Enggak ada seorang pun di dunia ini yang mau jadi selingkuhan, atau biasa disebut kekasih gelap. yah, jadi kekasih gelap memang gak enak, tiap hari selalu di guyur oli, biar tetap gelap sepanjang waktu, kekasih gelap juga harus makan sesuatu yang gelap gelap setiap waktu: tinta spidnl item lah, arang lah, sampe daki pun kadang dimakan. Entah ini kekasih gelap atau genderuwo item.
Tapi toh, masa lalu gua sepertinya sama gelapnya dengan kekasih gelap itu sendiri.
Cinta itu buta dan cinta itu aneh !
Orang terlalu gampang mengatas namakan apapun dengan nama 'cinta', kata kata klise yang sukses bikin gua mau muntah kayak: 'cinta kita SEHIDUP SEMATI',
'aku enggak akan mencintai selain kamu,SELAMANYA'
atau apalah sejenisnya, toh selama ini yang gua liat, mereka mereka yang ngomong gitu dan akhirnya putus, dengan mudah menggaet pasangan baru.
Gua juga pernah ngalamin tragedi cinta.
Layaknya seorang remaja, gak lengkap rasanya kalo gak punya tongkrongan,jadi gua coba coba untuk berbaur sama lingkungan gua, nyari lingkungan yang pas sama kita, gak segampang nyari onta dilaut, bayangin tuh gmana susahnya.
Tapi akhirnya, gua dapet juga tongkrongan yang menurut gua asik buat seneng seneng, di central game, yang sebelahnya adalah kantin untuk anak anak muda, dan disinilah semua tragedi itu terjadi.
Cinta itu kayak angin, datang dan pergi tanpa terduga.
Tanpa disadari, gua jadi deket, semakin deket dan terlalu deket dengan seorang cewek yang sering nongkrong sama gua, sebut aja citra, dia itu, tomboy, rambutnya panjang, tinggi dan putih.
Seperti yang gua bilang tadi, gua terlalu deket sama dia, sesuatu yang berbeda mulai muncul.
Gua suka dia !
Ini salah, dia punya cowok, dan level gua dibandingkan cowoknya itu, bagai langit dan andong, kalo dibandingin ama dia, gua jauh kalah telak, tapi gua udah terlanjur suka.
Toh cinta itu buta ? Gua pun buta, atau lebih tepatnya pura pura buta, pura pura enggak melihat kenyataan bahwa dia udah punya kekasih
satu hal tentang cinta: cinta ga bisa ditebak.
Gua suka dia, dan ternyata diapun begitu. Dia sering banget ngasih perhatian yang lebih sama gua.
Dan suatu hari
'emmmh, kayaknya gua bakal ptus deh sama pacar gua' kata citra
'serius cit ?' tanya gua
jujur, ketika gua denger itu, gua seneng, tapi gak fair juga, walaupun gak bisa dipungkiri, gua nunggu nunggu saat ini, saat saat dimana mimpi gua sebentar lagi jadi kenyataan.
Emang gua sering banget mimpiin pacarnya citra kelindes buldozer atau seenggaknya kepalanya nyangkut di dubur gajah ragunan. Makan tuh !
Finally, ternyata mereka bneran ptus, dan dengan ini, perlahan lahan gua jadi semakin deket sama dia, dan intensitas kita smsan jadi smakin sering.
Tapi, gua ngerasa ada hal yang aneh, dia suka banget ngebanding bandingin gua sama mantannya 'eh, waktu sama mantan gua gini loh, ga pernah kayak gini'
gua disini ngerasa gua hadir disini hanya sebagai bayang bayang mantannya. Pantulan dari sesosok tubuh, bukan gua, tap mungkin yang yanti lihat adalah mantannya.
Satu sisi, gua senang dengan kedekatan ini, tapi sayang,satu sisi lainnya gua merasa tersingkir.
Tersingkir dari jati diri gua, disini 'gua' berjalan bukan sebagai 'gua' tapi 'gua' berjalan sebagai bayangan 'dia' tepatnya mantannya.
Bagi gua, mungkin juga bagi citra, mungkin gua cuma sesosok bayangan, ya bayangan, bukan bagian tubuh yang utuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar