Selasa, 28 September 2010

My Mom (tahukah arti sebenarnya ibu ?)

A mother is the truest friend we have, when trials heavy and sudden, fall upon us, when adversity takes the place of prosperity, when friends who rejoice with us in our sunshine desert us, when trouble thickens around us, still will she cling to us, and endeavor by her kind precepts and counsels to dissipate the clouds of darkness, and cause peace to return to our hearts.

Ibu, bagi gua dia adalah sosok yang teramat berharga, bagai purnama dalam malam, bagai musik dalam kehidupan, bagai celana dalam dongeng di waktu senja.Hening malam terus memaksa gua buat terus ngebeberin apa apa aja yang ada di memori otak gua, ibu, ibu dan ibu.. ditemani simfoni malam yang terus meminta untuk sedikit lagi gua buka tirani hati dan mengingat tentang seberapa berartinya seorang ibu.

Ibu, adalah satu makhluk yang mengajariku untuk menghadapi masalah dengan senyuman, satu kalimat yang gua hafal betul sampai sekarang adalah 'dengan kamu tersenyum, maka semua masalah akan terasa lebih mudah' kata ibuku sambil mengusap rambutku, yang acap kali gua tolak dengan alasan 'ah ibu, aku kan udah besar, jangan gini ah'.Ibu hanya tersenyum sembari matanya kokoh menatap dika kecil yang tiduran di pangkuannya,indah, indah sekali senyuman ibu, sayang da vinci terlalu cepat bertemu monalisa, bila izrail cukup bersabar menahan umurnya, mungkin senyum ibu gua lah yang sekarang terpajang di dinding agung louvre, sebagai master piece. sangat disayangkan, huh

Angin malam ini terasa terus menebarkan setiap kenangan yang pernah mampir di hidup gua, saat rutin ibuku memotong kuku kuku kecilku, saat ibu mengelus elus rambutku yang selalu aku tolak, saat ibu tersenyum dibalik wajah cantiknya, saat ibu memberi pesan agar aku menjadi anak yang baik, anak yang sholeh, anak yang membanggakan, dan seribu doa lainnya bahkan yang satupun belum pernah aku mencapainya.

Ternyata benar, kejadian kejadian yang terjadi dalam hidup, pasti akam membuat satu pribadi menjadi seorang yang berbeda dari sebelummnya,semakin hari ibuku semakin sibuk dengan segala masalahnya, senyum indah itupun sudah tidak mampu menyembunyikan kerapuhan hatinya, kulit kulit tangannya yang mengendur pun seperti tampak enggan lagi mengelus rambutku, kangen... aku kangen dengan ibu yang dulu, ibu yang tak pernah kudengar tangisannya saat bulan meratui malam, tangis yang seperti memainkan ulu hatiku, sesak, sesaak tuhan, kembalikan ibuku, kembalikan senyumnya.. ibu adalah segalanya tuhaan, toloong aku, jadikanlah aku ya tuhan jauh dari si malas, jadikan aku oh tuhan si semangat belajar, agar sekali lagi aku bisa menikmati karya terindah tuhan itu tersenyum lagi, senyum bahagia, senyum yang membuat hatiku tenang, senyum yang mengusir segala perih yang kini kurasa.

Nenekku dan serangkaian kenangan yang dihidupkan

Hari itu, tepatnya

jumat,24 september 2010

sore itu langit tampak begitu berkabung, jutaan tetes air membasahi bumi,hitam pekat, langit terasa begitu akrab dengan kilatan yang sesekali menyambar.Jauh di bawah sana, tepatnya di Sma 1 bekasi, seperti menolak keadaan cuaca yang dinginnya begitu menembus tulang, tubuhku tengah bermandikan peluh,membalas tepukan demi tepukan bola pingpong yang dikirim lawan mainku.

17:32
ponselku nampak bergetar diatas bangku kayu panjang

tertera jelas itu nomor ponsel ayahku,ah tak usah kuangkat, paling hanya makian karena mendapati lawan beradu mulutnya belum pulang selarut ini,tetapi selanjutnya sebuah pesan masuk
'Dika,nenek sakit,sekarang semua keluarga udah disana,papa mau kesana sama mama'.

Apa ? Nenek sakit?,setelah mengambil motor di tempat parkir, aku memacu honda bladeku, menyapu hujan yang menghalangi laju rodaku, melaju kencang seakan trauma 'diatas 60km/jam' ini tidak pernah ada.

Akhirnya aku tiba di kediaman tanteku yang menampung nenekku tinggal, jalan gatot subroto,kampung dua ratus,alun alun bekasi.karena panik,aku lupa menurunkan penopang motorku dan alhasil motor itu kubiarkan membentur tanah sedangkan pemiliknya tengah berlari menembus kamar nenek.

Itu dia, tubuh kurusnya amat mudah aku kenali,tapi sekarang tampak lebih kurus dan pucat, kaki kakinya dingin dengan dikelilingi tamu tamu yang bergelar 'saudara' nenekku terbaring lemas. Aku menghampirinya dan mencium tangannya, dan dari mata itu, dari kantung mata yang sudah lama tidak berpapasan dengan air mata itu akhirnya berderai juga, tidak banyak kata dari bibir yang memutih itu

19:04
tamu tamu sudah pulang semuanya, dan tak lama orangtuaku datang, aku yang kini tengah duduk di pinggiran tempat tidur nenekku sama sekali tidak menyambut mereka, aku asik membelai rambut nenekku yang sepenuhnya putih,aku memijat mijat dahinya yang berhias kulit yang telah penuh mengendur, tangan kiri nenekku perlahan naik, naik dan kian naik, kini perlahan tangan nenekku telah mengelus elus rambutku daan aaah, ini sama seperti 12 tahun silam, saat hampir setiap hari dia mengelus rambutku, air mataku berderai begitu saja, dan kedua orang tuaku, yang sedari tadi bisupun akhirnya roboh juga pertahanannya, ayahku akhirnya menangis, bayangkan, ayahku menangis !, bertahun tahun aku hidup ini adalah kedua kalinya aku lihat ia menangis.

Kenangan demi kenangan tengah menjalar, datang dan datang lagi, seperti busur yang terus melepas anak panahnya, aku mengingat saat pertama kali aku dan ayahku, seperti semangkuk sup, aku tak pernah bisa hidup tanpa mangkuk ayahku, dan ayahku akan terasa kosong dan hampa bila tidak ada diriku, dulu kami amatlah dekat, dekat sekali, apapun yang ayah lakukan seperti semuanya hanya untukku, kakakku tidak jarang iri dengan kejadian ini, kami dulu teramaat dekat, aku ingat itu, suatu hari kami harus ke ciamis karena ada pernikahan sanak saudara dan bertepatan itu ayahku ada hal penting di kantornya, perpisahan pertama aku dan ayah, baru bis meniti perjalanan, ponsel dika kecil berdering, dan diujung telepon sana suara ayahku bergetar hebat, terisak, menyuruhku menjaga diri, makan dan jangan nakal, aah ayahku menangis.
Dan kenangan yang tak mungkin bisa kujabarkan satu persatu, tentang nenekku

nenekku adalah juru masak terhebat yang pernah aku temui, dika kecil sanggup makan 5-6 kali sehari bila nenek sudah menyempatkan diri ke dapur, oh iya, pernah suatu hari, nenekku sedang menginap dirumah, dini hari sekali dia sudah menenteng belanjaan dari pasar, ketika kutanya, ternyata soto ayamlah menu kita siang ini,karena tidakk hanya ingin menjadi penonton saja, aku bantu bantu nenek masak, entah membantu atau hanya merepotkan.tetapi daging ayam yang kuiris tampak dimasukkan nenekku dengan senyum ramahnya, dan tampak nenek memasukkan sejumput garam, kemudian gula
'kenapa pake gula nek ?'
biar gurih katanya, pikiran cemerlang ku mulai hidup mendebat di otakku,

hmmm bila aku tambah gula lagi pasti bakal terasa gurih sekali, yummy

saat nenek sedang asik menyuci perkakas kotor.
dengan sok tau, hampir 6 rauk tangan kecilku menyendok gula dan mencampur ke dalam soto,

huek manis banget, gak enak

dan ketika jam makan siang ayah, ibu dan nenek terpaksa menikmati 'kolak daging ayam' buatanku, tetapi dengan muka suka cita mereka tetap memakannya, sambil melihat aku yang dengan liciknya memakan indomie rebus bikinan nenek.

Aaah aku teringat itu lagi,

saat 12 tahun yang lalu, dibawah tubuh nenek terbaring lemas, tempat tidur itulah tempat nenekku menina bobokan aku, mengelus elus dahi dan rambutku, sama persis seperti yang sekarang kulakukan, seperti inilah ternyata lingkaran kehidupan, tetapi apakah aku bisa membuat nenek merasa nyaman dan aman sama seperti apa yang aku rasa kala itu ?

Air mataku menetes tumpah di pipinya, nenek terbangun, dan menatapku dalam, nenek tersenyum, mungkinkah itu adalah sebuah jawaban 'iya' ? Entahlah, yang pasti setelah kejadian ini, belum ada pertengkaran didalam rumahku sampai hari ini, 2 hari stlah kjadian itu, ayahku menjadi ayah yang lebih perhatian sekarang, akankah terus begini ? Dan kalau ia tahu, aku bahagia (sekarang)

quote:hidup itu lingkaran pengorbanan untuk mendapati sesuatu, sekecil apapun itu, bisa berarti banyak

dan ternyata dengan 'korban' nenekku yang sakit, aku merasakan sesuatu yang lebih baik datang mendekat

1/2 Hope

atuh cinta itu adalah adalah kesalahan terbesar yang sering dilakukan manusia ? Menurut gua enggak, mungkin ini kembali kepada pengharapan dan ekspetasi yang berlebihan tentang makna cinta tersebut.

Tersebutlah dice, makhluk yang tercipta dari perkawinan silang dari sapi dan microwave (yang sempet sempetnya selingkuh sama curut brazil) bersekolah di sma 1, lebay ? Mungkin enggak kalo lo udah liat gimana penampakan gua, sosok yang gemuk, gempal dan gendut, diperparah dengan gigi gua yang juga ikutan gendut.

Jadi bahan cengan ? Udah setiap hari, sampe gua yang notabene si empunya ejekan curut,tikus,babi aer,platypus atau skrotum berjalan pun bisa menerimanya pasrah

akhir akhir ini gua keranjingan bermain tenis meja, jadi bergabunglah gua di ekskul ini, karena ketua ekskulnya temen gua sndri maka dengan seenaknya gua bisa masuk.

Lagi asik asiknya ngeliatin temen temen yang lagi tanding, tiba tiba muncul seorang cewek berkerudung, cewek cantik,berjakun putih dengan gigi rapih dibalik behelnya dan satu kata sempurna,gua yang ngeliatnya cuma bisa diam, sambil sesekali khayang diatas meja ( yang ini enggak), dia lagi asik maenin pulpennya diatas note kecilnya, ternyata dia bendahara di ekskul ini pas dia nengok ke arah gua, wajahnya penuh keheranan, otaknya berpikir keras melihat pemandangan absurd 'sesosok kuda nil berbaju pramuka'

Setelah lama gua terpukau, ternyata ga kerasa udah giliran gua main, kelas 2nya ga ada yang berani, gua bingung nyari musuh, dan satu satunya yang mau cuma si bendahara itu, wiih, dengan bermaksud dianggap jago sama dia, gua pun berusaha maen seserius mungkin, 1 set, 2 set, dan 3 set. Pertandingan pun selesai, sesaat abis maen gua smpet berpikir pngen ngelamar jadi TKI di Zimbabwe, gila aja, gua kalah 3 set tanpa balas, dan nilai gua dibiarin 0, entah apa yang terjadi, antara dia yang kejagoan, atau gua yang kegantengan (yang ini udah pasti bukan ce!) yang pasti dia berhasil bikin lobang idung gua jadi 2, parah ga tuh !

perlahan gua mulai menyukainya, tapi apa daya, perbandingan kita terlalu jauh, dia seperti matahari, dan aku hanyalah seonggok bunga bangkai, satu dari ribuan bunga yang bisa mekar karena kehadirannya, dari seribu bunga yang memiliki nama dan bentuk lebih indah,

atau tepatnya aku hanya seperti seorang ogre, yang aneh dan menakutkan dan lebih pantas sebagai penghias kali bekasi yang keruh, atau aku seperti monster yang amat menakutkan.
Percayalah, suatu saat bila ada kesempatan, monster ini akan menghancurkan segala kesepian dan kesedihanmu,trust me !

Selasa, 21 September 2010

Pendidikan (SMP)

Kata orang, ketika smp kita harus pintar pintar menentukan sikap, memilih yang mana yang baik dan yang mana yang enggak, memilih yang mana yang cakep dan yang mana yang cuma modal bedak ( oke yang ini ga nyambung)

Berhasil gua bersekolah di Smp terfavorit di Bekasi, sebut saja SLB sederhana (oke ini engga, namanya aja lebih mirip warung padang dari pada sekolah) Dan hiduplah gua Di SMPN 1 Bekasi, huuray, seneng bgt gua keterima disini, selain emang yang deket dari rumah (lagi), disini tuh mayoritasnya adalah lulusan sd bekasi jaya 1, jadi gua ga usah repot repot adaptasi sama lingkungan sekolah.

kelas 7 gua jalanin dengan suksesnya, gua berhasil masuk ke kelas unggulan di smp 1, bayangin unggulan cui, cuma anak anak terpilih aja yang bisa hidup dalam kelas itu, tapi entah kenapa selama gua di kelas 8, semua sikap, pribadi dan segala yang ada di gua berubah, drastis, gua brubah drastis, sekarang dikepala gua numbuh skrotum skrotum kecil (huek engga deh),

Di kelas 8, banyak banget intrik intrik yang terjadi di kehidupan gua, dan parahnya, gua mulai kenal dengan siapa bokap gua,Suatu kali gua pernah minjem hapenya, dan ketika gua baca pesan pesan masuk yang ada di layar monitor communicator bokap gua, SHIT,  kata kata sayang yang seharusnya ga ada disitu, kontak yang disamarkan namanya dengan DELTA itulah yang bikin gua shock, marah, bingung, kesel, sedih dan apa yang mesti gua lakuin ?, bayangin seorang anak 14 tahun, yang masih butuh banyak bimbingan, penuh rasa ingin tahu, ganteng (oke yang ini engga), harus tau kenyataan lebih cepat, gua diem, diem dan diem, kayak ada yang berkecamuk di hati gua, gua bayangin gimana seorang ibu yang setia, cuma dijadiin babu dirumahnya sendiri, sedangkan suaminya, asik asikkan sama cewek lain, disinilah gua mulai benci dan rasa sayang gua udah jauh ninggalin bokap gua ( baca post lebih lanjut karena gua lagi ga mood bahas ginian)

Dan seiring dengan berjalannya waktu, mulailah gua jadi anak yang pembangkang sama bokap gua, ribut ? setiap hari gua ribut sama dia, walaupun dia belum tau kalau gua udah tau rahasia dia, dia cukup ngeladenin gua dengan hebat, dan tak ayal jadilah gua seorang anak yang depresi.

seketika gua mulai ga kenal siapa jati diri gua, banyak yang bilang gua berubah, dulu gua yang rajin bulak balik masjid, sekarang mata operator warnet pun bosen karena ngeliat gua setiap hari ngejogrok disitu, baca ! setiap hari, 8-10 jam gua abisin di warnet, gua ngerasa disinilah tempat gua, tempat dimana gua bisa ngelupain kesedihan

Note: jangan berharap lo bisa lari dari sebuah masalah, karena masalah adalah atlet hari yang hebat, seberat apapun masalahnya, hadapin, dan lo bakal tau kalo itu ga seberat apa yang ada dipikiran kita

kelas 9, makin getol gua bulak balik warnet, sekedar ketemu temen temen nge net atau temen temen gua di dunia maya

(entar dilanjut bos mau maghrib)

Minggu, 19 September 2010

Pendidikan (SD)

Pendidikan atau keberuntungan ?

banyak orang bertukar pendapat tentang orang sukses itu adalah si berkependidikan atau mereka yang para cendekiawanlah yang pantas duduk gagah diatas gedung gedung pencakar langit.dan sisi lainnya berkata si beruntunglah yang bisa membuat usaha baksonya menjamur di segala pelosok atau juga kehebatan mereka memutar uangnya di atas meja perjuadian.Overall, gua lebih milih berpihak kepada pendidikan, kenapa ? tanyakan saja kepada rumput yang berdisko, gak gak maksudnya karena bagi gua soal tukang bakso yang kini makin menjamur itu soalna karena mereka mempunyai niat dan ikhtiar semaksimal mungkin, lain ceritanya kalo kalau tau tau dia nemu sepuluh rumah kawasan kemang lengkap dengan segala sertifikat tanah (baca:gak mungkin)

Dan akhirnya hiduplah dika kecil di SDN Bekasi Jaya I, berbekal doktrin kalau itu adalah sd favorit, tuh sd juga ga begitu jauh dari rumah gua. Prestasi ? alhamdulilah seinget gua, gua selalu berhasil bikin orang tua gua bangga dengan peringkat 5 besar yang selalu gua beri waktu itu.

Gua tergolong anak yang bisa olahraga apa aja waktu SD, gak heran gua suka diajak maen bola sepak, voly , basket bahkan lompat talipun hayu,
Pernah suatu hari, disaat sinar matahari lagi panas panasnya tapi entah kenapa ingus gua masih menggelayut gelayut dengan indahnya (maklum anak SD) sekelompok anak cewek yang nama namanya adalah selvi,rana dan rani ngajakin gua lompat tali.
'dika ikutan yuk' kata selvi yang waktu itu sibuk membentangkan rantai karet merah yang ujung satunya telah terikat di tiang
'ayok kalah bugil ya' wah kacau pikiran dika kecil udah ngeres aja
'ayok siapa takut' kata selvi
permainan pun dimulai, pertama tali dililitkan sebatas pinggang selvi, urutannya adalah rana melompat , rani melompat baru gua yang lompat

'haaaaaaap' rana berhasil melompat dengan mulus
'haaaaaaap' giliran rani yang  melompat dengan mulus
'haaaaaaap' giliran gua menyingkap rok selvi dari bawah (gak yang ini bercanda)
Gua tegang, dengan ngitung mundur dalem hati gua, akhirnya gua beranikan melompat
'haaaaaaap' oke sip gua sukses mendaratkan muka gua dijejeran kursi semen yang terjajar rapi di tiap tiap kelas
'HAAAAHAHAHAHAHAHAHAHAHA' ketawa ketiga gadis picik itu saat melihat gua yang tengah tersungkur, kondisi gua waktu itu beneran ga beda jauh dari babi ngepet yang ketangkep warga, malu dan malu, serasa mau mindahin muka gua ke bokong, aah tapi ga beda jauh, jadi gua duduk diem aja di pojok kelas waktu itu

note: rana rani adalah saudara gua
***

My first Love

Ada member setia blog gua yang ngusulin buat bahas ginian (halo kana), gua aja masih bingung siapa kira kira cinta pertama gua, dan akhirnya gua jatuhin pilihan kepada selvi. temen sd gua sndiri

(lanjutan cerita diatas)
lagi asik gua mikirin masa depan yang suram karena insiden tadi siang,selvi datang dengan tersenym, berhubung lagi istirahat, kelas sepi, cuma menyisakan kita berdua
'dika maen lagi yuk'
'engga ah, sama rana rani aja vi'
'gak ah, aku maunya maen sama dika'
'gak mau gak mau gak mau'
'ih kenapa sih, dari pada diem sendirian dikelas gini'
'biarin !'
"kamu berak di celana yah jangan jangan'
'enak aja'
'yaudah makanya yuk maen'
 selvi makin bersikeras ngajak maen gua, dan akhirnya gua menyerah, waktu itu dialah orang yang paling respect gua disekolah, paling perhatian.
 terakhir kali gua ketemu sama selvi waktu smanya dia ngadain pensi, gua waktu itu ke pensi sama davi, cewek temen smp gua yang sekolah di sma itu juga, karena itu acara smanya maka davi pun kabur kaburan nemenin gua di tuh pensi, jadi gua sendirian di tuh pensi, muter muter kaya om om senang  nyari mangsa, tapi lumayan juga sih, tuh sma terkenal dengan cewek cewek cakepnya, sukseslah peribahasa sambil menyelam buang air, dibandingin dirumah cuma ngeliatin kecoa kimpoi.

Makin siang nih pensi makin rame, makin banyak orang orang yang negor, bukan karena kenal sama gua tapi karena emang posisi gua waktu itu ngalangin tempat parkiran motor, anehnya tuh tukang parkir dari tadi ga ngusir ngusir gua, mungkin emang karena body gua yang emang plagiatan vespa tahun 70 ya.

tapi disini gua banyak ketemu mantan, hera, alvie, vani dan lain lain, masing masing sibuk dengan gandengannya masing masing, mereka cuman nyengir nyengir aja natap gua waktu itu, well, itu lebih baik, karena pas awal ketemu mereka ga berenti berenti ketawa ngakak ngeliat muka kok ada ya orang yang sama persis sama persneling bajaj.

Akhirnya gua lelah dan nyari tempat kosong buat duduk, ada sekumpulan cewek dengan celana pendeknya, wiih sumpah putih putih banget, cantik cantik pula, gua sengajain aja duduk deket deket mereka, lumayanlah.Eh tau tau ada satu cewek yang ngernyitin matanya kearah gua, kenapa ya,apa ada yang salah sama muka gua (banyak dik !),tapi akhirnya dia buka omongan
' hey dikaa'
' eh hey juga, siapa ya '
'ya ampun gua selvi, inget gak ?'
'oh selvi inget inget,'
'hahaha, gimana kabar kamu dik ?'
'alhamdulilah, kalau tampang menyerupai bajaj masih dianggap sehat berarti gua sehat sehat aja vi, lo sndiri ?'
'alhamdulilah, juga, eh nomoh hape lah, buat ntar bisa aku hubungin'
'0898*******'
'sip deh'

sehari berlalu, ga ada sms dari dia, 2 hari berlalu, 3 hari berlalu, dan minggu mulai berlalu, harapan harapan gua mulai terus digerogoti waktu, sampai sekarang gua nulis blog ini, ga pernah sekalipun ada sms dari dia, terlalu berharap, terlalu naif, terlalu Vagetoz (yang ini engga). gua ngerasa sampe sekarang itu cuma sebatas mimpi siang bolong,

mimpi indah itu  bisa menjadi sesuatu yang buruk bila kita terlalu terbawa angan, menjadi seorang yang tidak realistis dan ternina bobokan oleh kedok kejam dunia.

Selasa, 14 September 2010

Vanessa's ending

Sempet aku pikir hari ini, sehabis pulang aku akan menulis entri baru blogku dengan judul 'Greencanyon with Vanessa'.Bagiku kehidupan itu tersusun dari tiang tiang harapan menuju kehidupan yang lebih baik, dan kini, lagi tuhan menhancurkan satu tiang itu,membuat pondasi itu semakin rapuh dan menunggu sepenuhnya jatuh


'Dik, jalan lagi yuk'
'ayo, kemana ness ? hutan lagi ?'
'greencanyon aja'
'oke deh ketemuan di tempat kemarin lagi aja ya'
'oke'

Semakin hari semakin besar aku memupuk harapan tentang vanessa, walaupun aku tahu, semakin tinggi aku menggantung sebuah harapan, akan semakin sakit saat nanti kujatuh terhempas


2 jam perjalanan yang cukup melelahkan,mengingat tempatnya yang memang cukup jauh dan penuh tikungan tajam yang sisinya dipenuhi jurang, jurang jurang yang seakan siap memakan kami hidup hidup bila kendaraan tidak melaju hati hati

tak ada candaan, hari itu nessa yang terbalut baju ketat putih dan rok yang hanya menutupi setengah pahanya tampak begitu pendiam. Aneh saat itu aku belum menyadari bahwa akan ada sesuatu yang menyakitkan akan menimpaku.

14:02
sang raja siang masih lantang berdiri tegap di singgasananya dan sukses memahkotai kami dengan panasnya.untung aku lihat didalamnya terdapat ribuan pohon pohon besar yang siap melindungi kami

phew,ternyata kita harus berjalan terlebih dahulu,cukup panjang jalan yang harus kami tapaki, bebatuan dan ranting kayu yang masih merajai lintasan menyulitkan kami.Akhirnya, sampailah kami di tempat penyewaan sampan, dan di depan kami sudah terpampang hamparan sungai yang luas,hijau dan jernih,Sungguh indah.

'sampannya jang ?'
'heeh kang, sabarahaan'
'mun dianteran 20 mun sorangan ngan 10 ribu'
'nu 10 ribu aja lah kang, biar urang jalan sendiri'
'oh muhun mun kitu, ka arah sananya jang' sambil jari telunjuknya memandu mata kami'
'sumuhun kang'

aku yang menahkodainya dengan kayu yang berujung lebar di setiap ujungnya, nessa tampak terduduk disampingku sambil merebahkan kepalanya di dadaku

nessa:'kayak romeo juliet yah dik'
aku:'Adam dan hawa ness'
nessa:'beauty and the beast'
aku:'anjrit'
nessa:'hahahaha'

hening


'cinta itu lahir dari kehidupan adam dan hawa, keindahan cinta terlukiskan  dalam cerita beauty and the beast dan berakhir di roman romeo dan juliet, dan cerita kitalah yang akhirnya melahirkan kisah kisah itu ness'

hanya senyuman,hanya senyuman yang waktu itu menyambu tubuhku,bukan cubitan bukan pukulan ataupun kecupan, hanya senyuman, senyuman yang penuh arti.

sampan terhenti di sebuah pemandangan alam yang indah,tempat tujuan kami masih ada setengah perjalanan lagi.

'nes aku bakal pulang beberapa hari lagi, bareng yuk nes'
'gak bisa dik'
'kenapa ?emang kamu kapan pulang ?'
'aku ga bakal pulang ke bekasi, aku harus tinggal disini, sama nenek aku, aku harus nyari kerja buat biayain hidup aku, udah engga ada yang bisa aku andelin, semenjak rumah udah ayah jual dan ibu sakit sakitan dan akhirnya meninggal, aku hanya punya tempat tinggal disini, dirumah nenekku'
'trus kuliah kamu gimana ness ?'
'kuliah ? aku berhenti'
'Tapi itu bukan berarti perpisahan kan ness? kita masih bisa berhubungan? kita masih tetep bisa kayak gini terus kan ?'
'gak dik, semua harus berakhir disini, kalau kita tetap bertahan seperti ini, aku hanya akan membebani'
'gak nes ENGGAK'
'HARGAIN KEPUTUSAN AKU DIK, TEGA KAMU BIARIN AKU HIDUP DALAM PERASAAN MEMBEBANI ? TEGA KAMU DIK HAH ? HARGAIN PERSAAN AKU DIK !'


tangisannya habis terurai menjuntai di sungai itu, suaranya menggema keras, kepakan kepakan sayap burung tampak ketakutan dan terbang jauh mengudara

'tega ? tega kamu hadir kehidupan aku ness ? hadir dalam mimpi mimpi aku, merebut setiap pikiran pikiran aku da sekarang kamu akan pergi gitu aja?' niggalin banyak kenangan yang bakal hidup dibawa mati' tega nes'

hening

hanya isakan nafas nessa yang terengah engah yang mampu terdengar
'dik, anggap ini semua hanya mimpi,anggap semuanya cuma mimpi'
'dan anggap aku adalah orang yang akan terus tertidur nes, agar selamanya mimpi ini ga perlu berakhir'
Lucu, baru baru kemarin malam seorang teman aku bujuk untuk bangun dalam mimpinya dan raih mimpi itu, jangan hanya menikmatinya saat tertidur lelap.Tapi sekarang apa ? aku bagai hanya si pembual yang banyak bicara.

'Dika, aku sayang kamu'
'aku juga nes'
 perlahan matanya terpejam, bibirnya mendekat dan....
'jangan nes'telunjukku menghentikan aksi bibirnya
'maaf' perlahan nessa memudurkan kepalanya dan menduduk.
'pulang yuk nes'
'gak mau, aku masih mau ngabisin hari ini sama kamu dik, hari terakhir ini'
'oh, dan nyiptain kenangan yang semakin nyesekin hati ?'
'...'

perlahan aku pandu sampan kembali, sesudahnya kami masih harus berjalan panjangan ke muka jalan, nessa berjalan pelan dibelakangku, meniti langkah kecil kecil karena tanah yang teramat licin, tiba tiba...

'aw' nessa tergelincir jatuh menghujam tanah, kakinya tampak terkilir, mau tidak mau aku harus menggendongnya, aku gendong dia di punggungku, uhft berat, tidak ada hilir mudik orang disana waktu itu, tak bisa aku meminta bantuan, oh iya aku ingat, ini sudah habis dari waktu liburan, sudah banyak mereka yang dari luar kota sudah sibuk kembali dikantornya masing masing. dan akhirnya sama aku melihat sebuah panggung bambu kecil, jauh dipelosok dalam hutan yang kami lalui, aku kesana dan mulai menaruh nessa dirumah itu, dan kupijit pergelangan kakinya

'sakit dik'
'mau sembuh gak ?kalo dibiarin ntar malah bengkat, ntar malah bisa berminggu minggu, udah nurut aja'
'iyaa dik'

wajahnya teramat cantik wktu itu, dibalut baju ketatnya yang basah oleh keringatnya dan rok pendeknya yang waktu itu leluasa aku melihatnya
'dik'
'kenapa ness ? udah enakan ? coba gerak gerakin'
'udah dik, udah bisa buat jalan jalan kok, tapi please dik, disini dulu, tolong'
'hmm oke deh'

dia tersenyum, perlahan tubuhnya mendekat, dan sekarang dia sukses memagut bibirku, lama sekali, bermenit menit, hingga kami berdua saling berdiri dan memeluk, dan sampai air matanya mulai menetes deras menghujani pipiku
'hari ini tubuh aku buat kamu dik, aku rela untuk kamu, tolong temani aku habisi waktu hari ini hanya bersamamu'

ciuman kami terhenti, dan matanya memandang jauh ke arah mataku, perlahan lahan tangannya menarik pakaiannya keatas
'jangan nes, apa yang kamu pikirin sih.aku gak mau, jangan ngukur semuanya ini hanya sebatas tubuh kamu, aku mau seutuhnya kamu, hati kamu, kepercayaan kamu dan semua tentang kamu, yuk ness sekarang kita pulang, sini biar aku bantu kamu'

dia hanya diam menyambut tanganku, kamu berjalan hingga akhirnya sampai ke muka jalan raya dan menaiki angkutan, sepanjang perjalanan dia tertidur di bahuku
'jangan bangunkan aku, biarkan aku sama sepertimu selamanya hidup dalam mimpi' katanya berurai tengis di bahuku.

lalu dibahuku, terdengar dia menyanyi nyanyi kecil, air mata yang trus menutupi suara sengaunya tapi aku tahu itu lagu yang pernah ia persembahkan, dan sampai sekarang lagu itu masih terus bernyanyi dipiranku



Aku tersesat
Menuju hatimu
Beri aku jalan yang indah
Ijinkan ku lepas penatku
‘tuk sejenak lelap di bahumu


Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku


Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya


Tentang cinta yang datang perlahan
Membuatku takut kehilangan
Ku titipkan cahaya terang
Tak padam di dera goda dan masa


Dapatkah selamanya kita bersama
Menyatukan perasaan kau dan aku


Semoga cinta kita kekal abadi
Sesampainya akhir nanti selamanya


hingga senyap waktu meninabobokannya, 


ketika sampai ke tempat aku harus turun, aku membangunkannya

'kenapa kamu bangunkan aku?' katanya dengan mata merah yang berair
'jangan hanya jadi sang pemimpi, jadilah sang peraih suatu saat kita akan sama sama sukses dan kita akan bersama lagi, ku yakin itu ness'
'dik, makasih buat semuanya, buat semua pelajaran yang kamu kasih kau akan selalu di hati aku, dan aku akan selalu menunggu datangnya kenyataan dari ucapmu

Perpisahan itu pun terjadi, angkutan terus membawanya pergi hingga hilang dari pandangan, teman teman, tolong sampaikan harapan aku, aku ingin menjadi penulis yang sukses, dan suatu saat nanti dapat menjemputnya kembali...



END

Senin, 13 September 2010

Temen temen gua di ciamis

hidup tanpa temen itu, gua jamin ga asik ibarat kata kayak lo makan ketoprak ga ada kejunya aja,

Garing ? ya itulah kalau hidup ga mempunyai teman, gitu gitu aja monoton ga akan ada seru serunya gua jamin,

jadi gua saranin bagi kalian yang masih kuper dan suka dokem jaya dirumah, mulai coba coba deh keluar rumah, gaul sana sini, ga peduli tukang jamu, tukang ketoprak, tukang nyabu, anak pejabat atau siapapun lah,lo boleh bergaul sama siapa aja, asal lo udah tau mana yang buruk dan mana yang baik, mana yang bisa ditiru dan mana yang bisa ditinju haha
garing ? bodo yang penting mintz

oke di ciamis sini gua juga punya temen temen, temen gua dari umur gua 12 tahun, jaman jamannya mereka ngomong sunda gua cuma ngangap angguk gelek doang kerjaannya, namanya metha sama gery. gua kenal mereka waktu acara kang muhammad eki (buat pembaca disarankan jangan menyingkat nama muhammad) ngadain acara sunatan anaknya yang baru 4 tahun,
lagi asik asiknya gua makan gratisan si gery yang disamping gua nyapa

'eh, kamu teh anak jakarta yah'
'heeh, kok tau sih'
'abisan gigi kamu kaya ujung monas'
'....'
'canda atuh, ari nama kamu siapa?, kenalan nama saya teh gery '
'dika'

gak beberapa lama dateng lagi si metha

'ger, jadi tidak ? katanya mau maen ke rumah saya'
'jadi atuh,dika mau ikut tidak ?'
'ari ini siapa ger?'
'dika' kata gua
'oh,dika mau ikut ke rumah saya ? yuk atuh'

keasikan maen dirumah metha, ga sadar udah maghrib, matahari udah jauh menyingsing diikuti oleh celana dalam gery yang ikutan pesing,dulu nih anak emang paling sering kencing dicelana kalau udah  ngakak, dan waktu itu objeknya gua, karena gua kalah maen suja (permainan tradisional) dan mau gak mau harus nurutin kemauan pemenang, gua disuruh make rok si metha sama singlet doang, gua disuruh ngeluarin pose pose yang engga banget,
'hahahaha, dika mirip tinky winky' kata metha, (ya tepatnya tinky winky kena aids yang  ketabrak bajaj)
'huakakakakakkaka' si gery ngakak ga ketolongan bikin gua nambah malu aja
'ih ger, kamu jangan ngompol disini atuh ihh' kata metha
'huahahahahhahahaha, ih gery masih suka ngompol udah gede'kata gua

gerypun nangis tersedu sedu menuju rumahnya, dilatari matahari yang kian terbenam gery berlari kencang, ibarat telenovela disinilah perpisahan harus terjadi, disaat cinta tak bisa terbagi atau ditinggal mati sang kekasih dan sekarang dengan tema yang tak kalah seru di kala  pesing yang mesti dibawa lari
gak banget

semakin dewasa,semakin deket aja gua sama mereka dan mulai tau pribadi masing masing,
tahun kemarin gery curhat sama gua kalo ternyata dia tuh suka banget sama metha, dan gua juga udah tau kalo gery suka sama metha, karena gery terlihat perhatian banget sama metha mulai dari yang sepele
'meth rambut kamu bagusan di kuncir' gery
'iya gitu ? yaudah atuh saya kuncir' metha

'meth kamu udah makan ?' gery
'udah kok' metha

'meth jangan tidur malem malem ya nanti' gery
'kenapa gitu' metha
'nanti takutnya kamu sakit' gery
'iih gery, iya deh'  metha

'meth bulu ketek kamu keluar keluar tuh'
(oke yang ini cuma ada diimajinasi gua doang)

oh iya perlu diketahuin metha itu orangnya putih tingginya sekitar 160an wajahnya juga khas sunda pokoknya cantik dan agak pendiem
dan si gery itu orangnya putih, lebih tinggi dari gua dikit badannya kurus bisa dibilang ganteng

'Saya teh mesti gimana dik ?'
'nyatakan atuh, tanya mau gak jadi pacar kamu'
'tapi saya teh ga tau  mesti ngomong apa dik'
'nyatakan aja gak usah takut, ucapin apa yang mau kamu ucapin'
'ajaran saya atuh dik, nu apa teh namana, ngagembel'
'ngagombal maksudnya ?'
'heeh'
'apa yah, saya juga tidak bisa'
'ayo atuh dik di pikiran '
'sebentaar'

5 menit kemudian....

'dapet blum dik'
'ada tapi panjang, bisa ga hapalinnya ?'
'demi metha bisa lah, gimana emang'

'metha,kalau aku lagi dekat dekat kamu, kenapa ya aku serasa kayak lagi ada di khayangan ?
kan khayangan tempat bidadari bidadari kayak kamu'

'Diinget tah ger'
'sip laah'


keesokan harinya, saat sedang berjalan jalan  meniti pinggiran sungai waktu itu metha tepat berada di antara kita berdua, tiba tiba gery membuka percakapan

'meth'
'iya ger ?'
'ee,,aaa.emmh ka....kamu teh da...dari khayangan ya ?
'eh, kenapa gitu ?'
'dik lupa' mencoba berbisik ke gua
'kenapa sih ini sih gery dik' kata metha yang mendengar bisikan gery ke gua
'gak tau' kata gua sekenanya dan ga menjawab pertanyaan gery
'so..soalnya muka kamu mirip go kong' kata gery yang kebanyakan nonton acara silat di tpi
'heh ?' kata metha
'huakakakka' ancur dah dalem hati gua

tapi tiba tiba gery ngegenggam tangan metha
'metha teurang, seeur nu bisa jieun sabab sabab keur aing ceurik
tapi tuhan nyiptain maneh oge keur teu kalah seeurna jieun sabab sabab keur aing seuri, aing nyaah ka maneh metha'
'ih kamu teh'
'maneh teu daeknya metha ? aaaaaaaaah aing harap maneh amnesia sangkan teu inget anu aing beja'
'teu teu, mun abdi amnesia oge, abdi bakalan inget ieu terus, sabab abdi teh juga nyaah ka maneh, mun abdi amnesia oge abdi teu bakal lupa, kusabab maneh teh teu hanya aya dipikiran abdi hungkul tapi di dieu, dina hate'

transslate
'metha tahu ? banyak alasan  yang bisa buat saya bersedih, tapi tuhan nyiptain kamu juga untuk nyiptain lebih banyak alasan membuat alasan saya terus tersenyum, aku sayang kamu metha'
'ih kamu mah'
'kamu engga suka ya metha ? aaaaaaaah saya harap kamu amnesia biar kamu lupa sama yang saya ucap barusan'
' gak gak, walaupun saya amnesiapun saya ga akan lupa, soalnya aku juga sayang sama kamu,karena kamu engga cuma ada dipiran aku, tapi kamu juga ada di sini, di hati aku'

dihadapan gua, sepasang kekasih ini telah resmi, disaksikan sang raja siang dan kicauan burung burung yang seakan merayakannya, sampai sekarang metha dan gery masih menjadi pacar yang setia, meski metha cantik dan gery ganteng, ga pernah sekalipun terbesit di benak mereka untuk bermain dengan hati lain, inilah kampungku, bebas dari polusi zaman

Silam masa lalu sebelum kelam

Gaduh suara ayam membangunkan aku fajar ini.jam tanganku masih menunjukkan waktu 04:36, hilir mudik pejalan kaki terus memenuhi muka jalan,langit merah menyapa tanaman yang telah haus kehangatan,lampu lampu jalanan mulai mati satu persatu, tinggal lampu dari depan rumahku, menyorot langsung ke arahku, seperti mr bean kurasa, aku merasa menjadi si anomali, sendirian dan kesepian.

Bayang bayang masa lalu pun mulai menjamah pikiranku. Di ujung penglihatanku sana lapangan yang tepat 10 tahun yang lalu menjadi arena aku berlari lincah, dan ayah ibuku mengejar dengan gelak tawa lepas, mereka menangkapku dan menggendongku tinggi tinggi, setinggi harapan mereka yang kini telah tersapu angin waktu, tepat di dipan ini sudah menjadi kebiasaan aku dan kakakku berfoto ria, mengeluarkan beratus gaya yang mampu menancing senyuman seisi rumah. Kakakku bergaya menjadi pangeran dari kartun sailormoon, dan aku berpura pura menjadi mawarnya, berdiri tegak dengan arah kepala yang dimiringkan, lengkaplah kami sebagai pasangan saudara yang terlihat idiot bila kuingat kini.
Tapi aku lebih merindukan hal itu, makian dan cacian adalah fenomena yang langka dahulu,
gemericik air itu marih kudengar, saat tapak tapak kaki kami bermain di sungai, aku hanyut dan terjaga saat melihat kedua orang tuaku menangis dan memeluk ragaku yang masih kepayahan untuk bernafas, masihkah mereka peduli terhadapku seperti dulu ? Atau haruskah aku menghanyukan diri lagi ? Atau menggunakan kaca memutus aliran nadi, aku hanya ingin mereka berdamai, ini pedih, dan ini adalah saat saat menyebalkan, dimana aku harus menulis dngan luapan emosi, dengan tangisan yang membasahi ponsel genggamku satu satunya yang 4 tahun yang lalu kuminta dengan antusias ke kedua orangtuaku yang masih slalu mengusap kepalaku, mengumbar senyum kearahku. aaargh kemana kalian sekarang ? Hidup disisi yang amat kubenci.
Ingin pergi ingin pergi ingin pergi, pikiran itu terus membuatku berhalusinasi, aku hanya ingin kembali kemasa dulu yang terus menghantui, jiwaku terus bergetar bila mengingat ini,

dulu aku pernah bahagia

Sabtu, 11 September 2010

Arti seorang Nenek

terkadang . bilamana nenekku singgah dan aku harus terpaksa menemaninya sepanjang hari. aku merasa kesal dan semua olokkan setan seperti masuk begitu saja kepadaku . bagaimana tidak . berkali kali aku dihadapkan oleh pertanyaan yang sama hanya dalam kisaran beberapa menit .terkadang aku menjawab dengan setengah membentak. kulihat sebentar nenek .dia terdiam merunduk. terkadang ia lupa arah kiblat. dengan malasnya aku hanya membenarkan arah sajadahnya dengan kakiku . ada rasa kesal bila tengah malam aku terpaksa membopong tubuhnya menuju toilet karena rentanya . haah aku kesal dengan nenek !!


tapi pernah tuk sekali aku merenung.dan mendapati aku telah menjadi seorang antagonis .ketika aku membayangkan aku berada dalam posisinya .dalam keadaan renta dan bilamana cucuku terus menghardikku . hingga berkata pun aku takut . ya allah mengapa baru kau sdarkan aku sekarang

padahal dulu ketika aku kecil entah berapa ratus kali aku paksa nenekku tuk membacakan cerita .hingga larut . hingga selaput matanya menghitam ia terus menemaniku dan terus membacakan sebuah cerita untukku .ku tertidur di pangkuannya . dan hangat usapannya membuatku mengenal apa itu kasih sayang . sedangkan aku hanya bisa menghardik nenek sekarang ini .padahal dulu nenek amat gigih mengajariku tentang kebenaran . tentang apa yang baik dan apa yang tidak . bukan hanya mengajari tentang dimana arah kiblat nenek juga mengajari tentang bagaimana menjadi seorang yang baik . seorang yang bisa dibanggakan . dan dulu aku sering diceritakan ibu . tentang bagaimana gigihnya sosok nenek saat membopongku . mengangkat kedua tanganku tinggi tinggi .untuk mengajari aku berjalan . dan skarang .aku untuk memegang bahunya agar dia tidak terjatuh pun segan .

nenek slalu tersenyum dihadapanku . tetap saja dia tak bisa menyembunyikan tangisnya saat sedang solat tahajud . aku terbangun tadi dini hari . kudapati ia menangis .aku bangun dan sejenak membenarkan sajadahnya dengan tanganku . lalu aku mengecup tangannya . dan ikut menangis disisinya .aku sayang nenek dan selamanya akan begitu nek

Sahabat

Banyak orang bilang. teman akan datang dan pergi silih berganti . tetapi sahabat akan selalu ada hingga mati . akan selalu hidup hingga raga bertemu bumi..



Oke awalnya gua mau nyeritain tentang bagaimana gua ketemu dengan dia...

Nama gua Andhika Dwi Putra, gua lahir di keluarga yang biasa aja . dan lahir (sekilas) normal. gua sering menyesali gigi bugs bunny gua huh.. ini ngebuat gua jarang banget punya teman cewek . sekalinya ada juga palingan tukang jamu sari rapet langganan bokap gua (loh)
jadi gua ga pernah yang namanya punya temen deket apalagi sahabat..

Chating ya dengan chating waktu itu gua bisa berinteraksi dengan bebas dengan wanita. karena gua ga perlu susah payah ngumpetin tampang gua. gua mulai punya banyak teman disana . tapi tetap. kehidupan rumah gua masih tetep bisa diibaratkan katak dalam tupperware .gua ga pernah keluar rumah . bahkan saking noraknya gua . gua kira kalimalang itu ada di daerah kalimantan.


oke kembali ke chating. disini gua udah mulai brani ngobrol sama cewek. dan gua dihargai disini. bukan dengan rupiah perak atau emas. karena gua ga terlalu butuh itu. disini gua ngerasa gua punya kehormatan. punya rasa dibutuhkan yang ngebuat gua ga cuman jadi seonggok daging yang bisa bicara. bahkan ada cewek yang udah nganggap gua kka sndiri.disini secara ga langsung, gua yang sebagai anak bungsu dituntut harus lebih dewasa dan menjaga sikap

dari adik cewe gua itu lah.. banyak kehidupan penting yang bulak balik mampir ke hidup gua sekelabatan wanita lah
mereka mempunya perkumpulan yang berisi 6 gadis gadis. dari 6 itu gua udah ngenal 4 diantaranya.

Akhir akhir ini gua dianggap sahabat. mungkin bagi sebagian orang dibagian bumi sana sudah biasa memiliki sahabat. tapi untuk gua . itu punya arti lebih besar

dia ada waktu gua susah
dia ada waktu gua seneng
tapi dia tak ada pada saat saya mandi ( iya lah)
pokoknya ga ada itu batasan gender . batasan wilayah apalagi batasan laut -.-

Dulu pernah sekali gua punya temen deket rumah yang sekarang udah pindah. dia itu orangnya konyol dan serba ajaib . pernah sewaktu hari ada acara menginap di sekolah. sebagai teman yang baik mau tidak mau saya menjemputnya kerumahnya
sepeda 120 cc gua gua parkirkan begitu saja ( baca: ambrukin ke tanah). pas di depan rumahnya gua liat diteras rumahnya udah pada rame ngumpul .bapaknya ibunya neneknya omnya semua hadir. gua yang bingung ya nanya lah "Lo udah bilang kan kita pengen nginep di sekolah ? bukan latihan militer di afganisthan" . Tapi kenangan kenangan yang kaya gitu lah yang bikin indah masa kecil kita

Di sekolah juga ada . tradisi yang kita namakan 'ngelobby' pokoknya kalo udah dapat lobbyan mendadak seluruh kelas kaya murid ajaran ki joko bodo semua . soal belum keluar kita semua udah pada tau jawabannya hahaha . tapi pernah sekali gua lagi puyeng. dan waktu itu ulangan bio dan sama sekali gua ga blajar (jangan ditiru) . gua waktu itu cuman bisa ngeliatin foto pak sby doang . berharap dia dateng ke sekolah dan nyelengkat gurunya biar dia jatuh sampai mengaduh hahaha
tapi di tengah kegalauan nestapa gua liat cowok temen sebangku gua ngeluarin kertas . tidak lain dan tidak bukan itu adalah kertas rekening listrik dia yang udah nunggak 4 bulan .(yang ini bercanda) . sebenernya yang dia keluarin tuh jawaban jawaban prediksi yang mungkin kluar pas ulangan . dan besoknya bner aja .bio gua dapet 83 hahahaha

Disini gua sadar . hidup gua tanpa mereka pasti bakalan monoton banget cuma bangun tidur ke sekolah pulang tidur bangun lagi dan gitu lah rantainya . tapi semenjak ada mereka ada aja hal yang jadi kenangan yang bisa nginspirasiin gua buat nulis ini

Sadarkah kalian apa itu arti IBU

Percayalah, nantinya kamu akan mengetahui, bahwa sekali kau membuat ibumu tersenyum saat ia hidup jauh lebih berharga daripada ribuan air mata yang membasahi kuburnya.

Tadi siang, kulihat pintu kamar ibu sedikit terbuka setidaknya cukup lebar untuk memamerkan tubuh ibuku yang tengah tertidur lelah, kutatap dalam dalam jasad itu, jasad renta yang sudah lama menyaksikan pahitnya kehidupan,
sosok yang telah mempertaruhkan jengkalan jengkalan pendek nafasnya saat bumi mnyambut tangisan pertamaku,

oh ibu, perhiasan yang dulu ramai menghias tubuhmu kini telah hilang antah berantah, untuk membayar tanda tangan bulanan para pengusaha sekolah itu. Kerut kerut itu, putih rambutmu itu aah mengapa kau masih menyangkal kau kuat Padahal tubuhmu bersaksi kau telah rapuh ibu :(

kutatap kau tetap pulas dalam tidurmu, kelopak matamu tertutup sepenuhnya, dan alangkah nistanya kubayangkan bila itu tak terbuka lagi, apa yang telah kuperbuat ibu, hanya ribuan dosa yang bisa kutaburkan di atas pemakamanmu, sekalipun aku tak pernah merasa memiliki alasan kau bangga akan diriku, sekalipun aku tak pernah punya alasan kau tersenyum karenaku.

Ooh ibu, hiduplah untuk berapa lama lagi, setidaknya agar skali saja engkau tersenyum ibu, seperti dulu, ya seperti dulu, saat kita dulu masih berkumpul satu ruangan dan ada saja tingkah ayah yang membuat kita tersenyum, yang sudah sangat lama kurindukan itu

Pengalaman ngajar di sd

hal pertama yang gua liat si ramzah jadi ikut ikutan plontos, hmm 'oke disini gua lebih kayak tukang ternak kecebong daripada jadi guru'

perlu diketahuin, waktu hari pertama si ramzah tuh ga masuk, jadi gua sempet mikir bocah yang paling bandel di kelas tuh si ipin, eh pas ada ramzah, beuh entah nih anak sarapannya panadol dikecapin atau apa, tapi kelakuannya naudzubillah, apa yang dia sentuh pasti rusak dah, gak kebayang dah kalo dia nyentuh muka gua,yang bisa gua bayangin cuma nyokap gua pingsan shock pas ngeliat tampang anaknya lebih mirip curut kelindes delman, aargh

'kak cerita nabi dong kak'

'mau nabi apa ?'

mulai dah pada berebutan ngomong mereka pada

'ismail kak' kata haznah

'isa aja...' kata laras

'idris kak' kata nabila

'idris mah rajanya setan' celetuk ramzah

' .... ' yang ada di pikiran gua cuma ni anak punya bakat jadi guru biologi

jam ke 3
di musholla mereka banyak bercerita, tentang kehidupan mreka, tentang si jojo yang trnyata udah berumur 12 tahun, tentang laras yang tangannya jadi cacat karena kesiram air panas, tentang mila yang bapaknya udah lama meninggal, dan tentang ramzah yang hanya diurusi oleh kakeknya, hidup dibawah ambang kecukupan, membuat mereka cukup dimanjakan oleh kemiskinan. Inilah siluet kota besar bekasi, bagian yang tidak pernah terjamah, bagian dimana kasih sayang belum dibeli dengan harta atau materi semata
setelah bercerita, mereka mengantuk dan tertidur, yoga(ipin) dan ramzah tertidur nyenyak dipangkuan gua, tampang polos mereka yang tertidur mulai ngegambarin sberapa hanya di mimpilah mereka dapat trsenyum bahagia

'ramzah,yoga,nabila,laras,rania dan lainnya kkak mungkin emang gak akan lama ngajar kalian, tapi kalian udah ngasih pelajaran yang berharga dan pasti akan lama kakak ingat'

Hari pertama mengajar sd saat pesantren

dag dig dug... dag dig dug.. cuma itu yang gua inget ketika saat saat gua megang kenop pintu kelas 4.


'kreeet'
pintu kebuka. gua masuk dan lega bgt karena ga ada murid yang punya kebiasaan gigit jempol kaki gurunya. yes

sambil naro tas gua liat muka murid murid gua satu persatu, sampe sekarang sih masih normal normal aja.Palingan cuma ada bocah kaya Ipin kebanyakan ngelem, entah tuh anak anatominya sejenis sama kecebong atau apa, tapi murni dah dia  ga bisa diem.  kalo ga ngejailin temennya, ngeledek temennya, pasti dia khayang di atas meja
aaargh


so far selama gua ngajar ternyata anaknya asik asik dan pinter, mereka menghargai waktu mereka punya motivasi buat belajar mereka juga punya akhlak yang bagus kok, bedanya kita lahir dengan uang yang memfasilitasi kita sedangkan mereka lahir dengan uang yang harus mereka cari, gua sedih waktu kepala sekolah bilang diantara anak anak itu ada yang nyambi jadi pengamen lah tukang rongsokan lah.
mereka masih kecil,saat kesenangan belum sempat menyapa mereka, mereka sudah harus menghabiskan waktu di tengah terik matahari hanya bertopi rambut hitamnya yang kini memerah.Sedih dan malu bertumpuk menjadi satu, sadar ternyata gua terlalu sungkan melihat ke bawah, gua selalu membandingkan dengan kehidupan para si 'megah' para si 'kaya' dan apalah koloni koloni mereka sehingga aku selalu merasa menjadi si kurang dan skarang  sadar betapa lebihnya aku di mata mereka dan rendahnya gua di mata ALLAH

balik lagi deh ke kelas,

jam ke-2
bahas tentang hari akhir dan gua nanya ke mereka 'Ada yang tau tanda tanda hari akhir apa aja ?'
'matahari terbit dari barat kak'
'masjid megah tapi jemaatnya sedikit kak'
'makin banyak orang kafir kak'
'munculnya binatang binatang yang bisa salto kak'
'......'
Disini gua ga bisa bayangin suatu saat ngeliat gajah salto itu hal yang biasa, horor ._.

istirahat

'kak... kakak'  kata murid laki laki gua
'ya ?'
'Kakak kok jelek sih'
'...'
sumpah nih anak belom pernah keselek gedobrak ketoprak

jam ke-3
'oke semuanya sekarang kita cerita tentang kisah nabi yaa'
'iyaa kak' dijawab serentak disertai yang berbisik
'asik'
'yes'
'viiiikiiing' si ipin mulai  bikin gua pengen garuk garuk aspal

kisah nabi sulaiman dan yusuf pun berhasil kami ceritain dengan sotoy
satu persatu gua liatin tampangnya, alhamdulilah tampangnya masih pada antusias dan oke oke aja , seenggaknya gak ada yang tau tau mamerin clana dalem motif ultraman tepat ditengahnya,
arrgh

'neet.......neeeeeet.....neeeeeeeeeet'
bel pulang udah bunyi serentak mereka ngangkat kursinya masing masing untuk dibawa ke rumah (oke yang ini bercanda) mereka ngangkat kursi kursi keatas meja dan satu persatu mulai salim sama gua
ternyata rasanya menyenangkan bgt ngajar anak sd, dan percaya atau enggak gua pengen waktu berjalan sangat cepat dan langsung nerjunin gua ke besok hari, amin

Vanessa....Oh Vanessa

Vanessa.. Oh vanessa

by Andhika Dwi Putra on Saturday, September 11, 2010 at 11:07pm
11/09/2010

matahari menyapa tubuhku hangat , rerumputan yang dibahasi oleh embun pagi, tanah basah yang menebarkan bau khas,deraian biru air turun deras ke hilir. nyanyian indah pagi inilah yang membuat aku ingin berlama lama di kota ini.

11:48
sedang aku terlena oleh hujanan indah lukisan tuhan, tiba tiba ada pesan masuk ke ponselku

'jalan yuk dik, gua nessa'
'gua kira lupa sama gua,yuk nes emang mau kemana ?'
'gak tau gua juga, ketemuan aja dulu ayo dik'
'ketemuan ? Mau dimana nes ?'
'pemda banten aja dik'
'wtf, hahaha serius lah'
'al munawaroh aja, di depan pasar buniseuri'
'oke 20 menit lagi gua sampe sana nes'.

12:22
di tengah pasar yang kian menyepi, ibu dan bapak tua yang telah kembali pulang bersama belanjaan penuh, diikuti oleh para pengamen jalanan yang tengah asik menghitung dari kantung permennya, disana kulihat sosok nessa, mengenakan rok sejengkal diatas lutut dipadu dengan kaos coklat, wajahnya tampak lebih berseri dengan perona merah di kedua pipinya, tak lepas juga bibirnya kini lebih cerah dari biasanya
'hey dikaa'
'eeh, hey jugaa'
'kenapa dik, ada yang salah ?'
'menor banget dandanan lo nes hahaha'
'masa sih ? Lo gak suka yah dik ?
'gua lebih suka lo ga pake apa apa kali nes'
'hah ? Telanjang gitu ?'
'tadinya sih maksud gua tampil apa adanya, tapi telanjang juga not bad hahaha'
' haha sableng'
'mau kemana nih jadinya ?'
'gak tau gua juga dik'
'hutan aja yuk nes'
'ngapain ke hutan ? Tapi jangan macem macem lo ya, gua bawa sisir nih di tas !'
'hah ? Sisir hahaha ngancem bagusan dikit kek, piso gitu atau silet kek, sisir buat apaan ?'
'nyisirin gigi lo !'
' kampret'
'hahahaha'
'yaudah yuk'

13:32

lama juga gua sama dia di angkot, akhirnya sampe juga gua di hutan, tepatnya hutan yang amat lebat. Pepohonan ratusan tahun ini seakan melindungi tanah tanah agar senantiasa lembab sebagai cadangan makanan mereka, dan disinilah akhirnya kita berpijak

'indah ya dik, lo sering kesini ?'
'terkadang, yuk kita ke air terjun'

perlahan kaki kaki kami menjamah tanah merah yang licin,tangannya dengan erat megang tangan gua, sesekali ranting ranting dipatahkan kaki kami, sesekali ranting rantingpun mematahkan kaki kami (loh)

sampailah kami, disebuah sungai yang diatasnya mengalir air terjun yang amat deras.

'aaaaah' jeritnya waktu gua dorong dia ke sungai dangkal itu, tak ayal kakinya langsung terperosok masuk ke dalam sungai.

Ga beberapa lama gua ajak dia buat daki air terjun dari sisi sisi batu dan sampailah kami dipuncak, menikmati indah air terjun yang bercampur kengerian akan jatuh,
'dik gua takut, turun aja yuk'
'cium dulu dong hahahaha'
ga disangka, dia anggep serius ucapan gua.
Adegan itu ngebuat gua stuck di tempat
'diik, ayo turun'
'aa...aa..yoo n..nes'

sesampainya dibawah kita pun duduk duduk dipinggiran sungai, menjuntaikan kaki dialiran sungai.
'nes'
'iya dik ?'
'boleh gua foto lo ?'
'buat apa dik ?'
'buat buktiin ke orang orang kalo malaikat itu bneran ada'
'aaah dikaa'
'hehehe'.

'dik'
' iya nes ?'
'ada lagu buat lo'
'apa ?
'dengerin aja ya'

'mulai dari sini gua saranin sambil muter lagu tentang rasa-astrid)

aku tersesat menuju hatimu
beri aku jalan yang indah
ijinkanku lepas penatku
tuk sejenak lelap dibahumu

dapatkah selamanya kita bersama
menyatukan perasaan kau dan aku

semoga cinta kita kekal abadi
sesampainya akhir nanti selamanya

tentang cinta
yang datang
membuatku takut kehilangan
kutitipkan cahaya terang
tak padam di dera goda dan masa

dapatkah selamanya kita bersama
menyatukan perasaan kau dan aku

semoga cinta kita kekal abadi
sesampainya akhir nanti selamanya'



'bagus nes'
'kamu suka dik ?'
'bangeet, aku juga punya deh kalo gitu buat kamu'
'lagu apa dik' katanya antusias
'cinta satu malam'
'najis aah'
'hahaha'.

'nes,entah ini terlalu cepat atau enggak tapi kayaknya, aku suka sama kamu deh'
'ga ada yang trlalu cepet atau terlalu lama buat suka, itu fenomena, dimana getaran yang abstark yang tau tau bisa nyebabin perasaan kita seneng dik'

'ya getaran yang amat kencang'
'jangan kenceng kenceng dong, ntar runtuh dong'
'gppa nes, semuanya runtuh, kesedihan, kesendirian, kesepian semua runtuh saat ada kamu'

hening,
hanya lagi lagi kecupan yang mendarat, entah ini sebuah jawaban atau sebuah reaksi, disaksikan oleh ribuan rintikan hujan,kami berpelukan mesra selayaknya dua insan yang sedang memadu kasih, pepohonan pun tampak sibuk melindungi kami dari hujan yang kencang mengguyur bumi.Matahari masih tampak begitu angkuh untuk membagi sinarnya, hujan kian mereda, pelangi pun muncul dengan indahnya.
'nes'
'iya dik?'
'indah ya'
'iya udah jarang aku liat pelangi, pelangi yang mengapung diatas air terjun dengan biasnya yang mewarnai segala sisi'
'kayak kamu'
'maksudnya ?'
'kamu juga udah banyak ngubah warna hitam putih jadi lebih berwarna, apa kamu tahu kenapa pelangi hanya terlihat seperti setengah lingkaran ?'
'emang kenapa dik'
'setengahnya lagi udah terpampang jelas di mata kamu nes'
'ah dika'
'hehehehe'

18.12
'pulang yuk nes'
'aku msih betah disini dika'
'kenapa ? udah larut, nanti kalau gelap, aku takut kita tersesat'
'biar, asal ada kamu aku ngerasa aman'
'waaaaah beneran ?'
'iyaa dikaa'
'kok bisa ?'
'muka kamu kayak gardu satpam sih'
'hahahaha kampret, ayo deh pulang'
'yuk'

ditemani sinar rembulan, kami mulai menapaki jalan pulang, langkah perlangkah kecil kami lalui dengan gandengan tangan yang ama erat,mengingat saat itu tanah amatlah licin dan bila terjatuh, habislah sudah kami,akhirnya kami bertemu muka jalan dan kebetulan hanya butuh beberapa menit saja, angkutan yang akan mengantar kami pun terlihat.Lagi dan lagi Nessa tertidur lelap di bahuku, tangannya terasa mencengkram tanganku, entah apa yang sedang dia impikan.

'ness, bangun aku turun sini ya'
'iya dika, eh iya ini punya kamu hampir lupa'
' eh iya jaket aku hahahaha, kirain udah dijadiin keset'
'hahahaha yaudah hati hati yah, nanti malam aku sms dika,'
'sip deh nessa'

23:01

Aku menulis semua pengalamanku, ditemani oleh lantunan lantunan lagu lagu klasik aku duduk di dipan rumah, lemah lembut angin berhembus seperti ikut bernyanyi bersama hatiku, dan bintang bintang kini seperti ikut tersenyum denganku

Vanessa (lanjutan)

'Dik'
'ya nes?'
'sumpah mukalo mirip mastur'
'anjing'
'hahahaha'
'tawa lo'
'ngomong ngomong dingin yah dik, enaknya yang anget anget dosa nih'
'wah kacau lo nes'
'yeeh, jangan ngeres dulu, maksud gua makan skoteng'
'dosanya ?'
'ga bayar, hehe'
'maksa lo hahaha'

tapi yang gua liat emang dia lagi gesek gesek tangannya di kulit lengan satunya
'bawa jaket ?' tanya gua
'engga knapa emang ?'
'pake aja' kata gua ngeluarin jaket pusaka gua yang warna merah
'gak ah'
'gppa kok gak usah sungkan'
'bukan sungkan dik tapi jaket lo norak warnanya merah gitu kayak jablay rawa semut hahaha, ikut eneng dangdutan yok'
'najis lo'
'hahahaha, iya iya bercanda dikaa, makasih ya'

'better ?'
'yes'
'oh'
'no'
'wtf lo nes'
'hahahaha
'kagum nes gua sama lo, disaat seharusnya gua yang ngibur lo,
tapi malah lo yang dari tadi ngibur gua,makasih nes'
'hahaha makasih juga dik, gua sneng bisa ngbrol sama lo'
'nes percaya gak, baru tadi gua ngarepin sesuatu yang beda datang, dan tuhan ngejawabnya dengan cepat, tuhan dengerin doa gua nes'
'setiap hari tuhan juga doain doa lo kok, cuma terkadang lo aja yang kurang bersyukur dan kurang ikhtiar aja'
'dewasa banget lo nes'
'juga cantik'
'iya lo cantik nes'

anehnya sekarang ga ada tawa, hanya wajah dan wajah yang saling berdekatan dan saling memagut

'makasih dik' kata nessa
'iya',
terus palanya nyender di bahu gua

08/09/2010

02:30
'nes nes bangun nes'
'udah mesti transit ya ? Gua duduk sama lo lagi ya ? Enak tidur di bahu lo, empuk'
'masa ?'
'iya kaya boneka babi di rumah gua'
'...'
'yaudah yuk dik sekalian cari saur ya '
'sip'
gua duluan turun, baru dia ngikutin dibelakang, tau tau dia megang tangan gua dan senyum
'yuk'

dia ngajak gua ke ampera,
'yuk sini aja, tempat favorit nyokap gua nih'
'gak deh nes lo aja '
'udah gua bayarin deh, ayo masuk,'

'gak gak, gua bayar sndri aja, yaudah dah ayo'

ga berapa lama, dia ngambil nasi pake ayam, dan gua yang ga bawa banyak uang cuma brani ambil nasi dan 2 perkedel'
'kok lauknya itu aja ? Mau ayam gak ?
'gak usah nes'
'yaudah deh'

dan gua duduk bersebrangan sama dia, pas mau makan, dia bagi 2 ayamnya sama gua katanya ga abis kalo makan sndiri, okelah daripada mubajir, gua juga ngasih satu perkedel gua ke dia
'mau minum apa aa,teh'kata mba mba pramusaji'
'es teh manis teh' kata nessa
'aer putih aja'kata gua
'ah dika apa sih, udah pesen aja, gua yang bayar aer doang, kalo lo ga mau nerima gua marah sama lo'

'iya deh, es doger teh kelapanya banyakin'
'kopet, ga tau malu lo hahahaha, tapi gapapa sih'



04:18
selepas makan, kami berdua sepakat untuk mencari bis berikutnya yang akan membawa kami ke tempat tujuan masing masing, gua di buniseuri dan nessa katanya akan turun di kawali, beberapa kilometer lebih jauh dari buniseuri, aaah ini perpisahan.

kayaknya dia bisa nangkep kata kata yang tersembunyi di wajah gua, dia senyum dan bilang 'jika tuhan memberikan kesempatan, sebuah akhir pertemuan pun bisa berubah menjadi awal kehidupan'

'maksudnya ?'
'solat subuh aja dulu yuk'
'iya deh yuk, dimana ?
'tuh mushola'
'wtf, itu wc umum nes'
'sekarang wc umum jadi lebih rame yah dibanding mushola padahal udah masuk subuh kan'
'entahlah, kiamat semakin dekat kali nes'
'emang kiamat makin deket dika, bahkan kiamat ga akan ngasih lo waktu istirahat walau sejengkal nafas untuk berhenti mendekat'
'mirip chairil anwar lo nes'
'lo juga'
'mirip chairil anwar ?'
'mastur hahaha, yuk ah solat'

bener kata nessa, musholla sekarang sepi banget, cuma ada gua dan nessa, yaudahlah buru buru gua ambil wudhu dan langsung solat
'jamaah dik'
'hah ?'
'gppa suatu saat lo juga bakal jadi imam keluarga kok, itung itung belajar'
'iya deh'

'assalamualaikum.wr.wb....assalamualaikum.wr.wb'

gua puter badan gua, dan dengan sigap tangannya menyambut tangan gua dan nyentuhin di keningnya.

'mudah mudahan lo bisa jadi imam yang baik yah'
'amin'

05:12

saat rembulan terlalu lantang menguasai langit. Dan fajar pun masih bermalas malasan mengusirnya.
Kami berdua akhirnya naik angkutan umum yang mengarah ke ciamis.

Jaket merah gua masih terbalut manis di tubuhnya, dia senderan lagi di bahu gua, karena kencangnya kendaraan melaju, tak terasa udara dingin mulai menggelitik tulangku, aku mencoba sembunyikan bunyi gemulutuk gigi yang saling beradu karena kedinginan, tiba tiba nessa ngalungin tangan kananya di bahu kiri gua,
'jangan sungkan'

hangat, entah karena pelukannya, atau karena pesan cinta mulai merasuki tubuh ini, entahlah'

'A aaaaa, REEM, tahan nafsu Aaaaaach' sontak kenek angkutan ngomong gitu pas ngeliat di depan udah ada bis berkecapatan tinggi, nessa meluk gua kenceng, untung abangnya bekas jagoan balapan di taman lalu lintas, jadi alhamdulilah kita slamat

'kamu takut ya ?'
'iya'
'gppa kok nes, udah ga ngebut ini'
'bukan itu'
'trus apa'
setengah berbisik dia bilang
'denger ga sih lo tadi keneknya tereak kaya miyabi keselek gundu, gua takut banget sama banci dik '
'hahahaha ada ada aja '

05:57
'nes, gua udah mau turun, makasih yah udah nemenin gua'
'iya dik sama sama, ' wajahnya berubah sepi.

' A, kiri,' kata gua,
'dieu de?' kata sopir
'muhun'
'dik' kata nessa,
'iya ?'
'ati ati yaah'
'sip, lo juga yaah'
'diik'
'apa ?'
'no hp dong, mungkin kita bisa jalan bareng kapan kapan'
'0898****'
'makasih ya dik'
'sama sama'
'diiiik'
'apalagi sih nessa'
'itu tas gua, jangan dibawa'
'lah ? Hahahahaha maaf maaf'

akhirnya gua berpisah, dengan berbekal beban perpisahan aku berjalan mantap menuju rumah nenek, dan trnyata, aaah jaket gua !

Vanessa

07/09/2010


aku terjebak, terjebak dalam fragmen fragmen riuh, sebuah podium berisi sepasang orang tua yang saling bertukar maki dengan bangganya, bersemangat membela salahnya,berikan aku sesuatu yang berbeda, berikan aku sebuah tawa. Lalu kuputuskan untuk pulang kampung duluan, ciamis.

09:04

riuh terminal, kawanan teman berjalanan di pinggiran, para calo mencari receh receh untuk mengasapkan dapurnya, tak ketinggalan para copet yang tengah bersemangat mengikuti ibu gemuk tua yang memamerkan stiap perhiasan di stiap jengkal tubuhnya

akhirnya aku menemukan bis yang akanku naiki, satu persatu mata menjamah tubuhku dan berlalu lagi dalam kehidupan masing masingnya, minimal mereka mengingat wajahku dalam memori otaknya untuk smentara, jadi bila ada suatu kehilangan, mereka sudah tau siapa pelakunya, si urakan berkaos hitam dengan tas slempang coklat.

'untung aja rada sepi' pikir gua, nginget waktu itu jajaran kursi tengah kebelakang kosong melompong. Gua mutusin buat duduk di bangku tengah, disamping cewek, dan pasti itu orang keturunan sunda, putih, bermata lentik dan cantik ditambah balutan kaos abu abu berlengan pendek, sempurna.

'Hey' sapanya menjulurkan tangan
'aku vanessa'
'a..aa..andhika' jawabku gugup menyambut tangannya
'jangan grogi gitu dong, kaya ga pernah duduk sama cewek cakep aja hahaha'
'atuur dah mba'
'enak aja, emang gua keliatan kaya tukang dagang pecel ya ? Gua masih 19 taun kok andhika'
'panjang banget manggilnya andhika'
'trus apa dong ?'
'james aja'
'hahaha serius maunya dipanggil apa ?'
'dika aja, lo sndri ?
'markonah'
'we hahaha ga lucu ah'
'nessa aja dik'
'oh'
pembicaran berhenti, ga tau mau bahas tema apa, ga mungkin juga kalo gua mau bahas spongebob yang tadi pagi gua tonton'

ga beberapa hape gua bunyi, gua keluarin dari saku dan pas gua lagi bales dia nanya
'cie, pacarnya ya'
'iya nih nes'
'ciee dika, namanya siapa ?'
'nurdin'
'....'
'hahaha ga canda kok'
'baru gua pengen pindah bis dik'
'hahahaha'
ini yang nyebabin kita jadi akrab, yang ada dipikiran gua pas prtama ngeliat, gua kira angkuh, ternyata, hampir sesempurna luarnya, terutama parasnya, mirip seseorang yang gua kenal di mimpi mimpi gua

'oh iya dik ? Kok kesendirian ? Ga takut digodain tante tante girang ?'
'hahaha kalo tantenya kaya lo mah gppa dah nes'
'hahaha ih apa sih' sambil dia ngedorong bahu gua
'idih tante nessa mukanya merah'
'aah udaah ah' sekarang perut gua dicubit,
'itu liat tuh mukanya merah kaya ba+@*$' belum smpet gua lanjutin, kepalan tangannya udah ngacung tepat di depan muka gua
'hahaha ampuun'
'kenapa sndiri hayo,kenapa gak sama keluarga ?'
'gak nes,keluarga gua pada sibuk'
'kerja maksud lo ?'
'mungkin'
'kenapa sih dik, kok muka lo jadi sepi gini'

akhirnya slama di perjalanan gua ceritain smuanya

'mending dik' keluh dia
'mending, ? Maksud lo ?'
'mending lo masih bisa ngeliat mereka, mending lo stiap hari masih bisa ketemu mereka'
'loh, emang lo knapa nes ?'
'ibu gua meninggal dik baru 6 hari yang lalu, dan ayah gua ? Sampe skarang gua ga tau dia dimana, smenjak ayah gua ditipu koleganya, usahanya ancur, utang disana sini, dan dia pergi tanpa pertanggungan apapun sama gua dan alm ibu, smenjak itu ibu jadi sakit sakitan dan meninggal'

ya allah,selama ini aku slalu berfikir, aku yang paling malang, ternyata aku yang trlalu angkuh, disisi lain dunia ini, ternyata akan slalu ada yang lebih terpuruk. Jangan slalu berpaku diatas langit tetap ada langit, tapi ingat dibawah tanahpun masih ada tanah, jadi apapun kondisinya syukurilah
'maaf nes,gua ga tau gua harus ngomong apa, kalo gua ngomng sabar aja ya, lo udah cukup sabar buat itu semua, yang gua tau cuma lo itu wanita yang kuat nes, dan gua yakin lo akan selalu kuat'

'i.. Ia dik makasih' kata kata yang keluar amat tidak sebanding dengan air mata yang tidak dapat dibendungnya, dan hanya siluet siluet jalanan yang berani memandang wajahnya melewati kaca