Selasa, 26 Oktober 2010

MARS dan VENUS

by Andhika Dwi Putra on Monday, October 25, 2010 at 7:10pm
Kita terlalu mudah memandang manusia secara generalisasi, padahal kita tahu, manusia terbagi menjadi 2 wujud fisik, satu bernama pria, dan satu lagi wanita,

pernah dengar istilah 'Pria dari mars dan wanita dari venus' ?, waktu pertama kali dnger, pikiram gua langsung terbang kemana mana, aah, jadi manusia itu dari mars ? Jadi manusia itu alien ? Jadi ternyata lobang dubur gua bisa berfungsi sebagai alat pernafasan sekunder ? Waw hebat.
Dan wanita dari venus ? Ini lebih hebat, pasti mereka memiliki kemampuan khusus, kemampuan yang amat menakjubkan, ya betul, mereka bisa ngupil pake linggis !

Tapi sayangnya itu salah, stelah gua kaji ternyata, dahulu kala, para Mars mengintip para Venus melalui teleskop, mereka menyadari, ternyata kata indah itu ada adalah untuk diucapkan pada kaum venus, kamu Mars pun jatuh cinta,Mars pun melakukan penjelajahan, untuk pergi ke venus, dengan melalui jalur godaan halang rintang, serangan dimensi galaksi atau lubang hitam akhirnya mereka berlabuh, dan anehnya planet venus menerima mereka dengan dada terbuka(hueh) maksudnya tangan terbuka, inilah intuitif makhluk venus, yang tahu bahwa hari itu pasti tiba, hari dimana degupan kencang di dadanya terus berdetak dengan hebat tatkala mata mereka saling bertemu, yang berikutnya saya sebut, intuisi venus, atau yang sekarang disebut intuisi wanita, cinta tumbuh diantara mereka, dan sekali lagi, mereka baru mengerti tentang arti kata cinta, mengapa kata cinta ada ? Karena itu adalah jalan untuk menggambarkan kisah mereka yang penuh kebahagiaan waktu itu.

Akankah terus bahagia ? Enggak ! Mereka merasa hidup mereka terasa trlalu monoton !, setiap umbaran cinta sekarang dianggap gombal, mulailah terlihat, sifat asli dari para Mars dan para Venus, perbedaan mereka sekarang menciptakan dinding semu diantara mereka, coba bila pria dan wanita dapat menghormati perbedaan trsebut, maka cinta pun pasti sudah bisa tumbuh lebat walau di tempat segersang venus.

Berikut adalah beberapa perbedaannya:

1.wanita butuh perhatian
pria btuh kepercayaan.
'wanita akan merasa istimewa dengan perhatian perhatian sekecil apapun, yang membuat wanita merasa dipedulikan, dan pria butuh dipercayai, bahwa segala sesuatu yang ia telah melakukan yang terbaik, jangan curigai pria'

2.wanita butuh pengertian
pria btuh penerimaan apa adanya
'terkadang wanita tidak butuh solusi, wanita lebih butuh pria mendengarkannya tanpa menghakimi atau memojokkannya walau ia salah, wanita ingin empati dari pria,seangkan pria, ingin mencintai orang tanpa mengubah dirinya sndri, sehingga dia bisa merasa diterima dengan wujud apa adanya'

3.wanita butuh dihormati
pria butuh dihargai
'ketika pria memperlakukan wanita dngan memandang dan mengakui hak, harapan dan kebutuhan, wanita akan merasa dia memiliki nilai, dan merasa harga dirinya dijaga penuh oleh pria, sedangkan pria, dia btuh pnghargaan, agar dia tahu, segala yang diberinya tidak sia sia'

itu bukan secara garis besar, setiap waktu bisa saja menjadi berbanding kebalik dengan kenyataannya.

Terus kenapa mereka bisa putus ? Atau patah hati ?

Nah ini dia,( kok kedngerannya kayak kolom mesum di koran) terkadang entah Mars dan Venus terjebak dengan ego masing masing, mulai dari bosan sampai ingin mencari yang lebih baik dan lebih mengerti dia,

untuk yang ditinggalkan, tentu akan merasa patah hati,dan menutup pintu hatinya rapat rapat, lagh lagi kata kata klise tersemat diantara pnyesalannya 'aah, hatiku sudah hancur berkeping keping, tak mau lagi aku mencinta' enggak banget menurut gua. Padahal, seberkeping kepingnya itu, bila ada kemauan, itu masih bisa disusun, keping keping hati yang rusak itu, bila dihadapi dngan kesabaran dan jiwa besar pasti bisa tersusun lagi, seperti bermain puzle, rasa sakit hati itu timbul karena, disaat anda sedang sayang sayangnya, dan belum bisa menggantikan memori tentangnyalah yang membuat itu jadi perih, coba buka hatimu, bukalah hatimu, makanya kalau sakit hati, banyak banyak dngerin lagu armada yang satu itu minimal 4 jam aja, pasti bisa , bisa kayak otak gua, otak yang udah di vonis dokter kena sipilis stadium lanjut.

Jadi, intinya, bagi kalian kaum Mars atau Venus , jangan sering sering dngerin armada kalau gak mau sipilis tingkat lanjut, eh ralat, jangan terlalu ego dengan diri masing masing, coba mengerti mars/venus pasangan anda, dan bagi anda yang patah hati, marilah bangkit dan nyanyikan buka hatimu :D

Senin, 25 Oktober 2010

Curhatan anak kelas 3 SMA : Jelek

Entah kenapa, remaja itu selalu memiliki kaitan erat sama yang namanya cinta, banyak cerita, dari cinta pertama, hingga cinta yang berlabuh ke pelaminan.
Tapi terkadang ada juga beberapa yang terjebak dalam siklus: suka-jadian-bertengkar-putus-suka-jadian-bertengkar-putus, lucu bila mengingat siklus trsebut. awal awal pacaran, kata kata klise 'slamanya' 'hanya kamu' 'abadi' atau ' i love u' menjadi andalan pengantar tidur kekasih melewati pesan singkat.
Lalu pertengkaran tak terelakkan, mereka bersemangat membela kesalahan mereka masing masing, saling menganggap kesalahan yang dilakukan itu lumrah. Dan siklus berakhir di kata 'putus', kata yang ngebuat beberapa orang ngeakhirin hidupnya di tambang yang tergantung kuat di balok rumah, atau nadi yang putus digores kaca.

Menurut survey, mereka yang memiliki keberuntungan dari segi fisik dan finansial lah, yang akan menang dari seleksi wanita wanita kota kebanyakan.

Bagaimana dengan aku ? Wajah di bawah standar edar, mungkin bila sekolah menjadikan kualitas wajah sebagai salah satu pertimbangan naik kelas, aku pasti kini sudah frustasi karena tidak naik naik kelas. Kenapa aku percaya kalau aku jelek ?

Ada 2 kisah tentang itu:

pertama, saat dulu motorku rusak, terpaksa aku harus naik umum, baik pergi maupun pulang.
Setelah bel pulang berbunyi, entah kenapa aku gak bergairah untuk berlama lama disekolah, jadi kuputuskan untuk segera pulang, dengan umum tentunya. Aku duduk di bangku depan, satu menit, 2 menit, hingga 10 menit, angkutan umum ini masih mangkal, perlahan angkutan penuh oleh kami para putih abu abu. Kuintip di spion tengah, ada 3 gadis tengah menggosip seru, sama sekali tidak ada niatan menguping, tapi suara mereka memaksa aku ikut mendengarkan, mereka asik membicarakan erick, teman sebangkuku, wah ternyata erick cukup tenar juga di kancah 3 adik kelas ini

A:kak erick kalo diliatin manis juga yah
b: ih masa ? Biasa aja ah, maksud lo kak erick yang suka bareng kak dice kan'
a: iya yang suka bareng sama kak dice
c: hah ? Kak dice, kak dice yang mana sih ? Kayaknya pernah dnger
A:itu loh, yang TONGGOS
B: iya yang GENDUT
C: jelek ?
B:BANGET
A:IYALAH

aih nista, sejelek-itukah-aku ? Hebat skali cepatnya wanita mengganti status orang dalam pmbicaraan, status aku yang tadinya sebagai teman erick 5 menit kemudian bisa jadi seperti mutasi beruang kutub dan berang berang.

Nah, pengalaman kedua, walau bukan dengan kata kata, tapi ini beberapa kali lipat lebih menyakitkan.

Tidak pede bergaul dengan tatap wajah, aku putusin buat punya facebook. Entah kenapa dengan facebook aku menjadi memiliki sebuah ekspetasi, ekspetasi besar, ekspetasi yang ngebuat aku foto berjam jam demi mendapat hasil jepretan yang nyerempet kata bagus, dan itu berhasil. Satu foto yang langsung gua taruh dan pampang di fb, kok cakep ya ? Aku jadi bingung.

Efek dari foto ini jadi besar banget, banyak cewek yang tergaet dengan foto-yang-dihasilkan-berjam-jam, salah satunya cantik, manis dan humoris, kami terlalu cepat akrab, terlalu hebat perkenalan kami hanya melewati facebook, tapi aku merasa sperti sudah klop dengan acha.

'dik, ketemuan yuk'
'ayu aja'

obrolan singkat di chat facebook lah yang jadi awal petaka.
Di mall kami janjian bertemu, dia menanti di depan stand J.CO, aku tahu itu dia, karena sesuai dengan code dress yang ia beri, mukanya penuh pengharapan dengan sesekali melirik mencari teman tampan di facebook. Aku menyapa,

'Icha yah ?'
'iya, siapa yah ?'
'dika'
'kok ?'

dia diam, muka airnya jelas kini berubah, tatapannya mengadili tubuhku yang tak sesuai harapannya, terpancar wajah tak percaya dan kesal.
'sori dik, gua ada keperluan, gua duluan'

walau aku tau itu hanya alasan, tapi
aku memilih diam dan mengangguk.
aku terus menatapnya, hingga sosoknya menjadi titik dan akhirnya menghilang. Petir mengutukku menjadi batu, pikiranku waktu itu belum bisa menerima hal secepat itu.

Aku terdiam hebat, galau. Hingga aku akhirnya memutuskan menerobos berlari menembus hujan, tapi tak lama aku kembali, sempat sempatnya aku lupa, waktu itu motorku masih ada di parkiran.

Itulah, ekspetasi, ekspetasi karena pngen lebih dihargain dan dapat perlakuan layak, ekspetasi yang berharap acha akan mengangguk saat kukatakan 'maukah jadi pendampingku' yang ngebuat akhirnya aku patah hati

coba bila ekspetasiku adalah hanya untuk melihat atau paling mentok berbicara dngannya, pasti bukan sakit hati yang kudapat, tapi kepuasan.

Curhatan anak kelas 3 SMA: Pelajaran

Setiap detik, setiap malam, setiap minggu, pikiranku selalu diatas namakan oleh pelajaran, bukan hanya aku, ibu dan ayahku mungkin begitu, akan jadi apa anaknya nanti, saat sebayanya sibuk mempelajari aksioma, aku sibuk mencuri waktu untuk bermain game, ibuku seperti sudah kepayahan dengan sikapku, terkadang dia menangis, padahal jelas, matanya sudah terlalu lembab oleh perihal lainnya yang membantu detak jantung ibuku melemah.

Oh ibu bapak guruku tercinta, berhentilah kalian bercerita dengan bahasa yang tidak kupahami : Aksioma, mendel, relativitas, pertidaksamaan,glikolisis ataupun metabolisme, tak satupun menyentuh otakku.

Hitung dan hitung, aaah, hal kecilpun harus dihitung. Sangat berlawanan dengan pemikir realis macamku, orang orang sedang susah mencari berapa grativasi saat melihat bolpoin terjatuh, dan aku tertawa kecil, lucu, semua orang mengabaikan hal kecil, benda jatuh kan semestinya diambil, bukan dihitung, aku juga memiliki kisah lucu tentang itu.

A:lihat buku jatuh
b: oh ya ?
C: mari kita hitung, apa yang mesti kita cari sekarang
a: berapa elevasinya
c: oh ya betul
a: cari massa buku
c: iya, lalu ?
a: tentukan berapa gravitasinya
c: ah iya iya, lalu ?
B: cari berapa gadingnya ?
c: ah iya
a: ...
C: eh ?

B pun diarak keliling sekolah.

Tapi aku harus mengakui, secara akademis aku amat kurang dari cukup, pelajaran sastra yang aku sukai pun, aku masih mesti ikut perbaikan nilai, orang terbodoh di kelas, aku sedikit terhibur oleh kata budeku, 'gak apa toh dik ? Lebih baik jadi yang terjelek dari yang terbaik, daripada terbaik dari yang terjelek,

lebih baik menjadi yang terbaik dari yang terbaik lah, ibuku menimpali gemas pendapat bude,
terderai tawa alami dahulu, yang tak lagi, aku, ibu, atau budeku rasakan, nanti akan kutulis tentang bude dan keceriaanya yang juga sudah lama hilang, keep reading

Curhatan anak kelas 3 SMA : Demokrasi

Dibawah deraian hujan, aku bernyanyi nyanyi dengan kata verbal.

Aku pelajar 3 sma, memiliki sahabat yang biasa disebut 'kesunyian', entah kenapa, dia slalu hadir untukku, disaat aku sendiri, hanya kesunyian yang menghiburku dengan diamnya.
Hebat, klise , kampungan, bermacam ragam komentar orang akanku, mereka berpikir aku trlalu lemah, hanya karena berpikir, pria yang suka menulis itu sangat jauh dari jantan. Aneh bukan ? Mereka lebih mempunyai waktu untuk mencela daripada berkarya, tak apalah, toh dengan mereka mengomentari aku, aku tahu mereka peduli denganku, aku berpengaruh dengan kehidupan mereka, dan aku ? Ada tidaknya mereka tidak mempengaruhiku, ingat, aku seorang realis, bukan idealis, jangan paksa aku hidup sejalan dengan norma nilai yang berkembang, karena aku hanya ingin jalan dalam konsep hidupku sendiri. Satu pandanganku yang sama akan orang kebanyakan, pendidikan itu penting, pendidikan adalah harga mati untuk cerah masa depan, jadi disinilah aku, diantara mereka yang berbakat menjadi kepala negara sampai pengacara. Satu guru teladanku, Ibu efita namanya, dia pendidik, bukan pengajar, dia mendidik rasa nasionalis kami, ada garuda merah putih hidup dalam hati kami bung !.
Ibu efita amat pandai dalam mencermat setiap kata yang akan terurai dari mulutnya, hebat.
Seperti benih benih yang disirami air, kami pun tahu betapa mencintanya kami akan negeri ini, dan tindakan apa yang mungkin untuk kita lakukan, sedang guru lain diluar sana mungkin sedang sibuk menyiram benih itu dengan bensin, menggebu memang, tapi tidak pada tempatnya, hanya pikiran anarkis nantinya yang ada
'BAKAR'
'TURUN KE JALANAN'
'GEBRAK GERBANG DPR'
Memalukan pendemostran sekarang, Mengatasnamakan demokrasi seperti freepass membajak bis atau saling melempar batu dengan aparat, huh demokrasi, ironis bung , mereka bahkan hanya mngerti dari kata demos, sedangkan kratos mereka abaikan, ini berbukti dengan beberapa demonstran yang berlantang suara menjawab pertanyaan pers tentang apa motivasi mereka
'Hanya ikut ikutan saja'
'lumayan, sangunya bisa untuk mengepulkan dapur'.
Alangkah lucunya negeri ini, mereka berteriak tanpa tahu apa artinya, yang penting 4-5 lembaran imam bonjol bisa mengisi kantung mereka.
Maaf bila ini salah, aku hanya pelajar biasa, ingin bersuara, bukan dengan aksi menjemur diri atau menyiksa diri, tetapi dengan menulis sama seperti idolaku, Chairil anwar, siapa tidak kenal ? Manusia cerdas penggugah rasa nasioanalisme
·

SIDE STORY D.I.C.K (kong)

'SETIAP BUTIR DALAM DASAR NEGARA PANCASILA ITU SUDAH MEWAKILKAN PRIBADI ORANG INDONESIA' Terang Ibu Maryam, yang dikenal sebagai guru tergalak di SMA 3, Tempat kong mencuri ilmu dahulu.

'ADA APA ?' Gerah Ibu Maryam melihat Kong mengangkat tangannya.Untuk sementara kong telah jadi pusat perhatian kelasnya X.3, bila ingin mencari sensasi, kong telah salah memilih guru yang tepat, pikir teman sekelasnya.

'maaf bu,menurut saya, masih ada sebuah lubang besar, yang bisa membuat kita terjatuh dalam presepsi yang rancu, tepatnya pada butir pertama, ketuhanan yang maha esa, seperti yang kita ketahui, negara kita memiliki beragam agama, bukan berpacu pada islam saja, negara seperti tidak menghormati makna dari bhineka tunggal ika itu sendiri, terlalu menganak emaskan agama islam, bukan bermaksud untuk memancing SARA,saya hanya sedikit meragukan kesempurnaan atau kesinkronan dari pancasila'.
Ibu Maryam terdiam sendiri, serasa diadili oleh pernyataan kontroversial yang sudah lama disembunyikan negara, seisi kelas terdiam terhenyak, yang tak lama menjadi gerakan membisik antar teman satu meja membenarkan pendapat Kong,
Bu Maryam semakin menelan ludah, baru kali ini dia merasa terpojok, benih keringatnya mulai membanjiri wajahnya.
Untung, bel pergantian jam berbunyi, untuk sementara Ibu maryam dapat bernafas lega, walau dia sekarang merasa menjadi murid yang memiliki peer untuk menjawab pertanyaan tersebut minggu depan.

Gara gara hal itu, hasilnya luar biasa, saat istirahat pertama Kong langsung dielu elukan dan dikerubuti, jelas dia sudah mampu membuat guru ter-killernya harus menjilat ludah sendiri. Teman temannya menaruh hormat.
Jauh di ujung kelas yang sama, ada wajah yang ikut tersenyum, Rida namanya, sosok yang telah lama mencuri mimpi mimpi indah kong tiap malam, gara gara kejadian tadi, bohong saja bila si Rida itu tak melihatnya, tapi kong lebih memilih kehormatannya ketimbang mimpi indahnya malam itu, menyisakan siratan keraguan dalam benak Rida 'tuhan, dia tak punya cukup waktu untuk membalas snyumku,apakah aku ini kurang cantik ?'.
Padahal, di atas Tigernya, Kong tengah bersenandu dngan kepala dipenuhi potret Rida, ah senyum dia itu.
***

Rida bercermin sambil sesekali mengucek matanya dan mendapati ternyata wajahnya memang tidak jelek, lalu kenapa Kong tidak acuh ?,Rida dilanda rasa yang tak biasanya, rasa yang datang tanpa seijinnya, dia tertarik dan suka dengan Kong, satu lagi bukti, fisik bukanlah perihal utama.bahkan, pikiran gila Rida pun telah merasa jatuh cinta.

Tapi lagi lagi tentang kehormatan, Kong memang manusia paling memegang tinggi gengsi, walau kenyataan malam itu Kong tidak bisa tidur terbayang senyum manis itu.tapi dia berusaha se normal mungkin saat berpapasan dengan Rida, padahal tangannya bergetar kencang, dan batinya terus berdoa 'Tuhan, beri kekuatan untuk melihat matanya'

Hari makin dimakan waktu, Ini waktunya !, batin Kong.Kong sudah bulat untuk membuang rasa gengsinya untuk hari ini, hari terakhir perpisahan sekolah yang berlokasi di Cisarua, Kong dengan mantap menghampiri Rida saat ia sedang sibuk menyisir jalan sendirian,
beratapkan langit mendung percakapan pun terjadi

'Rida' sapa kong
'eh. Iya ?' Rida tergugup menjawab
'ada sesuatu yang mau gua omongin' lanjut kong
'ngomong apa ?'
'gua suka sama lo, semenjak 3 tahun lalu, dan gua berani taruhan, kalo hari ini gua gak ngomong ini sama lo, pasti itu bakalan nyisain rasa penyesalan yang teramat sangat, mau lo jadi pacar gua ?'
'...' Rida hanya terdiam sambil menunduk, ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, sayangnya ini terlambat, Rida sudah memiliki sebuah pertimbangan
'gua juga suka banget sama lo, tapi Kong, maaf gua gak bisa'
'kenapa da ? Apa fisik gua ?'
'stop bahas fisik, gua gak peduli ama fisik, emang kenapa orang gendut ? Emang orang gendut gak berhak dicintai ? AGAMA KITA BEDA DAV, BEDA'
'...'Gantian sekarang Kong yang terdiam, memorinya seperti flashback ke masa silam, Agama dan agama lagi, lucu sekali, mendapati dirinya tengah menangis di bawah rintikan hujan yang membasahi tanah cisarua.

Kong lagi lagi diterpa sebuah pelajaran, tentang kehidupan, 'kehidupan adalah pendidik, dan selama kita hidup kita akan terus belajar'
kong belajar menerima perbedaan, kong belajar menghormati agama lain,
kong belajar cinta itu gak harus memiliki, tentang kasusnya, cinta rel kereta api, mesti saling mencintai, selamanya tidak akan dapat bersatu, demi tetap berjalannya kereta kehidupan, kong yang kristen, dan rida yang islam

D.I.C.K (lanjutan)

Suasana malam ini jadi terasa enggak banget, diem-dieman gini, malesin.Hanya heronya mariah carey yang terdengar di kuping kuping kami.

Suasana diselamatin sama mas mas os yang ganti channel tv jadi berita politik.
'ah gayus lagi, bosen gua' citra membuka percakapan
'gayus udah diamanin blom sih ?' tanya kong
'tauk' jawab gua singkat.
'yang parah mah kemaren kong, anak kecil mati kesamber petir' tambah gua
'trus gimana ? Ketangkep ?' kata indra
'ketangkep ? Maksud lo apaan ?' tanya kong
'petirnya'
'...'
gua makin curiga, kayaknya indra dulu lulus tk aja mesti nyogok.

Tapi gak apalah, gara gara topik tadi akhirnya bisa breaking ice diantara kita,gak sadar juga sih, ternyata kita cekikikan udah sampe larut, saat bulan tengah menggagahi sempurna malamnya, makin banyak aja yang nongkrong di onestop, satu persatu gua liatin koloni demi koloni, diatas meja mereka udah terjajar rapi minuman keras, gua gak abis pkir,

'liat deh tuh ndra' kata gua sambil mata gua ngelirik ke arah koloni berminuman keras
'ih, emang boleh ya,kata nyokap indra kan itu minuman setan ?' jawab indra
'tauk'
'parah emang nih yah dik, kalo mereka minum itu ntar setan minum apa dong ?'
'au ah' jawab gua pasrah, jelas gua udah salah milih temen ngbrol
'SETAN MINUMNYA ES CAPPUCINO NDRA' kata citra sedikit nyindir kong
'maksud lo apa sih ? Sensi banget lo ama gua ? Kenapa ? Numbuh jerawat lo ? Atau lagi dapet ? Dasar CEWEK !'
'APA LO ?' kata citra nyolot
'AGHH,Tau ah, balik yu ndra udah malem' (indra emang biasa pulang bareng sama kong, soalnya indra gak berani pulang sndri, jadi kong balik,indra selalu ngintil, soalnya yang rumahnya searah cuma kong'
'yah elah kong' kata gua
'balik juga gak lo dik ?' tanya kong
'gak, dika disini dulu ama gua !' potong citra
'terserahlah' kong berkata sambil berlalu
'balik dulu yah' ijin indra.

Aah, saat saat kayak gini nih yang paling gua benci, saat dimana lo gak tau mesti ngapain dan dihadapin pilihan serba salah, rasanya gak jauh beda kayak lo disuruh mantengin iklan tory tory 3jam nonstop.

Perlu diketahuin, gua sama citra statusnya adalah mantan, mungkin bisa baca side storynya di 'kekasih gelap', gua sepakat sama dia untuk nyudahin semuanya dan tetap berteman.
Jadi sekarang isinya cuma percakapan gua dan citra.

'dik'
'iya cit ?'
'makasih yah udah mau nemenin gua'
'oke never mind'
'dik'
'ya ?'

hening

citra tiba tiba menatap langit
'when i look at the stars it was so beatiful.
When i look at you ...
I...
I...
I...
I would rather look at the stars again'
'kampret lo cit' gila, gua udah geer aja, jantung gua sampe serasa ambeien dengernya.
'tapi bener dik, bintangnya banyak, langit lagi bagus'
'iya cit, anugerah tuhan'

tiba tiba citra ngeluarin sesuatu dari tasnya
'tuh'
'maksudnya ?' kata gua sambil ngaca di cermin yang dia kasih'
'kutukan tuhan'
'whahahahaha'

kesan awal kenal citra mungkin keliatannya judes banget, tapi kalo udah kenal, citra tuh aslinya asik, dan humoris.
Oh iya, ngomongin humoris, ada yang tau kenapa harus diakhirin is ? Soalnya gua tadi pagi baru ngakak bareng sama temen gua magga, coba bayangin ada tulisan kayak gini 'semoga kita jadi pemuda yang PANCASILAIS apa coba ? Pikiran gua mulai berselancar bebas, mungkin maksudnya adalah mempunyai sifat pancasila, tapi gua jadi ngebayangin:
presiden itu kan bisa dari militer atau sipil, dan menurut pndapat orang banyak tuh...mendingan pilih presiden dari sipil, tapi MILITERIS, kaya bung karno, daripada pilih presiden yang dari militer, tapi SIPILIS kan ?

Sekian dulu ya, ntar di lanjut

Jumat, 15 Oktober 2010

D.I.C.K

Kumpulan orang orang tolol yang disatuin oleh kebetulan dari inisial nama masing masing.

sebelumnya, gua mau ngasih perkenalan singkat, yang nantinya kalian pasti akan kenal lebih jauh bila membaca

1.gua sendiri a.k.a dika,murid kelas 3 sma 1 bekasi

2.indra, kelas 3 sma juga, putih, rambut ikal, paling lama mikir, paling geek.

3.citra, satu satunya betina tangguh, putih tinggi, tomboy, anak sastra ui

4.kong, nama sebenernya sih davi, tapi nginget bentuk tubuhnya yang gede item, dipanggilah kong, dia anak tekhnik

hal pertama yang terlintas dipikiran kalian pasti tentang 'gimana orang orang tolol ini bisa nyatu ?'

misteri emang. banyak teori teori konspirasi akan hal ini, ada yang bilang, kita bisa cocok karena mitosnya, kita terlahir dari bungkus kwaci yang sama,atau ternyata si kong itu pernah di perkosa truk gandeng yang akhirnya lahirlah kita ber tiga, nista emang.

Tapi yang bnernya adalah, karena tempat kita nongkrong tuh sama, sama sama di kakus, gak ada yang di kompor ataupun mesin cuci(iyee iye gak lucu) yang bener karena tempat kita nongkrong tuh sama sama di onestop.

Sore itu, gua lagi sibuk sibuknya dandan, nginget ntar jam 7 malem, gua pngen satnite'an di os, bareng D.I.C.K

karena saking pengen kerennya, gua ngacak ngacak isi lemari , gak ada yang cocok ah !
'Aneh, kok kayaknya ada yang janggal,' pikir gua, yang waktu itu belom sadar bahwasannya yang gua acak acak waktu itu adalah lemari piring.


Oke man, gua udah siap berangkat nih, buat mastiin kesiapan gua, gua ngaca dulu buat trakhir kalinya
'jaket ?'
'oke'
'baju ?'
'oke'
sekarang giliran muka, eh, ternyata, sekilas muka gua ganteng juga yah, gua coba tatap lebih dalem lagi, dan bergumam sendiri
'eemmph..ganteng juga...emmmph..emmmph..blurph...blurph' 3 menit bertahan mulut gua udah berbusa.

Okelah, gua berangkat
'mah, dika berangkat ya'
'mau kemana kamu ?'
'ngumpul ama temen ?'
'kok dandannya gitu ?'
(kok dandannya gitu ? Apa dandan gua terlalu mewah, atau gua terlalu keliatan gan*@ -*)
'celananya mana ?'
ibu gua nyeletuk sebelum gua berpikir lebih nista.

07:04
Aaargh udah telat nih, si kong dari tadi udah smsin gua terus, karena takut diomelin,jadinya gak gua bales bales, gua akhirnya berangkat dengan honda blade repsol gua.

7:12
akhirnya gua sampe, pada dimana nih anak anak, kok pada engga ada ya,
si kong yang daritadi rajin smsin gua juga kok engga ada, apa iya dia ngajakin maen petak umpet ? Nginget bentuk badan dia, susah banget pasti nemuinnya, bisa aja dia kamuflase sama tong sampah, atau truk kontainer, who knows kan ?

Tapi akhirnya gua nunggu aja di tempat gua biasanya nongkrong, akhirnya satu persatu mulai dateng, indra yang dateng dengan batik kerisnya (astaga dah ni anak), citra yang dateng sambil nenteng laptop, brarti tinggal satu nih, si kong !

08:11
Si kong dateng

'WOI KURAPBABIRAYAPSETANJALANGIBLISINGUSAN' Citra memaki dengan bahasa sastranya
'kemana aja lo ? Sms aja paling rajin' gua nambahin
'sori sori, gua nganterin nyokap dulu tadi, gua sms mau bilang, eh ga lo bales bales'
'udeh ah, lagian kan alesannya masuk akal, nganterin nyokap, bukan transplantasi otak' kata indra
'otak lo tuh yang mesti di operasi kunyuk' bantah citra
'enak aja, otak indra kan udah pas, kalo kata anak sastra mah, otak indra udah proposal'
'proposional kali' jawab gua gregetan.

Kita ini lebih kayak kumpulan orang orang yang menyedihkan, yang ngiri ngeliatin mereka yang berpasang pasangan kalo malam mingguan, mending si kong, duduk bareng citra, lah gua ? Bareng indra.. Ih,sumpah, kalaupun gua mesti homo, gua juga milih milih.

'Cari pacar yuk'
tau tau kong nyeletuk
'hah ? Pacar ? apaan sih ? Aku kok baru dnger, emang dimana yang jualan pacar ?'.kata indra yang dari lahir belom pernah pacaran

Wah gawat nih, otak si indra ternyata lebih kuno dari stupa, yang masih nganggep pacar itu sejenis ager ager yang dijual abang klenengan

'pacar itu pasangan ndra, kekasih lah gitu' terang gua

'ga ah, kita ga terlalu btuh sekarang kong' kata gua
'tul' kata citra nambahin.

'perlu lah, pngen kita gini terus ? Ngiri ngeliat mereka mereka' sambil tangannya sembarang menunjuk, pasangan yang tertunjuk pun bergidik ngeri, persis mirip pasangan mesum yang kegep lagi ngariel sama satpol pp.

'belum kong, mending kita fokus belajar dulu sekarang' kata gua
' apa sih lo dik ? Berantem aja dah'
'ck ah' gua cuma bisa diem
'APAAN SI LO KAMPRET, KALO LO MAU PACARAN SANA PACARAN, JANGAN GABUNG SAMA KITA KITA LAGI'Citra angkat bicara,

hening.

Kong cuma bisa malingin wajah sambil ngisep rokok, gua cuma bisa angkat kaki ke kursi, citra asik nulis di laptop, dan indra ? Dia malah lagi asik maenin resleting celananya. (mau tau lanjutannya ? Keep reading yah ?

Pacaran ? mau sih, tapi....

Sampai sekarang, gua punya satu pertanyaan dalam hidup gua yang terus ganggu gua, yaitu pertanyaan:
mana yang lebih efisien ? Nyabutin bulu idung pake pacul, atau disiram aja pake hcl

ralat ralat, yang gua maksud adalah pertanyaan gua tentang, siapakah jodoh gua sebenarnya.
Pertanyaan yang cukup menyita pikiran gua buat berhari hari, abis ga lucu aja, kalo kalo nanti nama jodoh gua Agus, atau Susanto, gak deh.

Sebagai manusia normal. Udah anggap aja normal, walau rupa gua kalo ditambah moncong kaya mutasi trenggiling dan curut sawah, gua juga pngen ngerasain punya cewek, yang bisa ngertiin gua, yang bisa dijadiin tempat berbagi, yang bisa gua banggain, yang bisa nyebokin gua setiap hari (yang ini engga.).

Kayaknya ironis aja, disaat di infotaiment marak maraknya artis gunta ganti pasangan, gua cuma bisa nonton ngenes sambil jilatin remot.

Contoh aja, gua ampe bosen liat anang syahrini, dikit dikit kalo di wawancarain nyanyi
'wajar aja dik, namanya juga penyanyi' kata citra yang lagi seru nonton.

Emang gitu yah ? Kayaknya sih menurut gua enggak, gua gak ngebayangin, kalo suatu saat yang diwawancarain tukang sunat, dikit dikit potong, dikit dikit potong, horor !

Gua mesti buat langkah awal buat mengakhiri masa lajang gua, nah, hanya ada satu cara untuk meraihnya, yaitu PACARAN

Kenapa pacaran ?
Karena jelas enggak mungkin gua dapetin pasangan dengan cara ngepet

se yang gua denger curhatan temen temen gua soal pacaran, pacaran itu kata mereka ribet, penuh pengobarnan, apalagi pas malmingan dirumah, nyokap bokap pacar pasti banyak ngewanti wantinya, kalo ngapel harus mandi dululah, pake gamislah, mesti cuci muka pake aer akilah, ribet !

Tapi gua pernah sih, ngerasain suka sama temen satu sekolah gua, namanya bagus hesti, anak ips, dia tuh gimana yah anaknya, manis banget deh pokoknya, gua mulai berani nyapa dia via facebook, tapi kalo di dunia real ? Satu patah katapun ga bisa keluar, gua malah jadi grogi kalo papasan sama dia, entah kenapa bawaannya jadi pngen kencing sambil koprol terus.

Tapi entah kenapa pula, makin kesini, gua makin renggang aja sama dia,malah sekarang gua sama rekali gak ngbrol, bahkan kalo papasan jalan, dia udah ga senyum lagi ke gua, gua bingung, kenapa ? Apa ada yang salah sama muka gua ? (banyak), kalo dibilang masih ngarep, iya gua masih ngarep sama dia, tapi gua cuma bisa jadi pengagumnya aja, yang merasa seneng kalo kebetulan gua bisa jalan di belakang dia,
yang merasa nyaman kalo ngeliat parasnya, yang ngerasa punya sayap kalau dia negor, tepatnya di mimpi gua yang serba jingga

gua merasa salah mengawali langkah, gua terlalu memasang target yang tinggi.
Dan kesalahan itu yang bikin gua belajar, belajar buat mencintai mbok darmi, prt tetangga sebelah

Rabu, 13 Oktober 2010

Kekasih gelap

Enggak ada seorang pun di dunia ini yang mau jadi selingkuhan, atau biasa disebut kekasih gelap. yah, jadi kekasih gelap memang gak enak, tiap hari selalu di guyur oli, biar tetap gelap sepanjang waktu, kekasih gelap juga harus makan sesuatu yang gelap gelap setiap waktu: tinta spidnl item lah, arang lah, sampe daki pun kadang dimakan. Entah ini kekasih gelap atau genderuwo item.
Tapi toh, masa lalu gua sepertinya sama gelapnya dengan kekasih gelap itu sendiri.

