Sabtu, 11 September 2010

Vanessa (lanjutan)

'Dik'
'ya nes?'
'sumpah mukalo mirip mastur'
'anjing'
'hahahaha'
'tawa lo'
'ngomong ngomong dingin yah dik, enaknya yang anget anget dosa nih'
'wah kacau lo nes'
'yeeh, jangan ngeres dulu, maksud gua makan skoteng'
'dosanya ?'
'ga bayar, hehe'
'maksa lo hahaha'

tapi yang gua liat emang dia lagi gesek gesek tangannya di kulit lengan satunya
'bawa jaket ?' tanya gua
'engga knapa emang ?'
'pake aja' kata gua ngeluarin jaket pusaka gua yang warna merah
'gak ah'
'gppa kok gak usah sungkan'
'bukan sungkan dik tapi jaket lo norak warnanya merah gitu kayak jablay rawa semut hahaha, ikut eneng dangdutan yok'
'najis lo'
'hahahaha, iya iya bercanda dikaa, makasih ya'

'better ?'
'yes'
'oh'
'no'
'wtf lo nes'
'hahahaha
'kagum nes gua sama lo, disaat seharusnya gua yang ngibur lo,
tapi malah lo yang dari tadi ngibur gua,makasih nes'
'hahaha makasih juga dik, gua sneng bisa ngbrol sama lo'
'nes percaya gak, baru tadi gua ngarepin sesuatu yang beda datang, dan tuhan ngejawabnya dengan cepat, tuhan dengerin doa gua nes'
'setiap hari tuhan juga doain doa lo kok, cuma terkadang lo aja yang kurang bersyukur dan kurang ikhtiar aja'
'dewasa banget lo nes'
'juga cantik'
'iya lo cantik nes'

anehnya sekarang ga ada tawa, hanya wajah dan wajah yang saling berdekatan dan saling memagut

'makasih dik' kata nessa
'iya',
terus palanya nyender di bahu gua

08/09/2010

02:30
'nes nes bangun nes'
'udah mesti transit ya ? Gua duduk sama lo lagi ya ? Enak tidur di bahu lo, empuk'
'masa ?'
'iya kaya boneka babi di rumah gua'
'...'
'yaudah yuk dik sekalian cari saur ya '
'sip'
gua duluan turun, baru dia ngikutin dibelakang, tau tau dia megang tangan gua dan senyum
'yuk'

dia ngajak gua ke ampera,
'yuk sini aja, tempat favorit nyokap gua nih'
'gak deh nes lo aja '
'udah gua bayarin deh, ayo masuk,'

'gak gak, gua bayar sndri aja, yaudah dah ayo'

ga berapa lama, dia ngambil nasi pake ayam, dan gua yang ga bawa banyak uang cuma brani ambil nasi dan 2 perkedel'
'kok lauknya itu aja ? Mau ayam gak ?
'gak usah nes'
'yaudah deh'

dan gua duduk bersebrangan sama dia, pas mau makan, dia bagi 2 ayamnya sama gua katanya ga abis kalo makan sndiri, okelah daripada mubajir, gua juga ngasih satu perkedel gua ke dia
'mau minum apa aa,teh'kata mba mba pramusaji'
'es teh manis teh' kata nessa
'aer putih aja'kata gua
'ah dika apa sih, udah pesen aja, gua yang bayar aer doang, kalo lo ga mau nerima gua marah sama lo'

'iya deh, es doger teh kelapanya banyakin'
'kopet, ga tau malu lo hahahaha, tapi gapapa sih'



04:18
selepas makan, kami berdua sepakat untuk mencari bis berikutnya yang akan membawa kami ke tempat tujuan masing masing, gua di buniseuri dan nessa katanya akan turun di kawali, beberapa kilometer lebih jauh dari buniseuri, aaah ini perpisahan.

kayaknya dia bisa nangkep kata kata yang tersembunyi di wajah gua, dia senyum dan bilang 'jika tuhan memberikan kesempatan, sebuah akhir pertemuan pun bisa berubah menjadi awal kehidupan'

'maksudnya ?'
'solat subuh aja dulu yuk'
'iya deh yuk, dimana ?
'tuh mushola'
'wtf, itu wc umum nes'
'sekarang wc umum jadi lebih rame yah dibanding mushola padahal udah masuk subuh kan'
'entahlah, kiamat semakin dekat kali nes'
'emang kiamat makin deket dika, bahkan kiamat ga akan ngasih lo waktu istirahat walau sejengkal nafas untuk berhenti mendekat'
'mirip chairil anwar lo nes'
'lo juga'
'mirip chairil anwar ?'
'mastur hahaha, yuk ah solat'

bener kata nessa, musholla sekarang sepi banget, cuma ada gua dan nessa, yaudahlah buru buru gua ambil wudhu dan langsung solat
'jamaah dik'
'hah ?'
'gppa suatu saat lo juga bakal jadi imam keluarga kok, itung itung belajar'
'iya deh'

'assalamualaikum.wr.wb....assalamualaikum.wr.wb'

gua puter badan gua, dan dengan sigap tangannya menyambut tangan gua dan nyentuhin di keningnya.

'mudah mudahan lo bisa jadi imam yang baik yah'
'amin'

05:12

saat rembulan terlalu lantang menguasai langit. Dan fajar pun masih bermalas malasan mengusirnya.
Kami berdua akhirnya naik angkutan umum yang mengarah ke ciamis.

Jaket merah gua masih terbalut manis di tubuhnya, dia senderan lagi di bahu gua, karena kencangnya kendaraan melaju, tak terasa udara dingin mulai menggelitik tulangku, aku mencoba sembunyikan bunyi gemulutuk gigi yang saling beradu karena kedinginan, tiba tiba nessa ngalungin tangan kananya di bahu kiri gua,
'jangan sungkan'

hangat, entah karena pelukannya, atau karena pesan cinta mulai merasuki tubuh ini, entahlah'

'A aaaaa, REEM, tahan nafsu Aaaaaach' sontak kenek angkutan ngomong gitu pas ngeliat di depan udah ada bis berkecapatan tinggi, nessa meluk gua kenceng, untung abangnya bekas jagoan balapan di taman lalu lintas, jadi alhamdulilah kita slamat

'kamu takut ya ?'
'iya'
'gppa kok nes, udah ga ngebut ini'
'bukan itu'
'trus apa'
setengah berbisik dia bilang
'denger ga sih lo tadi keneknya tereak kaya miyabi keselek gundu, gua takut banget sama banci dik '
'hahahaha ada ada aja '

05:57
'nes, gua udah mau turun, makasih yah udah nemenin gua'
'iya dik sama sama, ' wajahnya berubah sepi.

' A, kiri,' kata gua,
'dieu de?' kata sopir
'muhun'
'dik' kata nessa,
'iya ?'
'ati ati yaah'
'sip, lo juga yaah'
'diik'
'apa ?'
'no hp dong, mungkin kita bisa jalan bareng kapan kapan'
'0898****'
'makasih ya dik'
'sama sama'
'diiiik'
'apalagi sih nessa'
'itu tas gua, jangan dibawa'
'lah ? Hahahahaha maaf maaf'

akhirnya gua berpisah, dengan berbekal beban perpisahan aku berjalan mantap menuju rumah nenek, dan trnyata, aaah jaket gua !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar