Senin, 01 November 2010

BUKU TAHUNAN

Pagi pagi banget, waktu orang-orang lagi terbuai bunga bunga tidurnya, waktu fajar masih angkuh membagi sinarnya, waktu butiran embun masih membanjiri dedaunan, gua udah bangun, nginget hari ini gua bakalan khayang di depan gedung MPR, ralat, maksudnya, hari ini gua akan foto buku tahunan, buat dokumentasi sekaligus kenangan kelas kami, XII IPA 5.

Sumpah, gua amat teramat sangat gak semangat buat hari ini. Foto cui, foto !. Entah kenapa, gua gak terlalu mau mempublikasikan potret muka gua untuk umum, takut-takut, ntar media bisa tau kalo ternyata brad pitt punya kembaran, dan gak lucu aja kalo sampe ada pers conference

'jadi dika beneran adik anda ?'
'APAAA, TAU DARI MANA KALIAN'
JENGGG...JEJEEENG(musik didramatisir sebisa mungkin'
'benar atau tidak ?'
'baik saya akui !, memang dia saudara saya, tapi ini karena kekhilafan ayah saya yang mencabuli anjing sebelah'
JENG...JEJEENG
Terkuaklah misteri muka absurd gua sekarang.

Ngaco !, gua cuma gak bisa ngerasa percaya diri, apalagi mesti disandingin temen temen gua dalam 1 frame, gua cuma takut, gua takut jadi aksen buruk dalam frame trsebut, gua takut wajah gua cuma jadi polusi mata buat yang ngeliat foto tersebut, ujungnya apa ? Celaan. Ya, celaan, celaan yang selalu hilir mudik di kuping gua, celaan yang kayaknya amat melekat dalam diri gua, ya, termasuk celaan panjang yang gua pakai sekarang, Garing.

Tapi beneran, daripada gua dicela, mending gua milih diem, daripada gua malu maluin diri gua sndri, itu namanya dzalim toh ? Dzalim terhadap diri sendiri tepatnya. Gua gak salah toh ?.

Semua teman tampak ceria, berlenggak lenggok dengan lengkap memakai baju-bollywood-yang-lebih-kaya-baju-kondangan-sunatan-kambing.
Tapi mereka tetap pede, semua terpancar di wajah wajah mereka, wajah penggila foto, tipe tipe orang yang punya puluhan album di facebook. Tipe tipe orang yang bakalan makanin tripod kamera kalo frustasi.

Tapi enggak apa, tampang mereka emang pantas buat diabadikan,tampang tampang anak kota kebanyakan.

'yap, scene trakhir ya' kata fotografernya.
'jadi posenya, ntar kalian pose lari ya, hitungan ke 3, angkat kaki kanannya, dan colok mata teman di depannya !, ralat, dan kedepankan tangan kanan. Pura puralah kalian sedang berlari' pandunya.

Aneh, padahal menurut gua, kalau ingin mendapatkan gambar orang berlari, adalah dengan memotret orang yang berlari, bukan orang-orang-yang-pura-pura-berlari. Bukankah itu akan lebih terlihat lebih natural ? Dan menjadi lebih memiliki jiwanya.

Tidak dibuat-buat, seperti dalam kehidupan, tanpa dibuat buat pasti akan lebih baik, tanpa topeng, tanpa kebohongan, tanpa beban.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar