01/11/2010
1 November 2010,tepatnya hari senin.
6:55
anak-anak Sma gua udah sibuk berkumpul di tengah lapangan buat upacara, ada yang tengah berdiri tegap, ada yang saling bertukar petualangan libur sabtu minggu, ada yang sibuk mengawasi kami dengan tongkat yang siap dipecutkan bila kami tidak mau berbaris rapi.
08:04
Sebuah insiden terjadi, lebih dari setengah rim siswi terkena rajia kerudung. Ini peristiwa pertama kali dalam sejarah gua sekolah di Sma selama 2 tahun lebih,dengan alih-alih siswi yang terkena rajia adalah siwi yang memakai kerudung tipis, mencari kesalahan. Kepala sekolah dengan hebatnya beramanat 'Bapak kecewa dengan kalian, karena kalian bukan siswa yang disiplin'.
Cih, kemana peribahasa " rakyat hebat, dipimpin oleh pemimpin yang hebat, dan rakyat lemah, dipimpin pula oleh pemimpin yang lemah", benarkan ? Kalau dia berasa benar, kenapa dia tidak mendidik kami menjadi benar ? Atau apakah jawabannya dia sudah mendidik kami, tapi gagal ?
Lalu apakah ada kegunaan dari empat lembaran soekarno hatta yang mesti rutin di bayar tiap bulannya ? Allahuallam
09:16
'Mana bu efita, mana bu efita' desak kata hati gua, gua ngerasa aneh, bu Efita yang gak prnah telat, bu efita sang guru sejarah, bu efita guru favorit gua.
Anak anak kelas guapun senang, karena akhirnya ada waktu untuk belajar fisika, untuk persiapan ulangan fisika jam pelajaran selanjutnya.
'kreeet'
pintu terbuka, tampak dimulut pintu itu sosok guru yang dari tadi gua tunggu tunggu, berlatar silau sinar matahari dia masuk, wajah yang kaya akan nasionalis, wajah seorang pendidik, wajah wanita yang kepayahan, hah ? Kepayahan ? Ya, aneh memang, hari ini tampangnya tidak se-semangat biasanya, padahal biasanya kumandangnya tak kalah kharismanya dngan pattimura saat akan digantung. Pandangannya mengelilingi kelas, mendapati muridnya yang sedang asik diskusi fisika saat pelajaran sejarah, kemudian kembali jalan perlahan, sepertinya hal itu telah dngan mudah dikalahkan dengan masalah yang menyita pikirannya sekarang.
'Bebas, semua bebas mau ngapain aja' statement lantang dari Bu Efita, yang sepersekian detik ngebuat semua pasang mata menghakimi ucapannya,'bener ada yang gak beres' dalam hati gua.
Usut mengusut, akhirnya terbongkarlah masalah apa yang kini membuat guru favorit gua marah, kecewa dan sedih. Buku bukunya,rangkumannya, daftar nilainya lenyap dari mejanya pagi ini.
Semakin di usut, akhirnya terkuak, hal ini dimulai pada hari jumat lalu, saat ada tim penilaian UKS sekolah atau semacamnya lah, yang menentukan, apakah sekolah terjamin kesehatan dan kebersihannya atau enggak, dan itulah yang jadi pnyebab, penyebab yang membuat para tukang bersih bersih 'halal' menyingkirkan benda benda yang mengacak di atas meja, tidak ditaruh di file atau laci = disingkirkan !. Mungkin itu komando atasan, malah malah, ada yang lebih lucu, sekolah mendadak sibuk,mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari mewanti wanti murid agar bertingkah semanis mungkin sampai menyembunyikan, BACA ! M-E-N-Y-E-M-B-U-N-Y-I-K-A-N,makanan ber-msg dan saus, untuk hari itu. Sekolah mengajarkan untuk berbohong !. Untuk pandai pandai bertopeng dalam situasi penilaian, dasar SBL, Sekolah Bagus Luarnya.
Cermat-cermat aku mengawasi bu Efita, dasar lingkar matanya memerah, benih air matanya mulai menghiasi sudut dalam matanya, ya tuhanku, Tangannya malah tergetar hebat, dan lagi, bibir bawahnya habis digigitinya, siapa tak kecewa ? Rangkuman yang telah ia tulis tangan selama dia mengabdi, buku buku yang ia beli dengan jerih payahnya untuk pendidikan, nilai nilai yang ia dapatkan dari apa yang kami lakukan, disingkirkan ! Mungkin banyak tmen tmen gua yang gak nyadar soal ini, gara gara sibuk sama fisika, tapi bu efita, jangan menangis, ibu tetap kebanggaan, semangat ibu tetap jadi motivasi buat saya bu, kembalilah mendidik bu, telinga ini haus akan proklamir yang bisa ibu kasih.
(ini adalah note paling kontroversial yang pernah gua bikin, kalo abis gua tulis ini terus keadaan gua lenyap begitu aja,berarti petrus udah nemuin gua)
note : Jangan lebay please
1 November 2010,tepatnya hari senin.
6:55
anak-anak Sma gua udah sibuk berkumpul di tengah lapangan buat upacara, ada yang tengah berdiri tegap, ada yang saling bertukar petualangan libur sabtu minggu, ada yang sibuk mengawasi kami dengan tongkat yang siap dipecutkan bila kami tidak mau berbaris rapi.
08:04
Sebuah insiden terjadi, lebih dari setengah rim siswi terkena rajia kerudung. Ini peristiwa pertama kali dalam sejarah gua sekolah di Sma selama 2 tahun lebih,dengan alih-alih siswi yang terkena rajia adalah siwi yang memakai kerudung tipis, mencari kesalahan. Kepala sekolah dengan hebatnya beramanat 'Bapak kecewa dengan kalian, karena kalian bukan siswa yang disiplin'.
Cih, kemana peribahasa " rakyat hebat, dipimpin oleh pemimpin yang hebat, dan rakyat lemah, dipimpin pula oleh pemimpin yang lemah", benarkan ? Kalau dia berasa benar, kenapa dia tidak mendidik kami menjadi benar ? Atau apakah jawabannya dia sudah mendidik kami, tapi gagal ?
Lalu apakah ada kegunaan dari empat lembaran soekarno hatta yang mesti rutin di bayar tiap bulannya ? Allahuallam
09:16
'Mana bu efita, mana bu efita' desak kata hati gua, gua ngerasa aneh, bu Efita yang gak prnah telat, bu efita sang guru sejarah, bu efita guru favorit gua.
Anak anak kelas guapun senang, karena akhirnya ada waktu untuk belajar fisika, untuk persiapan ulangan fisika jam pelajaran selanjutnya.
'kreeet'
pintu terbuka, tampak dimulut pintu itu sosok guru yang dari tadi gua tunggu tunggu, berlatar silau sinar matahari dia masuk, wajah yang kaya akan nasionalis, wajah seorang pendidik, wajah wanita yang kepayahan, hah ? Kepayahan ? Ya, aneh memang, hari ini tampangnya tidak se-semangat biasanya, padahal biasanya kumandangnya tak kalah kharismanya dngan pattimura saat akan digantung. Pandangannya mengelilingi kelas, mendapati muridnya yang sedang asik diskusi fisika saat pelajaran sejarah, kemudian kembali jalan perlahan, sepertinya hal itu telah dngan mudah dikalahkan dengan masalah yang menyita pikirannya sekarang.
'Bebas, semua bebas mau ngapain aja' statement lantang dari Bu Efita, yang sepersekian detik ngebuat semua pasang mata menghakimi ucapannya,'bener ada yang gak beres' dalam hati gua.
Usut mengusut, akhirnya terbongkarlah masalah apa yang kini membuat guru favorit gua marah, kecewa dan sedih. Buku bukunya,rangkumannya, daftar nilainya lenyap dari mejanya pagi ini.
Semakin di usut, akhirnya terkuak, hal ini dimulai pada hari jumat lalu, saat ada tim penilaian UKS sekolah atau semacamnya lah, yang menentukan, apakah sekolah terjamin kesehatan dan kebersihannya atau enggak, dan itulah yang jadi pnyebab, penyebab yang membuat para tukang bersih bersih 'halal' menyingkirkan benda benda yang mengacak di atas meja, tidak ditaruh di file atau laci = disingkirkan !. Mungkin itu komando atasan, malah malah, ada yang lebih lucu, sekolah mendadak sibuk,mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari mewanti wanti murid agar bertingkah semanis mungkin sampai menyembunyikan, BACA ! M-E-N-Y-E-M-B-U-N-Y-I-K-A-N,makanan ber-msg dan saus, untuk hari itu. Sekolah mengajarkan untuk berbohong !. Untuk pandai pandai bertopeng dalam situasi penilaian, dasar SBL, Sekolah Bagus Luarnya.
Cermat-cermat aku mengawasi bu Efita, dasar lingkar matanya memerah, benih air matanya mulai menghiasi sudut dalam matanya, ya tuhanku, Tangannya malah tergetar hebat, dan lagi, bibir bawahnya habis digigitinya, siapa tak kecewa ? Rangkuman yang telah ia tulis tangan selama dia mengabdi, buku buku yang ia beli dengan jerih payahnya untuk pendidikan, nilai nilai yang ia dapatkan dari apa yang kami lakukan, disingkirkan ! Mungkin banyak tmen tmen gua yang gak nyadar soal ini, gara gara sibuk sama fisika, tapi bu efita, jangan menangis, ibu tetap kebanggaan, semangat ibu tetap jadi motivasi buat saya bu, kembalilah mendidik bu, telinga ini haus akan proklamir yang bisa ibu kasih.
(ini adalah note paling kontroversial yang pernah gua bikin, kalo abis gua tulis ini terus keadaan gua lenyap begitu aja,berarti petrus udah nemuin gua)
note : Jangan lebay please
Tidak ada komentar:
Posting Komentar