Cinta itu buta dan cinta itu aneh !

Orang terlalu gampang mengatas namakan apapun dengan nama 'cinta', kata kata klise yang sukses bikin gua mau muntah kayak: 'cinta kita SEHIDUP SEMATI',
'aku enggak akan mencintai selain kamu,SELAMANYA'

atau apalah sejenisnya, toh selama ini yang gua liat, mereka mereka yang ngomong gitu dan akhirnya putus, dengan mudah menggaet pasangan baru.

Gua juga pernah ngalamin tragedi cinta.
Layaknya seorang remaja, gak lengkap rasanya kalo gak punya tongkrongan,jadi gua coba coba untuk berbaur sama lingkungan gua, nyari lingkungan yang pas sama kita, gak segampang nyari onta dilaut, bayangin tuh gmana susahnya.
Tapi akhirnya, gua dapet juga tongkrongan yang menurut gua asik buat seneng seneng, di central game, yang sebelahnya adalah kantin untuk anak anak muda, dan disinilah semua tragedi itu terjadi.

Cinta itu kayak angin, datang dan pergi tanpa terduga.

Tanpa disadari, gua jadi deket, semakin deket dan terlalu deket dengan seorang cewek yang sering nongkrong sama gua, sebut aja citra, dia itu, tomboy, rambutnya panjang, tinggi dan putih.

Seperti yang gua bilang tadi, gua terlalu deket sama dia, sesuatu yang berbeda mulai muncul.
Gua suka dia !

Ini salah, dia punya cowok, dan level gua dibandingkan cowoknya itu, bagai langit dan andong, kalo dibandingin ama dia, gua jauh kalah telak, tapi gua udah terlanjur suka.

Toh cinta itu buta ? Gua pun buta, atau lebih tepatnya pura pura buta, pura pura enggak melihat kenyataan bahwa dia udah punya kekasih

satu hal tentang cinta: cinta ga bisa ditebak.

Gua suka dia, dan ternyata diapun begitu. Dia sering banget ngasih perhatian yang lebih sama gua.

Dan suatu hari

'emmmh, kayaknya gua bakal ptus deh sama pacar gua' kata citra
'serius cit ?' tanya gua

jujur, ketika gua denger itu, gua seneng, tapi gak fair juga, walaupun gak bisa dipungkiri, gua nunggu nunggu saat ini, saat saat dimana mimpi gua sebentar lagi jadi kenyataan.

Emang gua sering banget mimpiin pacarnya citra kelindes buldozer atau seenggaknya kepalanya nyangkut di dubur gajah ragunan. Makan tuh !

Finally, ternyata mereka bneran ptus, dan dengan ini, perlahan lahan gua jadi semakin deket sama dia, dan intensitas kita smsan jadi smakin sering.

Tapi, gua ngerasa ada hal yang aneh, dia suka banget ngebanding bandingin gua sama mantannya 'eh, waktu sama mantan gua gini loh, ga pernah kayak gini'

gua disini ngerasa gua hadir disini hanya sebagai bayang bayang mantannya. Pantulan dari sesosok tubuh, bukan gua, tap mungkin yang yanti lihat adalah mantannya.

Satu sisi, gua senang dengan kedekatan ini, tapi sayang,satu sisi lainnya gua merasa tersingkir.

Tersingkir dari jati diri gua, disini 'gua' berjalan bukan sebagai 'gua' tapi 'gua' berjalan sebagai bayangan 'dia' tepatnya mantannya.

Bagi gua, mungkin juga bagi citra, mungkin gua cuma sesosok bayangan, ya bayangan, bukan bagian tubuh yang utuh.

Selasa, 12 Oktober 2010

Sandal ilang

Disinilah tempat gua ngabisin 1/3 hari gua, kelas XII IPA 5, kenapa harus sandal ilang ? Kenapa gak kolor ilang ? (gak mungkin), gua mulai berani menarik kesimpulan dengan 1 premis,mungkin filosofinya adalah dimanapun yang namanya sendal udah pasti sepasang, dan kami adalah satu sendal yang mencari pasangannya, dan satu lainnya bernama ilmu, seperti yang kita ketahui, hidup manusia tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya ilmu, dan kami disini akan terus mencari ilmu kami masing masing, dan berharap dapat melangkah terus dengan sendal sendal kami untuk terus maju ke universitas yang kami idamkan (amin)

gua kenalin satu persatu yah,

pertama, ada temen gua namanya mugi,entah kenapa dia suka banget duduk didepan, entah agar jelas menyimak, atau emang udah nalurinya, mengingat dari anatominya emang udah kaya kepala gerbong krl,allahu allam, tapi ini anak emang pinter dan berpendidikan agama.

kedua, hasbi, gua rada bingung juga ngegambarin nih anak kayak gmana, tapi, bagi lo yang tau sosok ipin , tinggal lo bayangin aja, gimana mengenaskannya sosok ipin yang overdosis kebanyakan nyemil panadol,

ketiga, gamma, bagi gua nih anak enak buat diajak ngbrol, banyak banget yang gua obrolin, dari pelajaran sampe teori teori konspirasi kalau kepala sekolah tersayang kita ternyata fedhofil atau mang kirun ternyata adalah alien dari mars. Who knows ?

Keempat, rasyid, dia ketua kelas, kelakarnya paling kocak, ada aja kelakuannya yang bikin seisi kelas ketawa.

Kelima, rusak (sori sak, susaah nyari nama samaran buat lo) gua aneh lo sama dia, sebagian temen manggil dia dengan sebutan 'jawa' tapi sebagian orang juga manggil dia 'cina', gua termasuk orang yang manggil dia cina, liat aja badannya, putih terus yang paling jelas dia itu.. Pelit banget melek ! Saking parahnya
Malahan gua ama rasyid pernah curiga dirumahnya dia pasti buka toko elektronik, atau seenggaknya buka counter hp

sebenernya masih banyak lagi hal-hal seru dari ini kelas,
intinya, walau banyak perbedaan, kita tetep satu, enggak menjadikan kelemahan sebagai bahan olokan, tetapi malah saling menutupi kelemahan untuk menjadi sebuah kelebihan, sendal ilang adalah gugusan kami, menjadi bintang bintang yang saling berangkaian, dan berharap akan menjadi gugusan paling terang.
Dan selamanya, walau nantinya terpisah waktu dan ruang, ini tidak akan pernah hilang, berjanjilah, 6-8 tahun ke depan, saat gua jadi penulis (amin) atau saat kalian telah menjadi dokter yang ahli, jaksa yang adil, konsultan yang dipercaya, polisi yang tegas atau peternak yang hebat, tetap ingat dulu kita satu, dan akan terus menjadi satu, sandal ilang

Jumat, 01 Oktober 2010

Lexusers

Lexusers

by Andhika Dwi Putra on Wednesday, September 29, 2010 at 7:56pm
Masa smp bagi gua adalah masa transisi hidup remaja remaja labil, mereka yang baru mengenal fase indahnya cinta tapi sudah berani berbual dengan kata 'cinta sejati' atau beberapa anak 'geek' yang mulai merencanakan untuk menikah dengan salah satu buku fisika atau matematikanya.

Gua sering berpendapat, bahwa sekolah itu ga jauh beda sama kerajaan hindu budha di amerika(ngaco!) di india, hidup berkasta berkasta pun amat terasa di smp 1 bekasi

kasta 1:
kumpulan para geek, yang dikumpulkan dalam 2 kelas unggulan (8.8 dan 8.9) mereka yang maniak menyiksa mata mereka dengan sinus cosinus.

Kasta 2.
Kumpulan para populer yang bermodal bawain lagu potong bebek angsa waktu pensi dan mereka yang hanya modal beronani berorasi didepan hadapan para remaja labil, atau mereka para cheers yang memamerkan celana dalam bermotif captain tsubasa saat latihan.

Kasta 3
kasta mereka yang tidak populer, kasta untuk mereka yang pasrah dan tidak mau berbuat apa apa yang kerjaannya sangat monoton 'bangun.berangkat,belajar.pulang,cuci kaki,tidur,bangun dan gitulah siklusnya'

Kasta 4.
Kasta tempat gua bernaung, kami kumpulan anak anak yang tidak populer yang berusaha mengubah takdir dan menjadi kesatuan dengan nama 'lexusers'

jangan anggap remeh kami para lexusers, kami sebenarnya adalah para kasta 1 dan kasta 2 yang membelot, karena merasa mempunyai visi yang sama.

Tersebutlah kami

gua a.k.a dice( anak kelas 8.8)

raga (anak kelas 8.8)

visna (anak kelas 8.8)

rivas (anak kelas 8.9)

reggy (penggebuk drum dari band paling tenar se-sm1)

kenapa namanya lexusers ? Karena ide reggy yang tadinya ngusulin nama minangkabau lebih terkesan rumah makan padang, dan selain itu menyesuaikan dengan tempat tongkrongan kita 'lexus'

gua masih inget banget, begitu bel pulang dengan wajah wajah tolol, kami berlari sekelompok sahabat dengan muka tersenyum bangga saat dapat menjadi yang terdepan sambil berlarian menatap matahari.

'mas tempat biasa kosong kan ?' tanya reggy yang emang bongsor dan paling kelihatan bakat premannya, emang ada tempat sakral di lexus dengan bernomor komputer 68-72,
game yang terus rutin kami mainkan 'dota' dan kalian tahu ? Gualahlah yang paling tolol dan ga becus, dan satu lagi, mars lexusers adalah lagu dewinya dewa yang direvisi lirik reffnya
'dicee... Si dice cupuu, si dice cupu sampai matii..ouoou dice si dice cupu si dice cupu sampai mati' cih !

Tapi engga apalah, kebersamaan, kebersamaan lah yang begitu hangat gua rasain, dimana yang waktu itu tak lagi kutemukan suasananya dalam rumah, begitu hangat, kebersamaan, berteriak teriak di lantai atas lexus, mendorong dorong kursi beroda, semua kami lakukan, satu alasan kenapa kami enggak pernah mau maen dota aja di rumah masing masing, yaitu 'kebersamaan'

gua selaku empunya nama yang ada di di mars lexusers terus berlatih dan bermain, tidak peduli UN atau apapun. Tapi entah kebetulan atau kadar otak kami yang diatas rata rata, nilai rata rata un kami bisa tergolong tinggi.

Waktu dan waktu lagi, aaah, kami mencoba menggapai cita kami masing masiing, dan sukses membuat kami terpisah pisah di bangku sma. Awalnya kami masih sering berkumpul sejenak bercengkrama atau bermain lagi dota di tempat dulu tempat kami berbagi cerita, lexus.

Bermodal ingin, menjadi lebih hebat dan lebih jago, aku tetep terus berlatih, satu persatu mulai menghilang, entah kemana, raga pensiun, visna pensiun, reggy pensiun dan rivas fokus belajar di sekolah, dan aku masih terus berlatih, sesekali terbayang kami ber5 akan berkumpul lagi, bermain dan menunjukkan, aku tak selemah dulu teman, sumpah aku tak selemah itu, aku rindu saat 4 tahun silam, berlarian menatap matahari, berteriak sesuka hati, menjunjung kebersamaan yang niatnya kami bawa mati, gua rindu kalian teman, gua rindu kalian lexusers.

Sekarang semua sudah sukses di bangku kelas 3 sma

visna dan raga, telah menjadi photographer yang hebat

reggy, telah menjadi drummer band pensi pensi sekolah sma

rivan, menjadi playboy sabuk hitam yang hebat

dan siapa aku ? Aku hanya sosok yang rindukan kalian, dan tulisan ini kupersembahkan untuk masa jaya 4 tahun silam, saat ketidak sengajaan kita bermain di warnet 5 komputer berurutan