Senin, 25 Oktober 2010

SIDE STORY D.I.C.K (kong)

'SETIAP BUTIR DALAM DASAR NEGARA PANCASILA ITU SUDAH MEWAKILKAN PRIBADI ORANG INDONESIA' Terang Ibu Maryam, yang dikenal sebagai guru tergalak di SMA 3, Tempat kong mencuri ilmu dahulu.

'ADA APA ?' Gerah Ibu Maryam melihat Kong mengangkat tangannya.Untuk sementara kong telah jadi pusat perhatian kelasnya X.3, bila ingin mencari sensasi, kong telah salah memilih guru yang tepat, pikir teman sekelasnya.

'maaf bu,menurut saya, masih ada sebuah lubang besar, yang bisa membuat kita terjatuh dalam presepsi yang rancu, tepatnya pada butir pertama, ketuhanan yang maha esa, seperti yang kita ketahui, negara kita memiliki beragam agama, bukan berpacu pada islam saja, negara seperti tidak menghormati makna dari bhineka tunggal ika itu sendiri, terlalu menganak emaskan agama islam, bukan bermaksud untuk memancing SARA,saya hanya sedikit meragukan kesempurnaan atau kesinkronan dari pancasila'.
Ibu Maryam terdiam sendiri, serasa diadili oleh pernyataan kontroversial yang sudah lama disembunyikan negara, seisi kelas terdiam terhenyak, yang tak lama menjadi gerakan membisik antar teman satu meja membenarkan pendapat Kong,
Bu Maryam semakin menelan ludah, baru kali ini dia merasa terpojok, benih keringatnya mulai membanjiri wajahnya.
Untung, bel pergantian jam berbunyi, untuk sementara Ibu maryam dapat bernafas lega, walau dia sekarang merasa menjadi murid yang memiliki peer untuk menjawab pertanyaan tersebut minggu depan.

Gara gara hal itu, hasilnya luar biasa, saat istirahat pertama Kong langsung dielu elukan dan dikerubuti, jelas dia sudah mampu membuat guru ter-killernya harus menjilat ludah sendiri. Teman temannya menaruh hormat.
Jauh di ujung kelas yang sama, ada wajah yang ikut tersenyum, Rida namanya, sosok yang telah lama mencuri mimpi mimpi indah kong tiap malam, gara gara kejadian tadi, bohong saja bila si Rida itu tak melihatnya, tapi kong lebih memilih kehormatannya ketimbang mimpi indahnya malam itu, menyisakan siratan keraguan dalam benak Rida 'tuhan, dia tak punya cukup waktu untuk membalas snyumku,apakah aku ini kurang cantik ?'.
Padahal, di atas Tigernya, Kong tengah bersenandu dngan kepala dipenuhi potret Rida, ah senyum dia itu.
***

Rida bercermin sambil sesekali mengucek matanya dan mendapati ternyata wajahnya memang tidak jelek, lalu kenapa Kong tidak acuh ?,Rida dilanda rasa yang tak biasanya, rasa yang datang tanpa seijinnya, dia tertarik dan suka dengan Kong, satu lagi bukti, fisik bukanlah perihal utama.bahkan, pikiran gila Rida pun telah merasa jatuh cinta.

Tapi lagi lagi tentang kehormatan, Kong memang manusia paling memegang tinggi gengsi, walau kenyataan malam itu Kong tidak bisa tidur terbayang senyum manis itu.tapi dia berusaha se normal mungkin saat berpapasan dengan Rida, padahal tangannya bergetar kencang, dan batinya terus berdoa 'Tuhan, beri kekuatan untuk melihat matanya'

Hari makin dimakan waktu, Ini waktunya !, batin Kong.Kong sudah bulat untuk membuang rasa gengsinya untuk hari ini, hari terakhir perpisahan sekolah yang berlokasi di Cisarua, Kong dengan mantap menghampiri Rida saat ia sedang sibuk menyisir jalan sendirian,
beratapkan langit mendung percakapan pun terjadi

'Rida' sapa kong
'eh. Iya ?' Rida tergugup menjawab
'ada sesuatu yang mau gua omongin' lanjut kong
'ngomong apa ?'
'gua suka sama lo, semenjak 3 tahun lalu, dan gua berani taruhan, kalo hari ini gua gak ngomong ini sama lo, pasti itu bakalan nyisain rasa penyesalan yang teramat sangat, mau lo jadi pacar gua ?'
'...' Rida hanya terdiam sambil menunduk, ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, sayangnya ini terlambat, Rida sudah memiliki sebuah pertimbangan
'gua juga suka banget sama lo, tapi Kong, maaf gua gak bisa'
'kenapa da ? Apa fisik gua ?'
'stop bahas fisik, gua gak peduli ama fisik, emang kenapa orang gendut ? Emang orang gendut gak berhak dicintai ? AGAMA KITA BEDA DAV, BEDA'
'...'Gantian sekarang Kong yang terdiam, memorinya seperti flashback ke masa silam, Agama dan agama lagi, lucu sekali, mendapati dirinya tengah menangis di bawah rintikan hujan yang membasahi tanah cisarua.

Kong lagi lagi diterpa sebuah pelajaran, tentang kehidupan, 'kehidupan adalah pendidik, dan selama kita hidup kita akan terus belajar'
kong belajar menerima perbedaan, kong belajar menghormati agama lain,
kong belajar cinta itu gak harus memiliki, tentang kasusnya, cinta rel kereta api, mesti saling mencintai, selamanya tidak akan dapat bersatu, demi tetap berjalannya kereta kehidupan, kong yang kristen, dan rida yang islam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar