan akhirnya hiduplah dika kecil di SDN Bekasi Jaya I, berbekal doktrin kalau itu adalah sd favorit, tuh sd juga ga begitu jauh dari rumah gua. Prestasi ? alhamdulilah seinget gua, gua selalu berhasil bikin orang tua gua bangga dengan peringkat 5 besar yang selalu gua beri waktu itu.
Gua tergolong anak yang bisa olahraga apa aja waktu SD, gak heran gua suka diajak maen bola sepak, voly , basket bahkan lompat talipun hayu,
Pernah suatu hari, disaat sinar matahari lagi panas panasnya tapi entah kenapa ingus gua masih menggelayut gelayut dengan indahnya (maklum anak SD) sekelompok anak cewek yang nama namanya adalah selvi,rana dan rani ngajakin gua lompat tali.
'dika ikutan yuk' kata selvi yang waktu itu sibuk membentangkan rantai karet merah yang ujung satunya telah terikat di tiang
'ayok kalah bugil ya' wah kacau pikiran dika kecil udah ngeres aja
'ayok siapa takut' kata selvi
permainan pun dimulai, pertama tali dililitkan sebatas pinggang selvi, urutannya adalah rana melompat , rani melompat baru gua yang lompat
'haaaaaaap' rana berhasil melompat dengan mulus
'haaaaaaap' giliran rani yang melompat dengan mulus
'haaaaaaap' giliran gua menyingkap rok selvi dari bawah (gak yang ini bercanda)
Gua tegang, dengan ngitung mundur dalem hati gua, akhirnya gua beranikan melompat
'haaaaaaap' oke sip gua sukses mendaratkan muka gua dijejeran kursi semen yang terjajar rapi di tiap tiap kelas
'HAAAAHAHAHAHAHAHAHAHAHA' ketawa ketiga gadis picik itu saat melihat gua yang tengah tersungkur, kondisi gua waktu itu beneran ga beda jauh dari babi ngepet yang ketangkep warga, malu dan malu, serasa mau mindahin muka gua ke bokong, aah tapi ga beda jauh, jadi gua duduk diem aja di pojok kelas waktu itu
note: rana rani adalah saudara gua
***
My first Love
Ada member setia blog gua yang ngusulin buat bahas ginian (halo kana), gua aja masih bingung siapa kira kira cinta pertama gua, dan akhirnya gua jatuhin pilihan kepada selvi. temen sd gua sndiri
(lanjutan cerita diatas)
lagi asik gua mikirin masa depan yang suram karena insiden tadi siang,selvi datang dengan tersenym, berhubung lagi istirahat, kelas sepi, cuma menyisakan kita berdua
'dika maen lagi yuk'
'engga ah, sama rana rani aja vi'
'gak ah, aku maunya maen sama dika'
'gak mau gak mau gak mau'
'ih kenapa sih, dari pada diem sendirian dikelas gini'
'biarin !'
"kamu berak di celana yah jangan jangan'
'enak aja'
'yaudah makanya yuk maen'
selvi makin bersikeras ngajak maen gua, dan akhirnya gua menyerah, waktu itu dialah orang yang paling respect gua disekolah, paling perhatian.
terakhir kali gua ketemu sama selvi waktu smanya dia ngadain pensi, gua waktu itu ke pensi sama davi, cewek temen smp gua yang sekolah di sma itu juga, karena itu acara smanya maka davi pun kabur kaburan nemenin gua di tuh pensi, jadi gua sendirian di tuh pensi, muter muter kaya om om senang nyari mangsa, tapi lumayan juga sih, tuh sma terkenal dengan cewek cewek cakepnya, sukseslah peribahasa sambil menyelam buang air, dibandingin dirumah cuma ngeliatin kecoa kimpoi.
Makin siang nih pensi makin rame, makin banyak orang orang yang negor, bukan karena kenal sama gua tapi karena emang posisi gua waktu itu ngalangin tempat parkiran motor, anehnya tuh tukang parkir dari tadi ga ngusir ngusir gua, mungkin emang karena body gua yang emang plagiatan vespa tahun 70 ya.
tapi disini gua banyak ketemu mantan, hera, alvie, vani dan lain lain, masing masing sibuk dengan gandengannya masing masing, mereka cuman nyengir nyengir aja natap gua waktu itu, well, itu lebih baik, karena pas awal ketemu mereka ga berenti berenti ketawa ngakak ngeliat muka kok ada ya orang yang sama persis sama persneling bajaj.
Akhirnya gua lelah dan nyari tempat kosong buat duduk, ada sekumpulan cewek dengan celana pendeknya, wiih sumpah putih putih banget, cantik cantik pula, gua sengajain aja duduk deket deket mereka, lumayanlah.Eh tau tau ada satu cewek yang ngernyitin matanya kearah gua, kenapa ya,apa ada yang salah sama muka gua (banyak dik !),tapi akhirnya dia buka omongan
' hey dikaa'
' eh hey juga, siapa ya '
'ya ampun gua selvi, inget gak ?'
'oh selvi inget inget,'
'hahaha, gimana kabar kamu dik ?'
'alhamdulilah, kalau tampang menyerupai bajaj masih dianggap sehat berarti gua sehat sehat aja vi, lo sndiri ?'
'alhamdulilah, juga, eh nomoh hape lah, buat ntar bisa aku hubungin'
'0898*******'
'sip deh'
sehari berlalu, ga ada sms dari dia, 2 hari berlalu, 3 hari berlalu, dan minggu mulai berlalu, harapan harapan gua mulai terus digerogoti waktu, sampai sekarang gua nulis blog ini, ga pernah sekalipun ada sms dari dia, terlalu berharap, terlalu naif, terlalu Vagetoz (yang ini engga). gua ngerasa sampe sekarang itu cuma sebatas mimpi siang bolong,
mimpi indah itu bisa menjadi sesuatu yang buruk bila kita terlalu terbawa angan, menjadi seorang yang tidak realistis dan ternina bobokan oleh kedok kejam dunia.
banyak orang bertukar pendapat tentang orang sukses itu adalah si berkependidikan atau mereka yang para cendekiawanlah yang pantas duduk gagah diatas gedung gedung pencakar langit.dan sisi lainnya berkata si beruntunglah yang bisa membuat usaha baksonya menjamur di segala pelosok atau juga kehebatan mereka memutar uangnya di atas meja perjuadian.Overall, gua lebih milih berpihak kepada pendidikan, kenapa ? tanyakan saja kepada rumput yang berdisko, gak gak maksudnya karena bagi gua soal tukang bakso yang kini makin menjamur itu soalna karena mereka mempunyai niat dan ikhtiar semaksimal mungkin, lain ceritanya kalo kalau tau tau dia nemu sepuluh rumah kawasan kemang lengkap dengan segala sertifikat tanah (baca:gak mungkin)
Dan akhirnya hiduplah dika kecil di SDN Bekasi Jaya I, berbekal doktrin kalau itu adalah sd favorit, tuh sd juga ga begitu jauh dari rumah gua. Prestasi ? alhamdulilah seinget gua, gua selalu berhasil bikin orang tua gua bangga dengan peringkat 5 besar yang selalu gua beri waktu itu.
Gua tergolong anak yang bisa olahraga apa aja waktu SD, gak heran gua suka diajak maen bola sepak, voly , basket bahkan lompat talipun hayu,
Pernah suatu hari, disaat sinar matahari lagi panas panasnya tapi entah kenapa ingus gua masih menggelayut gelayut dengan indahnya (maklum anak SD) sekelompok anak cewek yang nama namanya adalah selvi,rana dan rani ngajakin gua lompat tali.
'dika ikutan yuk' kata selvi yang waktu itu sibuk membentangkan rantai karet merah yang ujung satunya telah terikat di tiang
'ayok kalah bugil ya' wah kacau pikiran dika kecil udah ngeres aja
'ayok siapa takut' kata selvi
permainan pun dimulai, pertama tali dililitkan sebatas pinggang selvi, urutannya adalah rana melompat , rani melompat baru gua yang lompat
'haaaaaaap' rana berhasil melompat dengan mulus
'haaaaaaap' giliran rani yang melompat dengan mulus
'haaaaaaap' giliran gua menyingkap rok selvi dari bawah (gak yang ini bercanda)
Gua tegang, dengan ngitung mundur dalem hati gua, akhirnya gua beranikan melompat
'haaaaaaap' oke sip gua sukses mendaratkan muka gua dijejeran kursi semen yang terjajar rapi di tiap tiap kelas
'HAAAAHAHAHAHAHAHAHAHAHA' ketawa ketiga gadis picik itu saat melihat gua yang tengah tersungkur, kondisi gua waktu itu beneran ga beda jauh dari babi ngepet yang ketangkep warga, malu dan malu, serasa mau mindahin muka gua ke bokong, aah tapi ga beda jauh, jadi gua duduk diem aja di pojok kelas waktu itu
note: rana rani adalah saudara gua
***
My first Love
Ada member setia blog gua yang ngusulin buat bahas ginian (halo kana), gua aja masih bingung siapa kira kira cinta pertama gua, dan akhirnya gua jatuhin pilihan kepada selvi. temen sd gua sndiri
(lanjutan cerita diatas)
lagi asik gua mikirin masa depan yang suram karena insiden tadi siang,selvi datang dengan tersenym, berhubung lagi istirahat, kelas sepi, cuma menyisakan kita berdua
'dika maen lagi yuk'
'engga ah, sama rana rani aja vi'
'gak ah, aku maunya maen sama dika'
'gak mau gak mau gak mau'
'ih kenapa sih, dari pada diem sendirian dikelas gini'
'biarin !'
"kamu berak di celana yah jangan jangan'
'enak aja'
'yaudah makanya yuk maen'
selvi makin bersikeras ngajak maen gua, dan akhirnya gua menyerah, waktu itu dialah orang yang paling respect gua disekolah, paling perhatian.
terakhir kali gua ketemu sama selvi waktu smanya dia ngadain pensi, gua waktu itu ke pensi sama davi, cewek temen smp gua yang sekolah di sma itu juga, karena itu acara smanya maka davi pun kabur kaburan nemenin gua di tuh pensi, jadi gua sendirian di tuh pensi, muter muter kaya om om senang nyari mangsa, tapi lumayan juga sih, tuh sma terkenal dengan cewek cewek cakepnya, sukseslah peribahasa sambil menyelam buang air, dibandingin dirumah cuma ngeliatin kecoa kimpoi.
Makin siang nih pensi makin rame, makin banyak orang orang yang negor, bukan karena kenal sama gua tapi karena emang posisi gua waktu itu ngalangin tempat parkiran motor, anehnya tuh tukang parkir dari tadi ga ngusir ngusir gua, mungkin emang karena body gua yang emang plagiatan vespa tahun 70 ya.
tapi disini gua banyak ketemu mantan, hera, alvie, vani dan lain lain, masing masing sibuk dengan gandengannya masing masing, mereka cuman nyengir nyengir aja natap gua waktu itu, well, itu lebih baik, karena pas awal ketemu mereka ga berenti berenti ketawa ngakak ngeliat muka kok ada ya orang yang sama persis sama persneling bajaj.
Akhirnya gua lelah dan nyari tempat kosong buat duduk, ada sekumpulan cewek dengan celana pendeknya, wiih sumpah putih putih banget, cantik cantik pula, gua sengajain aja duduk deket deket mereka, lumayanlah.Eh tau tau ada satu cewek yang ngernyitin matanya kearah gua, kenapa ya,apa ada yang salah sama muka gua (banyak dik !),tapi akhirnya dia buka omongan
' hey dikaa'
' eh hey juga, siapa ya '
'ya ampun gua selvi, inget gak ?'
'oh selvi inget inget,'
'hahaha, gimana kabar kamu dik ?'
'alhamdulilah, kalau tampang menyerupai bajaj masih dianggap sehat berarti gua sehat sehat aja vi, lo sndiri ?'
'alhamdulilah, juga, eh nomoh hape lah, buat ntar bisa aku hubungin'
'0898*******'
'sip deh'
sehari berlalu, ga ada sms dari dia, 2 hari berlalu, 3 hari berlalu, dan minggu mulai berlalu, harapan harapan gua mulai terus digerogoti waktu, sampai sekarang gua nulis blog ini, ga pernah sekalipun ada sms dari dia, terlalu berharap, terlalu naif, terlalu Vagetoz (yang ini engga). gua ngerasa sampe sekarang itu cuma sebatas mimpi siang bolong,
mimpi indah itu bisa menjadi sesuatu yang buruk bila kita terlalu terbawa angan, menjadi seorang yang tidak realistis dan ternina bobokan oleh kedok kejam dunia.
Selasa, 14 September 2010
Vanessa's ending
Sempet aku pikir hari ini, sehabis pulang aku akan menulis entri baru blogku dengan judul 'Greencanyon with Vanessa'.Bagiku kehidupan itu tersusun dari tiang tiang harapan menuju kehidupan yang lebih baik, dan kini, lagi tuhan menhancurkan satu tiang itu,membuat pondasi itu semakin rapuh dan menunggu sepenuhnya jatuh
'Dik, jalan lagi yuk'
'ayo, kemana ness ? hutan lagi ?'
'greencanyon aja'
'oke deh ketemuan di tempat kemarin lagi aja ya'
'oke'
Semakin hari semakin besar aku memupuk harapan tentang vanessa, walaupun aku tahu, semakin tinggi aku menggantung sebuah harapan, akan semakin sakit saat nanti kujatuh terhempas
2 jam perjalanan yang cukup melelahkan,mengingat tempatnya yang memang cukup jauh dan penuh tikungan tajam yang sisinya dipenuhi jurang, jurang jurang yang seakan siap memakan kami hidup hidup bila kendaraan tidak melaju hati hati
tak ada candaan, hari itu nessa yang terbalut baju ketat putih dan rok yang hanya menutupi setengah pahanya tampak begitu pendiam. Aneh saat itu aku belum menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyakitkan akan menimpaku.
14:02
sang raja siang masih lantang berdiri tegap di singgasananya dan sukses memahkotai kami dengan panasnya.untung aku lihat didalamnya terdapat ribuan pohon pohon besar yang siap melindungi kami
phew,ternyata kita harus berjalan terlebih dahulu,cukup panjang jalan yang harus kami tapaki, bebatuan dan ranting kayu yang masih merajai lintasan menyulitkan kami.Akhirnya, sampailah kami di tempat penyewaan sampan, dan di depan kami sudah terpampang hamparan sungai yang luas,hijau dan jernih,Sungguh indah.
'sampannya jang ?'
'heeh kang, sabarahaan'
'mun dianteran 20 mun sorangan ngan 10 ribu'
'nu 10 ribu aja lah kang, biar urang jalan sendiri'
'oh muhun mun kitu, ka arah sananya jang' sambil jari telunjuknya memandu mata kami'
'sumuhun kang'
aku yang menahkodainya dengan kayu yang berujung lebar di setiap ujungnya, nessa tampak terduduk disampingku sambil merebahkan kepalanya di dadaku
nessa:'kayak romeo juliet yah dik'
aku:'Adam dan hawa ness'
nessa:'beauty and the beast'
aku:'anjrit'
nessa:'hahahaha'
hening
'cinta itu lahir dari kehidupan adam dan hawa, keindahan cinta terlukiskan dalam cerita beauty and the beast dan berakhir di roman romeo dan juliet, dan cerita kitalah yang akhirnya melahirkan kisah kisah itu ness'
hanya senyuman,hanya senyuman yang waktu itu menyambu tubuhku,bukan cubitan bukan pukulan ataupun kecupan, hanya senyuman, senyuman yang penuh arti.
sampan terhenti di sebuah pemandangan alam yang indah,tempat tujuan kami masih ada setengah perjalanan lagi.
'nes aku bakal pulang beberapa hari lagi, bareng yuk nes'
'gak bisa dik'
'kenapa ?emang kamu kapan pulang ?'
'aku ga bakal pulang ke bekasi, aku harus tinggal disini, sama nenek aku, aku harus nyari kerja buat biayain hidup aku, udah engga ada yang bisa aku andelin, semenjak rumah udah ayah jual dan ibu sakit sakitan dan akhirnya meninggal, aku hanya punya tempat tinggal disini, dirumah nenekku'
'trus kuliah kamu gimana ness ?'
'kuliah ? aku berhenti'
'Tapi itu bukan berarti perpisahan kan ness? kita masih bisa berhubungan? kita masih tetep bisa kayak gini terus kan ?'
'gak dik, semua harus berakhir disini, kalau kita tetap bertahan seperti ini, aku hanya akan membebani'
'gak nes ENGGAK'
'HARGAIN KEPUTUSAN AKU DIK, TEGA KAMU BIARIN AKU HIDUP DALAM PERASAAN MEMBEBANI ? TEGA KAMU DIK HAH ? HARGAIN PERSAAN AKU DIK !'
tangisannya habis terurai menjuntai di sungai itu, suaranya menggema keras, kepakan kepakan sayap burung tampak ketakutan dan terbang jauh mengudara
'tega ? tega kamu hadir kehidupan aku ness ? hadir dalam mimpi mimpi aku, merebut setiap pikiran pikiran aku da sekarang kamu akan pergi gitu aja?' niggalin banyak kenangan yang bakal hidup dibawa mati' tega nes'
hening
hanya isakan nafas nessa yang terengah engah yang mampu terdengar
'dik, anggap ini semua hanya mimpi,anggap semuanya cuma mimpi'
'dan anggap aku adalah orang yang akan terus tertidur nes, agar selamanya mimpi ini ga perlu berakhir'
Lucu, baru baru kemarin malam seorang teman aku bujuk untuk bangun dalam mimpinya dan raih mimpi itu, jangan hanya menikmatinya saat tertidur lelap.Tapi sekarang apa ? aku bagai hanya si pembual yang banyak bicara.
'Dika, aku sayang kamu'
'aku juga nes'
perlahan matanya terpejam, bibirnya mendekat dan....
'jangan nes'telunjukku menghentikan aksi bibirnya
'maaf' perlahan nessa memudurkan kepalanya dan menduduk.
'pulang yuk nes'
'gak mau, aku masih mau ngabisin hari ini sama kamu dik, hari terakhir ini'
'oh, dan nyiptain kenangan yang semakin nyesekin hati ?'
'...'
perlahan aku pandu sampan kembali, sesudahnya kami masih harus berjalan panjangan ke muka jalan, nessa berjalan pelan dibelakangku, meniti langkah kecil kecil karena tanah yang teramat licin, tiba tiba...
'aw' nessa tergelincir jatuh menghujam tanah, kakinya tampak terkilir, mau tidak mau aku harus menggendongnya, aku gendong dia di punggungku, uhft berat, tidak ada hilir mudik orang disana waktu itu, tak bisa aku meminta bantuan, oh iya aku ingat, ini sudah habis dari waktu liburan, sudah banyak mereka yang dari luar kota sudah sibuk kembali dikantornya masing masing. dan akhirnya sama aku melihat sebuah panggung bambu kecil, jauh dipelosok dalam hutan yang kami lalui, aku kesana dan mulai menaruh nessa dirumah itu, dan kupijit pergelangan kakinya
'sakit dik'
'mau sembuh gak ?kalo dibiarin ntar malah bengkat, ntar malah bisa berminggu minggu, udah nurut aja'
'iyaa dik'
wajahnya teramat cantik wktu itu, dibalut baju ketatnya yang basah oleh keringatnya dan rok pendeknya yang waktu itu leluasa aku melihatnya
'dik'
'kenapa ness ? udah enakan ? coba gerak gerakin'
'udah dik, udah bisa buat jalan jalan kok, tapi please dik, disini dulu, tolong'
'hmm oke deh'
dia tersenyum, perlahan tubuhnya mendekat, dan sekarang dia sukses memagut bibirku, lama sekali, bermenit menit, hingga kami berdua saling berdiri dan memeluk, dan sampai air matanya mulai menetes deras menghujani pipiku
'hari ini tubuh aku buat kamu dik, aku rela untuk kamu, tolong temani aku habisi waktu hari ini hanya bersamamu'
ciuman kami terhenti, dan matanya memandang jauh ke arah mataku, perlahan lahan tangannya menarik pakaiannya keatas
'jangan nes, apa yang kamu pikirin sih.aku gak mau, jangan ngukur semuanya ini hanya sebatas tubuh kamu, aku mau seutuhnya kamu, hati kamu, kepercayaan kamu dan semua tentang kamu, yuk ness sekarang kita pulang, sini biar aku bantu kamu'
dia hanya diam menyambut tanganku, kamu berjalan hingga akhirnya sampai ke muka jalan raya dan menaiki angkutan, sepanjang perjalanan dia tertidur di bahuku
'jangan bangunkan aku, biarkan aku sama sepertimu selamanya hidup dalam mimpi' katanya berurai tengis di bahuku.
lalu dibahuku, terdengar dia menyanyi nyanyi kecil, air mata yang trus menutupi suara sengaunya tapi aku tahu itu lagu yang pernah ia persembahkan, dan sampai sekarang lagu itu masih terus bernyanyi dipiranku
Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
hingga senyap waktu meninabobokannya,
ketika sampai ke tempat aku harus turun, aku membangunkannya
'kenapa kamu bangunkan aku?' katanya dengan mata merah yang berair
'jangan hanya jadi sang pemimpi, jadilah sang peraih suatu saat kita akan sama sama sukses dan kita akan bersama lagi, ku yakin itu ness'
'dik, makasih buat semuanya, buat semua pelajaran yang kamu kasih kau akan selalu di hati aku, dan aku akan selalu menunggu datangnya kenyataan dari ucapmu
Perpisahan itu pun terjadi, angkutan terus membawanya pergi hingga hilang dari pandangan, teman teman, tolong sampaikan harapan aku, aku ingin menjadi penulis yang sukses, dan suatu saat nanti dapat menjemputnya kembali...
'Dik, jalan lagi yuk'
'ayo, kemana ness ? hutan lagi ?'
'greencanyon aja'
'oke deh ketemuan di tempat kemarin lagi aja ya'
'oke'
Semakin hari semakin besar aku memupuk harapan tentang vanessa, walaupun aku tahu, semakin tinggi aku menggantung sebuah harapan, akan semakin sakit saat nanti kujatuh terhempas
2 jam perjalanan yang cukup melelahkan,mengingat tempatnya yang memang cukup jauh dan penuh tikungan tajam yang sisinya dipenuhi jurang, jurang jurang yang seakan siap memakan kami hidup hidup bila kendaraan tidak melaju hati hati
tak ada candaan, hari itu nessa yang terbalut baju ketat putih dan rok yang hanya menutupi setengah pahanya tampak begitu pendiam. Aneh saat itu aku belum menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyakitkan akan menimpaku.
14:02
sang raja siang masih lantang berdiri tegap di singgasananya dan sukses memahkotai kami dengan panasnya.untung aku lihat didalamnya terdapat ribuan pohon pohon besar yang siap melindungi kami
phew,ternyata kita harus berjalan terlebih dahulu,cukup panjang jalan yang harus kami tapaki, bebatuan dan ranting kayu yang masih merajai lintasan menyulitkan kami.Akhirnya, sampailah kami di tempat penyewaan sampan, dan di depan kami sudah terpampang hamparan sungai yang luas,hijau dan jernih,Sungguh indah.
'sampannya jang ?'
'heeh kang, sabarahaan'
'mun dianteran 20 mun sorangan ngan 10 ribu'
'nu 10 ribu aja lah kang, biar urang jalan sendiri'
'oh muhun mun kitu, ka arah sananya jang' sambil jari telunjuknya memandu mata kami'
'sumuhun kang'
aku yang menahkodainya dengan kayu yang berujung lebar di setiap ujungnya, nessa tampak terduduk disampingku sambil merebahkan kepalanya di dadaku
nessa:'kayak romeo juliet yah dik'
aku:'Adam dan hawa ness'
nessa:'beauty and the beast'
aku:'anjrit'
nessa:'hahahaha'
hening
'cinta itu lahir dari kehidupan adam dan hawa, keindahan cinta terlukiskan dalam cerita beauty and the beast dan berakhir di roman romeo dan juliet, dan cerita kitalah yang akhirnya melahirkan kisah kisah itu ness'
hanya senyuman,hanya senyuman yang waktu itu menyambu tubuhku,bukan cubitan bukan pukulan ataupun kecupan, hanya senyuman, senyuman yang penuh arti.
sampan terhenti di sebuah pemandangan alam yang indah,tempat tujuan kami masih ada setengah perjalanan lagi.
'nes aku bakal pulang beberapa hari lagi, bareng yuk nes'
'gak bisa dik'
'kenapa ?emang kamu kapan pulang ?'
'aku ga bakal pulang ke bekasi, aku harus tinggal disini, sama nenek aku, aku harus nyari kerja buat biayain hidup aku, udah engga ada yang bisa aku andelin, semenjak rumah udah ayah jual dan ibu sakit sakitan dan akhirnya meninggal, aku hanya punya tempat tinggal disini, dirumah nenekku'
'trus kuliah kamu gimana ness ?'
'kuliah ? aku berhenti'
'Tapi itu bukan berarti perpisahan kan ness? kita masih bisa berhubungan? kita masih tetep bisa kayak gini terus kan ?'
'gak dik, semua harus berakhir disini, kalau kita tetap bertahan seperti ini, aku hanya akan membebani'
'gak nes ENGGAK'
'HARGAIN KEPUTUSAN AKU DIK, TEGA KAMU BIARIN AKU HIDUP DALAM PERASAAN MEMBEBANI ? TEGA KAMU DIK HAH ? HARGAIN PERSAAN AKU DIK !'
tangisannya habis terurai menjuntai di sungai itu, suaranya menggema keras, kepakan kepakan sayap burung tampak ketakutan dan terbang jauh mengudara
'tega ? tega kamu hadir kehidupan aku ness ? hadir dalam mimpi mimpi aku, merebut setiap pikiran pikiran aku da sekarang kamu akan pergi gitu aja?' niggalin banyak kenangan yang bakal hidup dibawa mati' tega nes'
hening
hanya isakan nafas nessa yang terengah engah yang mampu terdengar
'dik, anggap ini semua hanya mimpi,anggap semuanya cuma mimpi'
'dan anggap aku adalah orang yang akan terus tertidur nes, agar selamanya mimpi ini ga perlu berakhir'
Lucu, baru baru kemarin malam seorang teman aku bujuk untuk bangun dalam mimpinya dan raih mimpi itu, jangan hanya menikmatinya saat tertidur lelap.Tapi sekarang apa ? aku bagai hanya si pembual yang banyak bicara.
'Dika, aku sayang kamu'
'aku juga nes'
perlahan matanya terpejam, bibirnya mendekat dan....
'jangan nes'telunjukku menghentikan aksi bibirnya
'maaf' perlahan nessa memudurkan kepalanya dan menduduk.
'pulang yuk nes'
'gak mau, aku masih mau ngabisin hari ini sama kamu dik, hari terakhir ini'
'oh, dan nyiptain kenangan yang semakin nyesekin hati ?'
'...'
perlahan aku pandu sampan kembali, sesudahnya kami masih harus berjalan panjangan ke muka jalan, nessa berjalan pelan dibelakangku, meniti langkah kecil kecil karena tanah yang teramat licin, tiba tiba...
'aw' nessa tergelincir jatuh menghujam tanah, kakinya tampak terkilir, mau tidak mau aku harus menggendongnya, aku gendong dia di punggungku, uhft berat, tidak ada hilir mudik orang disana waktu itu, tak bisa aku meminta bantuan, oh iya aku ingat, ini sudah habis dari waktu liburan, sudah banyak mereka yang dari luar kota sudah sibuk kembali dikantornya masing masing. dan akhirnya sama aku melihat sebuah panggung bambu kecil, jauh dipelosok dalam hutan yang kami lalui, aku kesana dan mulai menaruh nessa dirumah itu, dan kupijit pergelangan kakinya
'sakit dik'
'mau sembuh gak ?kalo dibiarin ntar malah bengkat, ntar malah bisa berminggu minggu, udah nurut aja'
'iyaa dik'
wajahnya teramat cantik wktu itu, dibalut baju ketatnya yang basah oleh keringatnya dan rok pendeknya yang waktu itu leluasa aku melihatnya
'dik'
'kenapa ness ? udah enakan ? coba gerak gerakin'
'udah dik, udah bisa buat jalan jalan kok, tapi please dik, disini dulu, tolong'
'hmm oke deh'
dia tersenyum, perlahan tubuhnya mendekat, dan sekarang dia sukses memagut bibirku, lama sekali, bermenit menit, hingga kami berdua saling berdiri dan memeluk, dan sampai air matanya mulai menetes deras menghujani pipiku
'hari ini tubuh aku buat kamu dik, aku rela untuk kamu, tolong temani aku habisi waktu hari ini hanya bersamamu'
ciuman kami terhenti, dan matanya memandang jauh ke arah mataku, perlahan lahan tangannya menarik pakaiannya keatas
'jangan nes, apa yang kamu pikirin sih.aku gak mau, jangan ngukur semuanya ini hanya sebatas tubuh kamu, aku mau seutuhnya kamu, hati kamu, kepercayaan kamu dan semua tentang kamu, yuk ness sekarang kita pulang, sini biar aku bantu kamu'
dia hanya diam menyambut tanganku, kamu berjalan hingga akhirnya sampai ke muka jalan raya dan menaiki angkutan, sepanjang perjalanan dia tertidur di bahuku
'jangan bangunkan aku, biarkan aku sama sepertimu selamanya hidup dalam mimpi' katanya berurai tengis di bahuku.
lalu dibahuku, terdengar dia menyanyi nyanyi kecil, air mata yang trus menutupi suara sengaunya tapi aku tahu itu lagu yang pernah ia persembahkan, dan sampai sekarang lagu itu masih terus bernyanyi dipiranku
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa
Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku
Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya
hingga senyap waktu meninabobokannya,
ketika sampai ke tempat aku harus turun, aku membangunkannya
'kenapa kamu bangunkan aku?' katanya dengan mata merah yang berair
'jangan hanya jadi sang pemimpi, jadilah sang peraih suatu saat kita akan sama sama sukses dan kita akan bersama lagi, ku yakin itu ness'
'dik, makasih buat semuanya, buat semua pelajaran yang kamu kasih kau akan selalu di hati aku, dan aku akan selalu menunggu datangnya kenyataan dari ucapmu
Perpisahan itu pun terjadi, angkutan terus membawanya pergi hingga hilang dari pandangan, teman teman, tolong sampaikan harapan aku, aku ingin menjadi penulis yang sukses, dan suatu saat nanti dapat menjemputnya kembali...
| END |
Senin, 13 September 2010
Temen temen gua di ciamis
hidup tanpa temen itu, gua jamin ga asik ibarat kata kayak lo makan ketoprak ga ada kejunya aja,
Garing ? ya itulah kalau hidup ga mempunyai teman, gitu gitu aja monoton ga akan ada seru serunya gua jamin,
jadi gua saranin bagi kalian yang masih kuper dan suka dokem jaya dirumah, mulai coba coba deh keluar rumah, gaul sana sini, ga peduli tukang jamu, tukang ketoprak, tukang nyabu, anak pejabat atau siapapun lah,lo boleh bergaul sama siapa aja, asal lo udah tau mana yang buruk dan mana yang baik, mana yang bisa ditiru dan mana yang bisa ditinju haha
garing ? bodo yang penting mintz
oke di ciamis sini gua juga punya temen temen, temen gua dari umur gua 12 tahun, jaman jamannya mereka ngomong sunda gua cuma ngangap angguk gelek doang kerjaannya, namanya metha sama gery. gua kenal mereka waktu acara kang muhammad eki (buat pembaca disarankan jangan menyingkat nama muhammad) ngadain acara sunatan anaknya yang baru 4 tahun,
lagi asik asiknya gua makan gratisan si gery yang disamping gua nyapa
'eh, kamu teh anak jakarta yah'
'heeh, kok tau sih'
'abisan gigi kamu kaya ujung monas'
'....'
'canda atuh, ari nama kamu siapa?, kenalan nama saya teh gery '
'dika'
gak beberapa lama dateng lagi si metha
'ger, jadi tidak ? katanya mau maen ke rumah saya'
'jadi atuh,dika mau ikut tidak ?'
'ari ini siapa ger?'
'dika' kata gua
'oh,dika mau ikut ke rumah saya ? yuk atuh'
keasikan maen dirumah metha, ga sadar udah maghrib, matahari udah jauh menyingsing diikuti oleh celana dalam gery yang ikutan pesing,dulu nih anak emang paling sering kencing dicelana kalau udah ngakak, dan waktu itu objeknya gua, karena gua kalah maen suja (permainan tradisional) dan mau gak mau harus nurutin kemauan pemenang, gua disuruh make rok si metha sama singlet doang, gua disuruh ngeluarin pose pose yang engga banget,
'hahahaha, dika mirip tinky winky' kata metha, (ya tepatnya tinky winky kena aids yang ketabrak bajaj)
'huakakakakakkaka' si gery ngakak ga ketolongan bikin gua nambah malu aja
'ih ger, kamu jangan ngompol disini atuh ihh' kata metha
'huahahahahhahahaha, ih gery masih suka ngompol udah gede'kata gua
gerypun nangis tersedu sedu menuju rumahnya, dilatari matahari yang kian terbenam gery berlari kencang, ibarat telenovela disinilah perpisahan harus terjadi, disaat cinta tak bisa terbagi atau ditinggal mati sang kekasih dan sekarang dengan tema yang tak kalah seru di kala pesing yang mesti dibawa lari
gak banget
semakin dewasa,semakin deket aja gua sama mereka dan mulai tau pribadi masing masing,
tahun kemarin gery curhat sama gua kalo ternyata dia tuh suka banget sama metha, dan gua juga udah tau kalo gery suka sama metha, karena gery terlihat perhatian banget sama metha mulai dari yang sepele
'meth rambut kamu bagusan di kuncir' gery
'iya gitu ? yaudah atuh saya kuncir' metha
'meth kamu udah makan ?' gery
'udah kok' metha
'meth jangan tidur malem malem ya nanti' gery
'kenapa gitu' metha
'nanti takutnya kamu sakit' gery
'iih gery, iya deh' metha
'meth bulu ketek kamu keluar keluar tuh'
(oke yang ini cuma ada diimajinasi gua doang)
oh iya perlu diketahuin metha itu orangnya putih tingginya sekitar 160an wajahnya juga khas sunda pokoknya cantik dan agak pendiem
dan si gery itu orangnya putih, lebih tinggi dari gua dikit badannya kurus bisa dibilang ganteng
'Saya teh mesti gimana dik ?'
'nyatakan atuh, tanya mau gak jadi pacar kamu'
'tapi saya teh ga tau mesti ngomong apa dik'
'nyatakan aja gak usah takut, ucapin apa yang mau kamu ucapin'
'ajaran saya atuh dik, nu apa teh namana, ngagembel'
'ngagombal maksudnya ?'
'heeh'
'apa yah, saya juga tidak bisa'
'ayo atuh dik di pikiran '
'sebentaar'
5 menit kemudian....
'dapet blum dik'
'ada tapi panjang, bisa ga hapalinnya ?'
'demi metha bisa lah, gimana emang'
'metha,kalau aku lagi dekat dekat kamu, kenapa ya aku serasa kayak lagi ada di khayangan ?
kan khayangan tempat bidadari bidadari kayak kamu'
'Diinget tah ger'
'sip laah'
keesokan harinya, saat sedang berjalan jalan meniti pinggiran sungai waktu itu metha tepat berada di antara kita berdua, tiba tiba gery membuka percakapan
'meth'
'iya ger ?'
'ee,,aaa.emmh ka....kamu teh da...dari khayangan ya ?
'eh, kenapa gitu ?'
'dik lupa' mencoba berbisik ke gua
'kenapa sih ini sih gery dik' kata metha yang mendengar bisikan gery ke gua
'gak tau' kata gua sekenanya dan ga menjawab pertanyaan gery
'so..soalnya muka kamu mirip go kong' kata gery yang kebanyakan nonton acara silat di tpi
'heh ?' kata metha
'huakakakka' ancur dah dalem hati gua
tapi tiba tiba gery ngegenggam tangan metha
'metha teurang, seeur nu bisa jieun sabab sabab keur aing ceurik
tapi tuhan nyiptain maneh oge keur teu kalah seeurna jieun sabab sabab keur aing seuri, aing nyaah ka maneh metha'
'ih kamu teh'
'maneh teu daeknya metha ? aaaaaaaaah aing harap maneh amnesia sangkan teu inget anu aing beja'
'teu teu, mun abdi amnesia oge, abdi bakalan inget ieu terus, sabab abdi teh juga nyaah ka maneh, mun abdi amnesia oge abdi teu bakal lupa, kusabab maneh teh teu hanya aya dipikiran abdi hungkul tapi di dieu, dina hate'
transslate
'metha tahu ? banyak alasan yang bisa buat saya bersedih, tapi tuhan nyiptain kamu juga untuk nyiptain lebih banyak alasan membuat alasan saya terus tersenyum, aku sayang kamu metha'
'ih kamu mah'
'kamu engga suka ya metha ? aaaaaaaah saya harap kamu amnesia biar kamu lupa sama yang saya ucap barusan'
' gak gak, walaupun saya amnesiapun saya ga akan lupa, soalnya aku juga sayang sama kamu,karena kamu engga cuma ada dipiran aku, tapi kamu juga ada di sini, di hati aku'
dihadapan gua, sepasang kekasih ini telah resmi, disaksikan sang raja siang dan kicauan burung burung yang seakan merayakannya, sampai sekarang metha dan gery masih menjadi pacar yang setia, meski metha cantik dan gery ganteng, ga pernah sekalipun terbesit di benak mereka untuk bermain dengan hati lain, inilah kampungku, bebas dari polusi zaman
Garing ? ya itulah kalau hidup ga mempunyai teman, gitu gitu aja monoton ga akan ada seru serunya gua jamin,
jadi gua saranin bagi kalian yang masih kuper dan suka dokem jaya dirumah, mulai coba coba deh keluar rumah, gaul sana sini, ga peduli tukang jamu, tukang ketoprak, tukang nyabu, anak pejabat atau siapapun lah,lo boleh bergaul sama siapa aja, asal lo udah tau mana yang buruk dan mana yang baik, mana yang bisa ditiru dan mana yang bisa ditinju haha
garing ? bodo yang penting mintz
oke di ciamis sini gua juga punya temen temen, temen gua dari umur gua 12 tahun, jaman jamannya mereka ngomong sunda gua cuma ngangap angguk gelek doang kerjaannya, namanya metha sama gery. gua kenal mereka waktu acara kang muhammad eki (buat pembaca disarankan jangan menyingkat nama muhammad) ngadain acara sunatan anaknya yang baru 4 tahun,
lagi asik asiknya gua makan gratisan si gery yang disamping gua nyapa
'eh, kamu teh anak jakarta yah'
'heeh, kok tau sih'
'abisan gigi kamu kaya ujung monas'
'....'
'canda atuh, ari nama kamu siapa?, kenalan nama saya teh gery '
'dika'
gak beberapa lama dateng lagi si metha
'ger, jadi tidak ? katanya mau maen ke rumah saya'
'jadi atuh,dika mau ikut tidak ?'
'ari ini siapa ger?'
'dika' kata gua
'oh,dika mau ikut ke rumah saya ? yuk atuh'
keasikan maen dirumah metha, ga sadar udah maghrib, matahari udah jauh menyingsing diikuti oleh celana dalam gery yang ikutan pesing,dulu nih anak emang paling sering kencing dicelana kalau udah ngakak, dan waktu itu objeknya gua, karena gua kalah maen suja (permainan tradisional) dan mau gak mau harus nurutin kemauan pemenang, gua disuruh make rok si metha sama singlet doang, gua disuruh ngeluarin pose pose yang engga banget,
'hahahaha, dika mirip tinky winky' kata metha, (ya tepatnya tinky winky kena aids yang ketabrak bajaj)
'huakakakakakkaka' si gery ngakak ga ketolongan bikin gua nambah malu aja
'ih ger, kamu jangan ngompol disini atuh ihh' kata metha
'huahahahahhahahaha, ih gery masih suka ngompol udah gede'kata gua
gerypun nangis tersedu sedu menuju rumahnya, dilatari matahari yang kian terbenam gery berlari kencang, ibarat telenovela disinilah perpisahan harus terjadi, disaat cinta tak bisa terbagi atau ditinggal mati sang kekasih dan sekarang dengan tema yang tak kalah seru di kala pesing yang mesti dibawa lari
gak banget
semakin dewasa,semakin deket aja gua sama mereka dan mulai tau pribadi masing masing,
tahun kemarin gery curhat sama gua kalo ternyata dia tuh suka banget sama metha, dan gua juga udah tau kalo gery suka sama metha, karena gery terlihat perhatian banget sama metha mulai dari yang sepele
'meth rambut kamu bagusan di kuncir' gery
'iya gitu ? yaudah atuh saya kuncir' metha
'meth kamu udah makan ?' gery
'udah kok' metha
'meth jangan tidur malem malem ya nanti' gery
'kenapa gitu' metha
'nanti takutnya kamu sakit' gery
'iih gery, iya deh' metha
'meth bulu ketek kamu keluar keluar tuh'
(oke yang ini cuma ada diimajinasi gua doang)
oh iya perlu diketahuin metha itu orangnya putih tingginya sekitar 160an wajahnya juga khas sunda pokoknya cantik dan agak pendiem
dan si gery itu orangnya putih, lebih tinggi dari gua dikit badannya kurus bisa dibilang ganteng
'Saya teh mesti gimana dik ?'
'nyatakan atuh, tanya mau gak jadi pacar kamu'
'tapi saya teh ga tau mesti ngomong apa dik'
'nyatakan aja gak usah takut, ucapin apa yang mau kamu ucapin'
'ajaran saya atuh dik, nu apa teh namana, ngagembel'
'ngagombal maksudnya ?'
'heeh'
'apa yah, saya juga tidak bisa'
'ayo atuh dik di pikiran '
'sebentaar'
5 menit kemudian....
'dapet blum dik'
'ada tapi panjang, bisa ga hapalinnya ?'
'demi metha bisa lah, gimana emang'
'metha,kalau aku lagi dekat dekat kamu, kenapa ya aku serasa kayak lagi ada di khayangan ?
kan khayangan tempat bidadari bidadari kayak kamu'
'Diinget tah ger'
'sip laah'
keesokan harinya, saat sedang berjalan jalan meniti pinggiran sungai waktu itu metha tepat berada di antara kita berdua, tiba tiba gery membuka percakapan
'meth'
'iya ger ?'
'ee,,aaa.emmh ka....kamu teh da...dari khayangan ya ?
'eh, kenapa gitu ?'
'dik lupa' mencoba berbisik ke gua
'kenapa sih ini sih gery dik' kata metha yang mendengar bisikan gery ke gua
'gak tau' kata gua sekenanya dan ga menjawab pertanyaan gery
'so..soalnya muka kamu mirip go kong' kata gery yang kebanyakan nonton acara silat di tpi
'heh ?' kata metha
'huakakakka' ancur dah dalem hati gua
tapi tiba tiba gery ngegenggam tangan metha
'metha teurang, seeur nu bisa jieun sabab sabab keur aing ceurik
tapi tuhan nyiptain maneh oge keur teu kalah seeurna jieun sabab sabab keur aing seuri, aing nyaah ka maneh metha'
'ih kamu teh'
'maneh teu daeknya metha ? aaaaaaaaah aing harap maneh amnesia sangkan teu inget anu aing beja'
'teu teu, mun abdi amnesia oge, abdi bakalan inget ieu terus, sabab abdi teh juga nyaah ka maneh, mun abdi amnesia oge abdi teu bakal lupa, kusabab maneh teh teu hanya aya dipikiran abdi hungkul tapi di dieu, dina hate'
transslate
'metha tahu ? banyak alasan yang bisa buat saya bersedih, tapi tuhan nyiptain kamu juga untuk nyiptain lebih banyak alasan membuat alasan saya terus tersenyum, aku sayang kamu metha'
'ih kamu mah'
'kamu engga suka ya metha ? aaaaaaaah saya harap kamu amnesia biar kamu lupa sama yang saya ucap barusan'
' gak gak, walaupun saya amnesiapun saya ga akan lupa, soalnya aku juga sayang sama kamu,karena kamu engga cuma ada dipiran aku, tapi kamu juga ada di sini, di hati aku'
dihadapan gua, sepasang kekasih ini telah resmi, disaksikan sang raja siang dan kicauan burung burung yang seakan merayakannya, sampai sekarang metha dan gery masih menjadi pacar yang setia, meski metha cantik dan gery ganteng, ga pernah sekalipun terbesit di benak mereka untuk bermain dengan hati lain, inilah kampungku, bebas dari polusi zaman
Langganan:
Postingan (Atom)