Selasa, 28 September 2010

My Mom (tahukah arti sebenarnya ibu ?)

A mother is the truest friend we have, when trials heavy and sudden, fall upon us, when adversity takes the place of prosperity, when friends who rejoice with us in our sunshine desert us, when trouble thickens around us, still will she cling to us, and endeavor by her kind precepts and counsels to dissipate the clouds of darkness, and cause peace to return to our hearts.

Ibu, bagi gua dia adalah sosok yang teramat berharga, bagai purnama dalam malam, bagai musik dalam kehidupan, bagai celana dalam dongeng di waktu senja.Hening malam terus memaksa gua buat terus ngebeberin apa apa aja yang ada di memori otak gua, ibu, ibu dan ibu.. ditemani simfoni malam yang terus meminta untuk sedikit lagi gua buka tirani hati dan mengingat tentang seberapa berartinya seorang ibu.

Ibu, adalah satu makhluk yang mengajariku untuk menghadapi masalah dengan senyuman, satu kalimat yang gua hafal betul sampai sekarang adalah 'dengan kamu tersenyum, maka semua masalah akan terasa lebih mudah' kata ibuku sambil mengusap rambutku, yang acap kali gua tolak dengan alasan 'ah ibu, aku kan udah besar, jangan gini ah'.Ibu hanya tersenyum sembari matanya kokoh menatap dika kecil yang tiduran di pangkuannya,indah, indah sekali senyuman ibu, sayang da vinci terlalu cepat bertemu monalisa, bila izrail cukup bersabar menahan umurnya, mungkin senyum ibu gua lah yang sekarang terpajang di dinding agung louvre, sebagai master piece. sangat disayangkan, huh

Angin malam ini terasa terus menebarkan setiap kenangan yang pernah mampir di hidup gua, saat rutin ibuku memotong kuku kuku kecilku, saat ibu mengelus elus rambutku yang selalu aku tolak, saat ibu tersenyum dibalik wajah cantiknya, saat ibu memberi pesan agar aku menjadi anak yang baik, anak yang sholeh, anak yang membanggakan, dan seribu doa lainnya bahkan yang satupun belum pernah aku mencapainya.

Ternyata benar, kejadian kejadian yang terjadi dalam hidup, pasti akam membuat satu pribadi menjadi seorang yang berbeda dari sebelummnya,semakin hari ibuku semakin sibuk dengan segala masalahnya, senyum indah itupun sudah tidak mampu menyembunyikan kerapuhan hatinya, kulit kulit tangannya yang mengendur pun seperti tampak enggan lagi mengelus rambutku, kangen... aku kangen dengan ibu yang dulu, ibu yang tak pernah kudengar tangisannya saat bulan meratui malam, tangis yang seperti memainkan ulu hatiku, sesak, sesaak tuhan, kembalikan ibuku, kembalikan senyumnya.. ibu adalah segalanya tuhaan, toloong aku, jadikanlah aku ya tuhan jauh dari si malas, jadikan aku oh tuhan si semangat belajar, agar sekali lagi aku bisa menikmati karya terindah tuhan itu tersenyum lagi, senyum bahagia, senyum yang membuat hatiku tenang, senyum yang mengusir segala perih yang kini kurasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar