Sabtu, 11 September 2010

Sadarkah kalian apa itu arti IBU

Percayalah, nantinya kamu akan mengetahui, bahwa sekali kau membuat ibumu tersenyum saat ia hidup jauh lebih berharga daripada ribuan air mata yang membasahi kuburnya.

Tadi siang, kulihat pintu kamar ibu sedikit terbuka setidaknya cukup lebar untuk memamerkan tubuh ibuku yang tengah tertidur lelah, kutatap dalam dalam jasad itu, jasad renta yang sudah lama menyaksikan pahitnya kehidupan,
sosok yang telah mempertaruhkan jengkalan jengkalan pendek nafasnya saat bumi mnyambut tangisan pertamaku,

oh ibu, perhiasan yang dulu ramai menghias tubuhmu kini telah hilang antah berantah, untuk membayar tanda tangan bulanan para pengusaha sekolah itu. Kerut kerut itu, putih rambutmu itu aah mengapa kau masih menyangkal kau kuat Padahal tubuhmu bersaksi kau telah rapuh ibu :(

kutatap kau tetap pulas dalam tidurmu, kelopak matamu tertutup sepenuhnya, dan alangkah nistanya kubayangkan bila itu tak terbuka lagi, apa yang telah kuperbuat ibu, hanya ribuan dosa yang bisa kutaburkan di atas pemakamanmu, sekalipun aku tak pernah merasa memiliki alasan kau bangga akan diriku, sekalipun aku tak pernah punya alasan kau tersenyum karenaku.

Ooh ibu, hiduplah untuk berapa lama lagi, setidaknya agar skali saja engkau tersenyum ibu, seperti dulu, ya seperti dulu, saat kita dulu masih berkumpul satu ruangan dan ada saja tingkah ayah yang membuat kita tersenyum, yang sudah sangat lama kurindukan itu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar