hal pertama yang gua liat si ramzah jadi ikut ikutan plontos, hmm 'oke disini gua lebih kayak tukang ternak kecebong daripada jadi guru'
perlu diketahuin, waktu hari pertama si ramzah tuh ga masuk, jadi gua sempet mikir bocah yang paling bandel di kelas tuh si ipin, eh pas ada ramzah, beuh entah nih anak sarapannya panadol dikecapin atau apa, tapi kelakuannya naudzubillah, apa yang dia sentuh pasti rusak dah, gak kebayang dah kalo dia nyentuh muka gua,yang bisa gua bayangin cuma nyokap gua pingsan shock pas ngeliat tampang anaknya lebih mirip curut kelindes delman, aargh
'kak cerita nabi dong kak'
'mau nabi apa ?'
mulai dah pada berebutan ngomong mereka pada
'ismail kak' kata haznah
'isa aja...' kata laras
'idris kak' kata nabila
'idris mah rajanya setan' celetuk ramzah
' .... ' yang ada di pikiran gua cuma ni anak punya bakat jadi guru biologi
jam ke 3
di musholla mereka banyak bercerita, tentang kehidupan mreka, tentang si jojo yang trnyata udah berumur 12 tahun, tentang laras yang tangannya jadi cacat karena kesiram air panas, tentang mila yang bapaknya udah lama meninggal, dan tentang ramzah yang hanya diurusi oleh kakeknya, hidup dibawah ambang kecukupan, membuat mereka cukup dimanjakan oleh kemiskinan. Inilah siluet kota besar bekasi, bagian yang tidak pernah terjamah, bagian dimana kasih sayang belum dibeli dengan harta atau materi semata
setelah bercerita, mereka mengantuk dan tertidur, yoga(ipin) dan ramzah tertidur nyenyak dipangkuan gua, tampang polos mereka yang tertidur mulai ngegambarin sberapa hanya di mimpilah mereka dapat trsenyum bahagia
'ramzah,yoga,nabila,laras,rania dan lainnya kkak mungkin emang gak akan lama ngajar kalian, tapi kalian udah ngasih pelajaran yang berharga dan pasti akan lama kakak ingat'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar