Selasa, 12 Oktober 2010

Sandal ilang

Disinilah tempat gua ngabisin 1/3 hari gua, kelas XII IPA 5, kenapa harus sandal ilang ? Kenapa gak kolor ilang ? (gak mungkin), gua mulai berani menarik kesimpulan dengan 1 premis,mungkin filosofinya adalah dimanapun yang namanya sendal udah pasti sepasang, dan kami adalah satu sendal yang mencari pasangannya, dan satu lainnya bernama ilmu, seperti yang kita ketahui, hidup manusia tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya ilmu, dan kami disini akan terus mencari ilmu kami masing masing, dan berharap dapat melangkah terus dengan sendal sendal kami untuk terus maju ke universitas yang kami idamkan (amin)

gua kenalin satu persatu yah,

pertama, ada temen gua namanya mugi,entah kenapa dia suka banget duduk didepan, entah agar jelas menyimak, atau emang udah nalurinya, mengingat dari anatominya emang udah kaya kepala gerbong krl,allahu allam, tapi ini anak emang pinter dan berpendidikan agama.

kedua, hasbi, gua rada bingung juga ngegambarin nih anak kayak gmana, tapi, bagi lo yang tau sosok ipin , tinggal lo bayangin aja, gimana mengenaskannya sosok ipin yang overdosis kebanyakan nyemil panadol,

ketiga, gamma, bagi gua nih anak enak buat diajak ngbrol, banyak banget yang gua obrolin, dari pelajaran sampe teori teori konspirasi kalau kepala sekolah tersayang kita ternyata fedhofil atau mang kirun ternyata adalah alien dari mars. Who knows ?

Keempat, rasyid, dia ketua kelas, kelakarnya paling kocak, ada aja kelakuannya yang bikin seisi kelas ketawa.

Kelima, rusak (sori sak, susaah nyari nama samaran buat lo) gua aneh lo sama dia, sebagian temen manggil dia dengan sebutan 'jawa' tapi sebagian orang juga manggil dia 'cina', gua termasuk orang yang manggil dia cina, liat aja badannya, putih terus yang paling jelas dia itu.. Pelit banget melek ! Saking parahnya
Malahan gua ama rasyid pernah curiga dirumahnya dia pasti buka toko elektronik, atau seenggaknya buka counter hp

sebenernya masih banyak lagi hal-hal seru dari ini kelas,
intinya, walau banyak perbedaan, kita tetep satu, enggak menjadikan kelemahan sebagai bahan olokan, tetapi malah saling menutupi kelemahan untuk menjadi sebuah kelebihan, sendal ilang adalah gugusan kami, menjadi bintang bintang yang saling berangkaian, dan berharap akan menjadi gugusan paling terang.
Dan selamanya, walau nantinya terpisah waktu dan ruang, ini tidak akan pernah hilang, berjanjilah, 6-8 tahun ke depan, saat gua jadi penulis (amin) atau saat kalian telah menjadi dokter yang ahli, jaksa yang adil, konsultan yang dipercaya, polisi yang tegas atau peternak yang hebat, tetap ingat dulu kita satu, dan akan terus menjadi satu, sandal ilang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar